Tiada Henti Judi di Bali

14 , , , Permalink 0

Karena lama tidak ngobrol dengan tetangga di gang rumah, malam ini aku ikut kumpul dengan mereka. Tempatnya di halaman salah satu warga. Biasanya sih para lelaki tetangga ini pada kumpul di gang saja. Tapi tumben malam ini di halaman rumah jadi tidak kelihatan dari jalan.

Oalah. Pantes. Ternyata mereka sedang main kartu. Enam orang duduk melingkar. Satu di antaranya masih SMP. Sisanya sudah sudah punya anak semua. Hampir semuanya bertelanjang dada di suhu Denpasar yang memang panas malam ini.

Dua bapak yang lain hanya ikut duduk di sana menikmati tuak campur bir. Aku bagian dari bagian ini. Hanya ikut nonton sambil ikut menenggak minuman penghangat badan itu.

Bapak-bapak di gang ini sedang main kartu. Mereka pakai uang sebagai taruhan. Yes. Mereka sedang main judi. Inilah alasan kenapa mereka berkumpul di depan halaman rumah biar tidak kelihatan banyak orang. Mereka sengaja agak menyembunyikan diri ketika main judi tersebut.

“Untung Anton tidak bawa kamera. Jadi aman,” kata salah satu di antara mereka.

Omongan itu muncul karena mereka tahu pekerjaanku adalah wartawan dan kadang-kadang memotret mereka hanya sekadar untuk punya arsip foto. Tapi malam ini aku memang tak berniat memotret. Aku hanya ingin say hallo sambil ngobrol agar tahu lebih banyak tentang judi.

Salah satu pemicu niat ini adalah karena obrolan sebelumnya di depan rumah. Dua bapak tetanggaku asik ngobrol soal angka yang keluar malam ini. Bukan sembarang angka. Ini angka-angka yang menghasilkan uang sekaligus menghabiskannya. Ini angka toto gelap alias togel.

Inilah bentuk lain judi yang akrab di gang rumahku. Nyaris tiada hari tanpa obrolan ini di gang. Tiap pagi atau petang pasti bapak di depan rumahku akan ngobrol dengan tetangga yang lain soal angka yang keluar. Malam ini, misalnya, keduanya tidak dapat.

“Out terus,” kata salah satu di antara mereka. Maksudnya angka yang dia pasang tidak ada yang keluar. Kalau angka tidak keluar, berarti mereka rugi. Sebaliknya kalau angka itu keluar, mereka akan mendapat uang berlimpah. “Padahal aku cuma masang kalau ada firasat,” tambah tetanggaku itu.

Togel ini bentuk permainan yang intinya adalah menduga angka yang akan keluar. Jadi pemasang hanya mengira-ngira angka apa yang akan keluar. Lalu mereka membeli kupon dengan memasang angka tertentu. Kalau hanya dua digit, menangnya ratusan ribu. Kalau tiga digit, sampai jutaan. Dan seterusnya.

Cara mudah menang togel adalah dengan rajin-rajin bermimpi. Hehe.. Ya iyalah. Lha wong isinya kan hanya menduga-duga.

Dua jenis judi ini melengkapi pengalaman hari ini dengan judi. Tadi sepanjang perjalanan bolak-balik Denpasar – Karangasem, ibu mertuaku juga beberapa kali ngobrol soal judi-judi ini. Tiga anaknya alias tiga kakak iparku adalah para korban judi.

Lucunya, ketiga kakak laki-laki ini kecanduan pada jenis judi yang berbeda-beda. Kakak pertama ahli di bidang ceki. Kakak kedua kecanduan tajen. Kakak ketiga jagoan togel. Kalau sudah hari raya seperti hari ini, di mana umat Hindu Bali merayakan Kuningan, maka mereka akan berpesta pora. Mereka akan berjudi tiada akhirnya

Kakak ketiga misalnya memilih tidak ikut sembahyang Galungan ke Pulau Menjangan sepuluh hari lalu demi ikut tajen. “Otakku cuma berisi tajen, tajen, dan tajen. Jadi percuma kalau ikut sembahyang tapi mikir tajen terus,” katanya waktu itu.

Repotnya karena penghasilan mereka tiap hari ya dipakai untuk judi. Saking parahnya malah kadang-kadang tidak peduli meski sudah terlilit hutang.

Ini pula yang terjadi di medan pertempuran di gang malam ini. Salah satu penjudi amatir yang main ceki itu ngotot tetap ikut meski uangnya sudah habis. Dia utang seribu rupiah pada masing-masing penjudi yang lain.

Kalau dia menang, uang itu dipakai untuk membayar hutang. Ketika kalah, dia kembali hutang untuk dipakai taruhan. Begitu terus. Meski kalah, dia tetap saja bertahan.

Inilah aneka rupa judi sekaligus wajah lain dari Bali. Menarik bukan?

14 Comments
  • pushandaka
    October 25, 2009

    Hehe! Kurang satu lagi ton, judi bola.

    Setiap sabtu dan minggu, semuanya jadi pengamat bola. Blum lagi midweek kalau ada liga champions, begh.., istri pun dicuekin! Hehe!

    ReplyReply

    [Reply]

  • Cahya
    October 25, 2009

    Yup, hampir banyak terlihat di sudut-sudut yang tak terintip 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • kyra.curapix
    October 25, 2009

    judi perasaan gak enak

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    October 25, 2009

    @pushandaka
    kalau liga champions sih belum seberapa, liga inggris tuh yang hampir setiap akhir pekan, ahaha

    @anton
    kalau sudah otak penjudi, apapun akan dijadikan taruhan, termasuk hasil pilpres… memang sih banyak bebotoh yang fanatik terhadap salah satu jenis judi, ceki, tajen, bola adil, sepakbola, sepirit, domino, dan lain sebagainya.. hahaha

    ReplyReply

    [Reply]

  • mbah gendeng
    October 25, 2009

    kaya lagunya bang oma irama

    “judi……………………………………………..”

    ReplyReply

    [Reply]

  • eka dirgantara
    October 25, 2009

    wah mas, saya sedang belajar meceki nih, supaya waktu megebagan (jaga di rumah orang mati) biar ga bengong atau tidur, kalau cuma ngelihat aja ga seru… kalau spririt sama game tembak udah biasa walau sering kalah sih…

    otak judi mode: On

    ReplyReply

    [Reply]

  • Saebani Bravo
    October 25, 2009

    Keliatannya memang hal itu tidak biSA dipisahkan dari budaya Bali. Kita tau tentang kebiasaan beradu ayam yang tumbuh subur di masyarakat Bali sejak ratusan tahun yang lalu. Artinya bahwa kebiasaan berjudi akan sangat susah dihilangkan dari masyarakat Bali.
    Salam.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Saebani Bravo
    October 25, 2009

    Keliatannya kan memang budaya itu sudah tumbuh subur di masyarakat Bali sejak ratusan tahun yang lalu. Kita tahu kegemaran mereka beradu ayam sejak ratusan tahun tg lalu. Artinya bahwa hal itu akan sangat sulit untuk dihilangkan dalam budaya masyarakat Bali.
    Salam

    ReplyReply

    [Reply]

  • cadink
    October 26, 2009

    Para bebotoh selalu menanti hari raya untuk dapat “berjudi”… 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • Wandi thok
    October 26, 2009

    Hari gini mingsih ada juga judi mas? 😆

    ReplyReply

    [Reply]

  • .gungws
    October 27, 2009

    iya…sodara2 saia drumah jg topiknya gtu aja…saia cm bengong aja dah *jadi makin percaya klo saia dari galaksi laen..T.T*

    ReplyReply

    [Reply]

  • Winarto
    October 28, 2009

    Kata Bang Haji di salah satu lagunya:
    Judi (judi), menjanjikan kemenangan
    Judi (judi), menjanjikan kekayaan
    Bohong (bohong), kalaupun kau menang
    Itu awal dari kekalahan
    Bohong (bohong), kalaupun kau kaya
    Itu awal dari kemiskinan

    ReplyReply

    [Reply]

  • gustulank
    October 30, 2009

    JUDI = jujur dilarang.. :0

    kalo udah niat judi apa aja bisa jadi..
    Sebuah simulasi :
    1. nongkrong di prapatan sama 2-3 musuh judi, tinggal tebak mobil yang akan datang dari arah yang tidak kelihatan.
    2. Pergi kekantin/rumah makan, tebak deh jumblah sedotan yang ada di meja/kulkas (ganjil/genap) usahakan taruhannya cukup buat makan biar ga malu mampir cuman buat ngitung sedotan doang.

    Nah itu aja dulu, silahkan dipraktekan klo doyan judi :p

    ReplyReply

    [Reply]

    PanDe Baik Reply:

    atw barangkali mau taruhan, siapa yang bakalan komen stelah Gus Tulank ?

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *