Terjawab Sudah Kegelisahan Itu

16 No tags Permalink 0

Lega rasanya setelah aku baca hasil tes darah itu. Tidak ditemukan malaria. “Trombosit juga normal. Gejala DB juga tidak ada. Silakan lanjut saja minum obatnya,” kata dokter cantik di Nikki Media siang ini. Waah, tidak sia-sia aku merapal doa pas Jumatan tadi. Hihi..

Hasil tes darah itu memang jadi jawaban menyenangkan. Soale aku kepikiran banget soal kemungkinan kena malaria. Pikiran ini muncul setelah kemarin siang mampir ke kantor. Tidak tahan hanya diam di rumah, siangnya aku ke kantor juga untuk sedikit pekerjaan. Padahal fisikku sepertinya belum fit benar. Tapi ya maksa dikit sing ken-ken lah.

Pas di kantor temenku langsung nyeletuk, “Takutnya kamu kena malaria. Soalnya kan habis dari Flores.” Jedug! Aku langsung kepikiran. Soale bulan lalu pas aku ke Flores, aku memang tidak minum obat anti-malaria dulu. Padahal semua teman sudah ngasih tau sebelumnya untuk minum obat itu. Flores kan endemik malaria. Beberapa teman juga kena malaria setelah dari sana.

Karena obatnya tidak ada, batallah aku minum obat itu. Apalagi obat anti-malaria ini memang tidak ada di Indonesia. Aku sendiri tidak sempat cek ke beberapa apotek. Selain karena tidak sempet, juga aku memang paling males kalau disuruh minum obat.

Parahnya malaria adalah karena tidak bisa sembuh seumur hidup. Sekali kena maka akan terus ada. Kadang-kadang bisa sampai mengakibatkan kematian. Aku memang pernah kepikiran untuk mati muda, tapi aku sudah mengubah keinginan itu. Sebab, orang yang ingin mati muda itu ternyata egois banget. Memang mudah dan menyenangkan untuk yang mati, tapi sangat berat untuk yang ditinggalkan. *Adi nglantur kene nah?*

Makanya, pas kemarin temanku bilang tentang kemungkinan aku kena malaria, aku langsung keder juga. Aku tanya Pak De Google soal ciri-ciri malaria, sepertinya memang mirip dengan sakitku. Dua atau tiga hari suhu badan tidak jelas. Demam. Dingin. Suhu badan naik turun tidak teratur. Kadang-kadang sampai menggigil. Tapi kadang sampai keringatan. Di punggung dan lenganku kadang-kadang sampai seperti ada es tipis di antara kulit dan daging gara-gara saking dinginnya.

Untuk tahu malaria apa tidak, semalem pun aku tes darah dianterin Bunda dan Bani. Abis diambil darahnya, giliran kami yang menghisap darah buku-buku di Gramedia Gatsu yang lagi diskon 30 persen. Hehehe.. *Ora nyambung blas!*

Karena perlu waktu empat jam untuk tahu hasilnya, dan kami tidak mungkin sampai begadang menunggu darah untuk dihisap tengah malam, maka aku baru ambil siang ini. dan, syukurlah, malaria itu tidak ada. Ah, senangnya..

16 Comments
  • winyo
    February 29, 2008

    pertamax lagi … horeeee …
    kemana orang – orang nah? kok sepi ya bli?
    semoga cepat sembuh bli 🙂
    kalo sakitnya malarindu tropikangen sih gapapa bli 🙂

    *kabbuurrrr*

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    February 29, 2008

    @ winyo: ini weekend, win. pd males ngenet. mentang2 kamu ngenet gratis di amrik. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • dipoetraz
    February 29, 2008

    hadir !!!
    berarti malaria sekali kena nempel terussss……
    cepat sembuh bli…

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ina
    February 29, 2008

    Jadi sakit apa dong bli’???
    kok penyakitnya misterius gitu… 😀

    cepat sembuh yach bli’ tar kita maen bola lagi.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ady Gondronk
    February 29, 2008

    Nah, bener kan….
    ga malaria kok…cuma Malarindu aja…
    tenang aja bos…..

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    February 29, 2008

    “……mentang-mentang kamu ngenet gratis di amrik….”

    wakakakaka aku tersinggung loh
    🙂

    semoga cepat wes ewes bablas angine bli

    ReplyReply

    [Reply]

  • Arie
    March 1, 2008

    *ikutan senang

    makan makan 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • Jinhp
    March 1, 2008

    Waduh padahal aku pernah kena Malaria sebelum tes Polri…mudah-mudahan sembuh total setelah konsumsi obat dari RS Polri deh 😀
    Mau nyoba obatnya Mas????

    ReplyReply

    [Reply]

  • anima
    March 1, 2008

    wuah, abis ini pasti begadang lagi nyatronin milis, hihihii

    ReplyReply

    [Reply]

  • Dek Didi
    March 1, 2008

    Cepet sembuh ya, bli….

    ReplyReply

    [Reply]

  • trancepass
    March 1, 2008

    kata nabi, sakit mengurangi dosa…
    karna dengan sakit, kadang orang jadi bisa introspeksi…
    walah, ngelantur… tapi jangan suka sakit ya.
    cepat sembuh…

    ReplyReply

    [Reply]

  • pink
    March 2, 2008

    semoga cepet sembuh…

    ReplyReply

    [Reply]

  • BlogDokter
    March 2, 2008

    Untuk ngecek darah malaria kudu pas panas tinggi, kalau tidak maka hasilnya akan negatif. Obat untuk mencegah malaria ada koq di Indonesia, cuma kalau di Bali memang sulitnya nyarinya karena Bali bukan daerah endemis malaria.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    March 3, 2008

    @ dipoetraz: tengs, bli. *sambil berharap ditraktir orang yg baru gajian*

    @ ina: sakit hati mungkin. gak dikirimin pisang epek jg smp sekarang. :((

    @ ady: yoih. asal bukan malapraktik. :p

    @ devar: ini bli devari mmg antenanya sangat canggih. makanya cepat sakit hati. 😀

    @ arie: ayo na’e makan2 lg.

    @ jinhp: waah, mau dong obatnya. bisa dikirim lewat email ga? 🙂

    @ anima: hmm, belum sempet jg tuh ngurus aturan milis. msh ngurus yg lain dl, trutama bani. 🙂

    @ dek didi: tengkiu. dtunggu jeruk kintamaninya. 😀

    @ trancepass: inggih, pak haji iqbal.

    @ pink: hai, pink. setelah kamu kunjungi, aku langsung sembuh nih. rajin2 berkunjung ya. 🙂

    @ blog dokter: waduh, brarti kemungkinan masih ada dong. :((

    ReplyReply

    [Reply]

  • widi
    March 3, 2008

    Syukur deh udah baikan, cepet sembuh…ya…

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    March 4, 2008

    gramedia gatsu rame bgt, ampe ga bisa mimpas..

    *ga nyambung juga

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *