Tradisi Toraja yang Masih Terjaga

5 , , Permalink 0

Setiap perjalanan adalah waktu untuk belajar tentang tempat tujuan.

Begitu pula dengan perjalanan ke Tana Toraja, Sulawesi Selatan pekan lalu. Sembari liputan tentang kopi spesial ala Toraja, aku juga sekalian belajar tentang budaya dan tradisi Toraja. Selama ini informasi tentang Toraja lebih sering aku baca di majalah wisata, terutama Garuda Inflight Magazine.

Continue Reading…

Ketika Raksasa Batu Menghentikan Waktu

5 , , Permalink 0

Batu-batu di tengah itu menggugahku. Dia sesuatu yang tak biasa.

Dengan ukuran sekira tubuh gajah dewasa atau sebagian bahkan tiga kali lipatnya, batu-batu itu terlihat seperti raksasa. Strukturnya bulat. Dari jauh sih terlihat mulus berwana hitam agak kusam. Hal yang menarik bagiku karena batu-batu itu di tengah sawah di mana petani biasa menanam padi sehari-hari.

Continue Reading…

Kuatnya Perempuan dalam Adat Lamongan

5 , , , , Permalink 0

Kalau di tempat lain laki-laki yang memegang kendali dalam tradisi, maka tidak demikian di Lamongan.

Kuatnya posisi perempuan di Lamongan ini mengingatkanku lagi ketika aku pulang kampung pekan lalu. Selain untuk liburan juga sekalian meramaikan pernikahan sepupuku. Pernikahan sepupuku dengan laki-laki dari Betawi ini justru diadakan di rumah mempelai perempuan.

Continue Reading…

Lagi-lagi Perempuan jadi Kambing Hitam

5 , , , , Permalink 0

Kenapa sih harus perempuan yang selalu dijadikan kambing hitam?

Pertanyaan itu langsung muncul di pikiranku setelah ngobrol dengan pembina, sekaligus penari, sendratari di Pesta Kesenian Bali (PKB) pagi tadi. Sendratari selama sekitar satu jam itu menceritakan dua bersaudara laki-laki, yang pada awalnya akur tapi kemudian berantem gara-gara merebutkan perempuan cantik.

Continue Reading…

Subak pun Dijual di Malaysia

5 , , , , Permalink 0
Sebuah email datang di inbox kemarin sore. Pengirimnya Sugi Lanus, teman yang lebih banyak berdiskusi di dunia maya ketimbang bertemu muka. Isi emailnya: Subak sudah pindah ke Malaysia.

Sugi memberikan tautan ke website Restoran Subak di Malaysia. Alamat situs restoran itu pakai identitas Malaysia di belakangnya (com.my). Aku cek alamat tersebut. Walah, ternyata benar. Nama subak yang digunakan restoran tersebut memang mentah-mentah diambil dari Bali.

Continue Reading…

Belajar Islam Saat Odalan

17 , , , , Permalink 0

Sembahyang saat Odalan di Bali

Menjadi menantu orang Hindu Bali membuat saya juga harus bertoleransi pada upacara-upacara yang diadakan keluarga. Bukan hanya keluarga kecil seperti mertua atau saudara ipar tapi juga keluarga besar. Salah satu ciri khas Bali kan karena kuatnya ikatan di antara keluarga besar terutama saat upacara agama.

Saya tidak terlalu sering ikut upacara seperti pawiwahan (pernikahan), mepandes (potong gigi), atau odalan (perayaan enam bulanan pura keluarga atau desa). Biasanya sih alasannya karena sok sibuk atau karena memang agak malas juga. Bayangkan saja kalau odalan itu diadakan tiap enam bulan sekali di masing-masing keluarga. Kalau ada enam saudara yang mengadakan odalan, berarti bisa tiap bulan saya ikut upcara.

Continue Reading…

Merayakan Setelah Kematian Datang

6 , , , , Permalink 0
Sudah tengah malam. Namun suara orang menyanyi diiringi gitar masih terdengar di gangku. Tumben saja sih. Sudah lama aku tidak mendengar suara orang gaduh di tengah malam. Tapi sudah beberapa malam ini suara-suara orang bernyanyi itu terdengar sampai larut malam.

Suara nyanyian itu datang dari orang-orang yang lagi duduk-duduk di depan gang kecil ke rumah Gede, salah satu tetanggaku. Kemarin kakek Gede yang sudah uzur banget meninggal. Tidak ada tangisan. Mungkin juga karena umur si kakek yang sudah tua dan sakit cukup lama.

Continue Reading…

Kupatan, Naik Gunung Sambil Bermaafan

4 , , , , Permalink 0

Bulan Syawal masih tersisa 15 hari lagi. Jadi masih bolehlah kalau menulis soal lebaran. Kali ini tentang kupatan, tradisi merayakan lebaran seminggu setelah hari H. Aku tidak tahu jelas apakah tradisi kupatan ini hanya ada di Jawa Timur, Jawa, atau semua orang Indonesia yang merayakan Lebaran.

Sebatas yang aku tahu sih tidak ada tradisi kupatan di Bali. Di Jakarta juga tidak ada. Padahal di Mencorek, kampung halamanku di pesisir utara Lamongan, Jawa Timur, kupatan selalu jadi pelengkap lebaran. Bagi anak-anak, kupatan malah lebih meriah dibanding lebaran itu sendiri.

Continue Reading…