Malu Bertanya, Gunakan Saja Social Media

2 , , Permalink 0

Ini sebenarnya cerita lama ketika ke Makassar Mei lalu.

Kalau tak salah sekitar Mei lalu. Ketika ke sana untuk pekerjaan hanya satu hari.

Ketika itu aku menginap di daerah Panakukkang. Padahal biasanya tiap kali ke kota tepi pantai ini, aku biasa menginap di daerah ternamanya, Pantai Losari. Karena menginap di daerah baru, aku pun tak terlalu kenal daerah ini. Termasuk soal di manakah tempat mencari makan yang enak.

Selamat Datang Generasi Eksis dan Kritis

Ternyata, netizen Bali itu muda dan berbeda.

Demikian salah satu hasil penting dari survei daring (online) yang kami adakan lewat Sloka Institute selama sebulan lalu. Sebagian hasil survei sudah bisa ditebak. Namun, sebagian lainnya justru mengejutkan. Dan, menyenangkan.

Survei daring tersebut kami adakan pada 21 Mei – 20 Juni 2012. Ada 401 responden mengisi survei untuk pengguna internet (netizen) di Bali maupun orang Bali yang tinggal di luar Bali tersebut.

Hiperkonsumerisme, Hiperteks, Hipermedia

7 , Permalink 0

Akhirnya, aku menemukan lagi tulisan reflektif dengan bahasa ringan ala Bre Redana. Pemikir dan penulis kajian kebudayaan (cultural studies) ini orang yang meracuniku lewat tulisan-tulisannya tentang gaya hidup sejak 10 tahun lalu. Selalu nyentil dengan bahasa ringan.

Begitu pula tulisannya kali ini di Kompas. Aku tahu tentang tulisan ini malah dari Bunda pas lagi ngobrol santai. Maka, tulisan ini pun aku salin dan tempel di blog ini. Semata buat mengingatkan diri meski pada beberapa hal aku rasa kurang tepat dan aku tak setuju dengannya.

Tulisan ini ada di edisi cetak namun aku temukan pula di Kompas Tekno. Selamat membaca dan berefleksi ria.

Teknologi Informasi Mencerabut Kemanusiaan Kita

0 , , Permalink 0

Aku pikir teknologi informasi hanya mendorong perubahan dunia nyata ke arah lebih positif. Ternyata itu tak sepenuhnya benar.

Yanuar Nugroho, peneliti dari Manchester University, Inggris menunjukkan hal sebaliknya. Dunia maya ini ternyata malah mencerabut nilai dari kemajuan teknologi informasi itu sendiri. Yanuar tak hanya berteori tapi juga memberikan contoh-contoh ironi ini ketika berdiskusi di Sloka kemarin dengan teman-teman pegiat gerakan masyarakat sipil di Bali.