Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori

3 , , , Permalink 0

Hari ini mungkin mewakili perjalanan kami.

Pukul 8 pagi Bunda duluan keluar. Dia liputan tentang anak-anak autis di wantilan DPRD Bali. Aku giliran momong Satori, yang kini berumur enam bulan. Karena hari Minggu, maka Bani juga di rumah. Libur sekolah. Pengasuh keduanya tak masuk.

Sekitar pukul 9.30 Bunda datang. Sekarang gantian. Dia yang momong, aku yang keluar rumah untuk berbagi pengalaman meliput isu HIV & AIDS di lokakarya Komunitas Jurnalis Peduli AIDS.

Selesai kasih pelatihan, aku ambil kue ulang tahun dan beli kado. Begitu sampai rumah, sekitar pukul 1 siang, giliran Bunda yang keluar untuk beli kado buat Bani. Aku yang kini di rumah jagain Bani dan Satori.

Pukul 3.30 sore, ketika Bani sudah selesai tidur siang, pesta kecil di rumah kami pun mulai, Anak-anak tetangga berkumpul di perpustakaan. Bani meniup lilin di kue ulang tahunnya. Aku dan Bunda memberikan kado untuknya. Sederhana. Buku dan jaket.

Sesederhana itulah kami selama ini mengisi hari-hari hingga Bani berusia enam tahun dan Satori berusia enam bulan. Kami bergantian berbagi peran demi Bani dan Satori.

Sejak Bani lahir enam tahun lalu, kami ingin sebisa mungkin mengasuh sendiri anak-anak kami. Tak ada campur tangan kedua orang tua kami, enaknya karena kami sudah tinggal terpisah dari orang tua, ataupun dari orang lain.

Salah satu pilihan kemudian adalah dengan bekerja paruh waktu ataupun menulis lepas. Dengan cara itu, kami merasa bisa lebih banyak waktu untuk Bani dan Satori. Memang belum seratus persen, karena kami juga mempekerjakan pengasuh pada hari kerja atau ketika kami harus keluar rumah bersama saat akhir pekan, namunĀ  setidaknya anak-anak kami bisa punya waktu lebih banyak dengan kami.

Dan, begitulah kami saling mengisi bersama Bani & Satori. Tak terasa Bani, anak pertama kami, sudah enam tahun saat ini. Sementara itu Satori sudah enam bulan per 10 September lalu. Mereka tumbuh baik. Tak hanya sehat tapi juga, menurut kami, sesuai harapan. Mereka anak-anak yang membanggakan.

Maka, perayaan enam tahun Bani dan enam bulan Satori hari ini adalah hadiah bagi kami. Hadiah yang selalu kami sirami dengan cinta dan cita-cita kami. Terima kasih selalu menjadi matahari dan matahati bagi kami, Bani dan Satori..

3 Comments
  • le'
    October 12, 2012

    huhu. meski sudah telat lama. lek mengucapkan selamat ulang Tahun ya, Bani. semoga masih tetap menjadi matahari bagi Ayah, Bunda dan kita semua.

    ReplyReply

    [Reply]

    bani Reply:

    udah terlambat lek tapi masuh dianggap berharga

    ReplyReply

    [Reply]

  • imadewira
    October 17, 2012

    wah saya juga telat.. HBD Bani..

    Btw, tentang pengasuh, pada awalnya juga saya bersikeras menggunakan pembantu/pengasuh untuk putri saya dirumah. Karena saya tidak ingin merepotkan kedua orang tua untuk “ngempu” anak saya, apalagi orang tua saya yang jualan banten masih aktif walaupun sebagian besar kerja di rumah.

    Sekitar setahun berjalan, ternyata mengajak pembantu dirumah tidak semudah yang dibayangkan. Tidak cukup hanya dengan dibayar lalu beres. Berbagai konflik muncul yang akhirnya kami memutuskan tidak menggunakan pembantu lagi. Kami lalu mempercayakan sehari-hari terutama di hari kerja anak saya diasuh oleh kedua orang tua saya.

    Apalagi setelah umurnya 2 tahun, ortu saya bisa tetap sambil kerja dirumah. Tapi resikonya, saya kadang harus ijin/permisi dikantor ketika hari-hari tertentu ortu saya tidak bisa ngempu. Tapi semua kini sudah berjalan lebih baik.

    Eh, ini kok jadi curcol gini ya… *ampun om…

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *