Ternyata Kita Memang Perlu Aturan

23 No tags Permalink 0
Kita memang tidak bisa hidup nyaman tanpa aturan. Awalnya aku pikir kedewasaan sebuah kelompok tidak dinilai dari banyaknya aturan pada kelompok itu namun pada bagaimana anggota kelompok saling menghormati satu sama lain. But, then, itu tetep perlu sebuah aturan meski aturan itu tidak tertulis.

Ini pula yang aku pelajari di mailing list (milis) Bali Blogger Community (BBC).

Ketika membuat milis ini, aku hanya berpikir untuk membuat tempat blogger Bali bisa saling kenal. Ide bikin milis ini muncul dari Dewi dan Prima pas kami ketemuan pertama kali. Bolehlah aku sebut kopdar pertama ini sebagai cikal bakal berdirinya BBC. Sebab dari kopdar bareng Kang Ayip juga ini lalu muncul ide bikin mailing list dan agregator untuk blogger Bali.

Adanya milis ini memang memudahkan sesama blogger Bali untuk ngobrol. Pada awalnya sih dengan cara ngundang satu per satu. Tapi setelah itu, aku mulai jarang kirim undangan. Sebab makin banyak blogger yang daftar dengan sendirinya. Saat ini, anggota milis ada 145 orang dan hampir tiap hari selalu bertambah.

Namun, makin banyak orang memang makin banyak persoalan. Dari semula hanya sepi jali lalu jadi makin rame diskusinya. Gaya diskusinya juga begitu. Dari hanya sekadar say hallo, basa-basi, jadi diskusi yang rame, hangat, bahkan sampe panas. Isunya pun sangat beragam. Dari semula soal kenalan, blogging, teknologi informasi (TI), Bali, lalu merambat ke politik, lingkungan, kesehatan, dan aneka rupa lain. Bisa dimaklumi. Anggota BBC kan sangat beragam latar belakangnya. Ada dokter, pegawai negeri, jurnalis, ahli TI, pekerja pariwisata, aktivis, ibu rumah tangga, desainer, mahasiswa S1 sampai yang lagi nempuh PhD, dst. Maka wajar kalau isunya pun sangat beragam.

Pada titik ini aku tetap berpikir bahwa milis ini tidak perlu ada aturan, tidak perlu ada moderator, tidak perlu ada ban, dst. Kalau ada satu kali dua diskusi yang tidak nyambung dengan isu utama seperti blogging, TI, atau Bali ya gapapa. Tiap orang bebas ngomong apa saja. Batasannya bagiku hanya satu, tidak nyerang secara pribadi pada teman yang lain. Silakan lawan pendapat dengan pendapat.

”Aturan tidak tertulis” ini beberapa kali aku sampaikan ke milis ataupun ke beberapa anggota milis yang keberatan soal isi milis yang dianggap melenceng dari topik utama. Pembenaranku hanya satu, tiap orang bebas ngomong apa saja asal tidak merendahkan orang lain secara pribadi. Maunya aku juga sebenarnya bebas ngomong soal SARA, sesuatu yang sudah kadung ditabukan pada masa Orde Baru. Tapi karena ini diskusi yang tetap sensitif, jadi ya sebaiknya tidak usah saja. Apalagi kalau sampai cenderung merendahkan pihak lain.

But, well, selalu ada cacat di balik apa pun. Begitu juga dengan aturan yang menurutku sudah sangat longgar ini. Masih ada beberapa anggota milis yang keberatan dengan isi posting yang melenceng jauh atau berdiskusi panas.

Puncaknya adalah minggu ini. Posting soal aborsi, dengan attachment foto-foto sangat memuakkan bagiku, masuk juga di milis. Isinya soal agar penerima imel mendukung gerakan anti-aborsi lalu meneruskan pesan itu. Bukan pesan email yang membuatku sebel, tapi gambar itu. Maka aku bilang saja agar si pengirim tidak usah lagi kirim gambar yang menjijikkan begitu. Sedangkan soal bahan diskusinya itu, aku sendiri tidak berkomentar banyak. Aku hanya bilang kalau itu masih jadi diskusi tidak berkesudahan antara kelompok liberal dengan konservatif, antara kelompok pro live dengan pro choice.

Ternyata bukan hanya aku yang keberatan. Beberapa anggota milis juga protes soal gambar di imel soal aborsi itu. Ada yang menganggap sebagai hoax, ada yang bilang sebaiknya email tidak mengizinkan attachment. β€œKeberatan” ini mengingatkanku pada beberapa masukan sebelumnya soal perlunya aturan milis.

Buntut dari posting imel soal aborsi ini juga panjang. Diskusi bukan lagi pada isu aborsi, tapi mulai nyerang secara pribadi dengan bahasa-bahasa kasar. Ini mengingatkanku pada diskusi panas sebelumnya soal Soeharto yang juga nyeret-nyeret leluhur, nenek moyang, sampai hal-hal pribadi lainnya.

Maka, aku memang tidak perlu diperingatkan lagi. Sepertinya mailing list ini memang harus dibuatkan aturan. Sebab, ternyata tidak semua orang memang sedewasa apa yang aku duga. Masih saja ada orang-orang yang suka menyerang pribadi orang lain dengan seenaknya. Karena itulah kita perlu sebuah aturan. Bukan untuk mengekang orang berpendapat, tapi untuk membuat banyak orang lain agar lebih nyaman berada di dalamnya.

23 Comments
  • winyo
    February 26, 2008

    pertamaaaxxxx … horeeee …
    wah tadi malam bbc-nya conf hasilnya gimana bli? saya keburu tidur nok. wah saya ga mengikuti diskusi-nya bli. katanya salah satu pihak sampe un-subscribe ya bli? wah parah juga berarti ya. saya kemaren cuman jadi iklan aja. maksud hati biar ga terlalu panas.

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    February 27, 2008

    sama winyo, saya coba kasi intermezzo biar ga meledak kompor milisnya πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • dipoetraz
    February 27, 2008

    mari kita buat nyaman dan tentram milisnya dan tidak menyerang pribadi orang lain… πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • ebookreviewer
    February 27, 2008

    berhubung di milis udah saya jawab email bli anton di sini saya tegaskan aja lagi! Saya setuju dibuatkan aturan..

    ** udah dibuat kayaknya… hehehe…

    ReplyReply

    [Reply]

  • imsuryawan
    February 27, 2008

    Duh, tadi kayaknya saya salah pake id ya???

    ReplyReply

    [Reply]

  • asn
    February 27, 2008

    punya status co-founder sekaligus dedengkot emang ga jauh2 dari resiko ini. yg penting tetep cool aja bang anton!

    ReplyReply

    [Reply]

  • Arie
    February 27, 2008

    hanya jadi penonton dan pembaca yang setia πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • Yanuar
    February 27, 2008

    yoih..
    coooolll mas…

    ReplyReply

    [Reply]

  • anima
    February 27, 2008

    cuman masalahnya gimana caranya bikin aturan biar semuanya tetep nyaman? karena ga semua orang juga loh suka diatur

    yak stay cool aja bli, beginilah nasib jadi bapak blogger bali πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • dewi
    February 27, 2008

    klo saya sih benernya ga gitu sreg yah klo ada aturan, lebih baek ada kesepakatan bersama saja *apa bedanya, wiii?!??!* πŸ˜€
    soalan foto2 menjjikkan, yah mungkin bukan itu maksudnya. spt yang dibilang si pengirim, foto itu cuman pelengkap msg, dan hm.. don’t shoot the messenger, just shoot the message. nah, krn saya jijik dan sudah diingatkan klo jijik ga usah lihat, jadi saya ga liat fotonya yang katanya menjijikkan itu, ga tau deh apakah di foto itu dijelasin dengan tulisan resiko aborsinya dll. tapi yang jelas, itu hanya usaha untuk mencegah terjadinya banyak aborsi. dan saya setuju ini. kalau memang tidak mau hamil, mendingan pake alat kontrasepsi khan?

    mengenai debat, apakah itu hoax atau bukan, memang sebaiknya disertakan bukti yang autentik. kalau di google memang ada, mbok yah dicantumkan saja sekalian linknya. belum tentu hasil pencarian semua orang itu sama. dan hm.. semua bisa menaruh berita di internet dan meyakini kebenarannya bukan? kalau mulai menyerang pribadi memang sebaiknya diingatkan bang, jadi saya ga setuju klo langsung ngeban atau meminimizekan akses. apa bedanya di jaman orba dong, klo ga setuju maen tembak sajah. tulisan lawan dnegan tulisan. mulai serang pribadi, ingatkan. klo ga mempan, serang pribadi skalian saja. hahaha. klo sekarang di banned, nanti kalau kita merindukannya gimana?? hihihi, karena milis akan membosankan tanpa sebuah huru hara. dan basi kalau terlalu banyak basa basi.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Dek Didi
    February 27, 2008

    Yang penting tetap ngeblog. Masalah suka dan tidak suka dengan email yang dikirim anggota milis, kita kembalikan ke pribadinya masing-masing. Karena memang semua tidak bisa disamaratakan. Perbedaan pendapat itu indah, tp menyerang individu itu yang nggak indah.
    Aturan? Perlu gak ya? Kalo saya misalnya gak suka sama satu topik sih mending gak usah buka emailnya. Komen juga gak pernah. πŸ™‚
    Kanggoang sibuk, selaku bapak belogger Bali…

    ReplyReply

    [Reply]

  • widi
    February 27, 2008

    *setuju sama dek didi* peraturan harus ada tapi bukan untuk dilanggar……..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ady Gondronk
    February 27, 2008

    adha apha inhi…adha apha inhi…. (indra birowo mode on*)

    kok pake aborsi-aborsi segala..? jadi atut….
    dasar ga bertanggung jawab…. (sing nawang unduk ne…) πŸ˜†

    ReplyReply

    [Reply]

  • budarsa
    February 27, 2008

    Sing nawang unduk masi…
    (widi widiana fans)

    ReplyReply

    [Reply]

  • viar
    February 27, 2008

    ditunggu aturannya…
    long live bbc! πŸ˜›

    ReplyReply

    [Reply]

  • BlogDokter
    February 27, 2008

    Saya ngikut aja.

    ReplyReply

    [Reply]

  • novan kojaque
    February 27, 2008

    yang enak ya dibaca, yang nggak ya di hapus πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ina
    February 27, 2008

    Ada baiknya ada Moderator na Bli’.
    jd ada yg mengarahkan sehingga milis bisa terkontrol.
    *cuma saran*

    ReplyReply

    [Reply]

  • Wahyu Blue
    February 28, 2008

    salam kenal bli..
    memang susah bikin jadi “satu” bli.. dengan tingkat kedewasaan yg ber-beda seperti kata bli..

    tapi kudu tetep semangat..
    bravo buat bapak belogger Bali.. hehehhe

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    February 28, 2008

    @ winyo: hasil conferencenya, aku tambah pusing. hehe. soale aku ga bisa ngetik di sana. YMku jadul bgt. πŸ™ trus yg keluar itu bukan unsub, aku yg salah. maunya aku ban, eh, malah ke-remove. :((

    @ devari: intermezzonya diterima, apalagi kalo ada poto seleb melalung di tanah bajak laut. πŸ˜€

    @ dipoetraz: sungguh bijaksana pak dipoetraz ini. btw, kapan2 aku mampir rumahnya dong. deket soale. skalian cari makan minum gratis pas nyepi. hihihi..

    @ ebookreviewer: setujuuuuuuuuuu…. *padahal msh otak-atik aturannya kayak mau bikin teks proklamasi*

    @ imsuryawan: salah pakai id? hmm.. *mikir keras*

    @ asn: masalahnya ini pas lagi tepar lalu baca di milis ada lg imel2 yg nyerang pribadi. jadinya langsung esmosi mleduk: BAN! eh, salah klik jadi: REMOVE. :((

    @ arie: hmm, arie ini mmg trlalu merendah. pdhl sudah banyak jasa2nya bagi bangsa endonesia. πŸ˜€

    @ yanuar: sama kayak jawaban ke asn kali ya. kasian masak aku harus ngetik lg. hihihi..

    @ anima: me too. diatur aja aku gak suka, apalagi ngatur2 orang. mending aku pecalang ya. hehe. tp ya semoga adanya aturan akan lbh menyenangkan. imrooooon..

    @ dewi: karena komennya panjang, jd aku jawab dg satu kata aja: setujuuuuuu.. πŸ˜€

    @ dek didi: setuju jg. *udah keliatan capek ngetik komentar* πŸ™‚

    @ widi: setujuuu lagi. πŸ™‚

    @ ady gondronk: pasti sibuk ngurus rambut neh. makanya pura2 sinawang unduk. πŸ˜€

    @ budarsa: ini pasti gara2 sibuk nyari tanda tangan widi widiana. hihihi..

    @ viar: ditunggu masukannya. long live BOC, eh, BBC. πŸ˜€

    @ blog dokter: walah, ini guru kok malah ngikut murid sih? lalu aku ngikut siapa, pak guru? πŸ™‚

    @ novan: apanya yg enak, van?

    @ ina: makasih, jeng ina. sekarang udah pake meski sebenarnya aku pribadi tidak terlalu suka ada moderator. tp ya gimana lg. biar lbh banyak orang lain lbh nyaman..

    @ wahyu: bener, bli wahyu. memang tidak harus jd “satu” kok. yg penting saling menghargai aja. sing perlu nyerang2 pribadi timpal pedidi. salam kenal jg. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    February 28, 2008

    saya kanggoin jadi pembaca setia aja ya pak.. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    February 29, 2008

    @ wira: jangan lupa nyumbang doa jg. dan pecalang kalo diperlukan. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • Purnama Yasa
    March 3, 2008

    yups, yang penting hargailah orang lain…

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *