Tiga Hari Pesta Kreatif Bali

6 , Permalink 0

Ruang berkapasitas 100 orang itu terasa penuh sesak. Juga pengap.

Padahal, ruang Pendet hotel Grand Inna Bali Beach Sanur tersebut berpendingin ruangan. Toh, suasana tetap gerah oleh sekitar 200 anak muda Denpasar. Karena kursi tak cukup, maka selebihnya, peserta harus berdiri di ruangan tersebut mengikuti presentasi sembilan peserta Pecha Kucha Night (PKN) Sabtu malam lalu.

PKN merupakan salah rangkaian di hari kedua Bali Creative Festival (BCF) 2011. Selama sekitar 1,5 jam tersebut, para penyaji dari berbagai komunitas kreatif Bali menyampaikan ide, pengalaman, maupun gagasan kreatifnya di depan para peserta.

Ide dan pengalaman komunitas kreatif di Bali yang dibagi di PKN tersebut beragam. Kadek Ridoi Rahayu, misalnya, bercerita tentang komunitas anak muda yang mengampanyekan daur ulang limbah hewan untuk menjadi sumber energi alternatif biogas. Selain mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Udayana Bali ini, pembicara lainnya adalah mahasiswa, desainer, maupun aktivis lingkungan Bali.

Tak hanya ide-ide kreatif, dalam PKN tersebut juga ada penyaji yang mengungkapkan tentang lingkungan Bali saat ini. Wayan Gendo Suardana, aktivis Walhi Bali, berkampanye tentang perlunya moratorium pariwisata di Bali akibat terlalu banyaknya eksploitasi alam Bali demi pariwisata.

BCF 2011, bisa jadi salah satu cara agar pulau ini juga bisa jadi salah satu destinasi kreatif di Indonesia, selain Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Karena itu, tagline BCF 2011 kali pun unik, A (journey to) Bali Creative Destination (ABCD).

Berinteraksi
Seperti juga tahun lalu, menurutku, PKN tetap menjadi idola para pengunjung BCF. Bagian ini selalu penuh dengan tak hanya ide dan gagasan tapi juga presenter dan pengunjung. Jika tahun lalu riuh dengan tepuk tangan, tahun ini pun demikian.

Aku tak tahu kenapa. Mungkin penggiat komunitas kreatif di pulau ini memang kekurangan tempat untuk saling berbagi pengalamannya. Karena itu, kegiatan seperti PKN ini pun selalu riuh.

BCF sendiri merupakan kegiatan tahunan Bali Creative Community (BCC). Sejak dua tahun lalu, komunitas ini menggelar pesta di mana para penggiat komunitas kreatif bisa saling berinteraksi. Jika tahun lalu diadakan di Art Centre Jl Nusa Indah, Denpasar, maka kali ini seluruhnya diadakan di kompleks hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur.

Selama tiga hari tersebut, areal salah satu hotel tertua di Bali ini pun dipenuhi kegiatan yang terbagi dalam tiga kriteria, yaitu creative talkshow, performance, dan pameran. Lebih dari 35 pembicara, 23 band, 30 film, 15 komunitas kreatif, dan 30 peserta pameran. Semua bertujuan sama, membuat pulau ini sebagai tujuan industri kreatif selanjutnya.

Acara yang menarik bagiku, seperti juga tahun sebelumnya, adalah talkshow. Bincang santai dengan narasumber ahli ini selalu memberikan inspirasi.

Kosong
Namun, ada beberapa catatan untuk BCF 2011 ini. Pertama, masih saja minimnya peserta diskusi pada sebagian besar talkshow. Dari beberapa teman, aku dengar ada talkshow yang bahkan pesertanya kosong.

Beberapa talkshow yang aku ikuti sendiri sih agak berimbang. Ada yang sepi, terutama karena jatah kursinya banyak sementara yang ikut tak lebih dari sepertiga, juga banyak yang penuh bahkan berlebih.

Ini yang aku heran. Kenapa juga untuk acara keren begini kok orang-orang di Bali tak terlalu antusias?

Kedua, masih kurang luasnya cakupan komunitas yang ikut. Menurutku, banyak komunitas kreatif di pulau ini yang seharusnya bisa terlibat. Namun, mereka tak turut serta. Aku tak tahu kenapa. Cuma, menurut salah satu panitia sih karena mereka memang tak merespon undangan yang dikirim jauh-jauh hari.

Bisa jadi. Lha wong aku juga begitu. Tim inti kegiatan ini adalah teman-teman sendiri di BCF di mana aku juga jadi bagiannya. Meski aku sendiri masuk ring satu dalam komunitas ini, aku baru bisa mengurusi hanya seminggu sebelum hari H karena tumpukan pekerjaan lain.

Tapi, well, tak apa. Setidaknya tahun ini BCF sudah bisa berjalan. Aku masih bisa belajar dari banyak orang plus bikin kegiatan sendiri di sini dan berjalan lancar. Semoga juga tahun depan.

6 Comments
  • almascatie
    December 3, 2011

    keren acaranya bang.. btw jadi pengen tanya gimana hubungan antar komunitas di Bali? apakah bersinergi sesama komunitas atau masing2 bergerak dan hanya bertemu saat ada sebuah even gitu bang

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    hubungan antarkomunitas di bali, sejauh yg aku tau, sih baik2 saja. malah sering jalan bareng. kalo BBC malah masuk ke mana2. ya komunitas kreatif, ya komunitas aktivis, ya komunitas pecinta alam. biasanya sih ya ikut ngramein kalo ada kegiatan rame2.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Nieke
    December 6, 2011

    Mungkin penggiat komunitas
    kreatif di pulau ini memang kekurangan tempat untuk
    saling berbagi pengalamannya masa sih? aku pikir malah kebalikannya.
    Kasian jg ya yg ngasih materi ditempat yg kosong peserta talkshownya. trus gimana? pemateri ttp nunggu atau bubar?

    btw, aku memention dirimu dipostingan terbaruku lho mas. *promosi teruuuss. ahihiii*

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    ya memang ada kontradiksi sih. pas acara pecha kucha tuh tempatnya penuh. aku sampe takut sendiri bakal ricuh karena saking penuhnya. cuma pas di acara lain malah kosong. kali tergantung tema dan waktu.

    soal mention, baiklah. aku sudah ninggalin komen di sana. rajin2 mention di blogmu ya. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • .gungws
    December 10, 2011

    jadwal2 yang mulai jam 9-10 terpaksa diundur semua..susah nyari orang jam segitu,mas.. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    bener banget. aku yg masuk tim inti aja susah banget ikut jam segitu apalagi pas hari pertama. kali perlu diubah besok2 biar hanya jd dua hari. biar gak rugi bikin pas hari kerja. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *