NTT, Kenalkan Pangan Lokalmu

4 , , , Permalink 0

Nulis tentang periboga Lombok mengingatkanku pada NTT.

Setiap kali ke Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Sumba, Flores ataupun Timor, aku selalu kecewa untuk urusan lidah.

Aku tak menemukan warung makan dengan menu lokal yang enak di pulau-pulau tersebut. Tiap kali makan, teman-teman di sana akan mengajak ke warung jawa atau warung padang.

Kalau hanya warung jawa atau padang, aku tak perlu jauh-jauh ke NTT. Di Bali pun banyak. Sebagai penggemar makanan lokal, aku ingin makan menu khas setempat, seperti di Sumba, Flores, ataupun Timor. Nyatanya, aku hampir tak pernah menemukannya.

Continue Reading…

Tiga Menu Andalan Lombok

0 , , Permalink 0

Perjalanan ke Lombok kali ini lebih lengkap dengan berburu periboga.

Maka, selama di sini pun aku benar-benar berniat dari awal, harus menikmati menu-menu khas Lombok, seperti ayam bakar taliwang dan sate bulayak. Ternyata, kemudian ada menu khas yang juga aku baru tahu, bebalung.

Continue Reading…

Menanti Sajian Khas Negeri Sendiri

Garuda Indonesia harusnya lebih banyak menyediakan menu khas negerinya sendiri daripada menyuguhkan roti.

Karena belum makan malam, aku mengharapkan ada suguhan makan di penerbangan antara Surabaya – Denpasar, Selasa malam kemarin. Aku berharap pramugari cantik itu menyajikan satu porsi nasi lengkap dengan lauk ayam atau ikan laut. Apa daya, dia tak menyajikan menu yang aku harapkan.

Continue Reading…

Dalam Damai Masalah Selesai

11 , , Permalink 0

Es Enak Cafe Me

Sabtu pekan lalu, kami akhirnya bertemu. Aku bersama Lode, istriku. Sri, dari manajemen Cafe Me, bersama pemilik kafe. Pertemuan kami agak canggung pada awalnya, tapi akhirnya toh selesai juga masalah di antara kami.

Itikad untuk bertemu datang dari pihak Cafe Me. Manajemen kafe di Jl Pulau Kawe Denpasar dengan menu spesial mie ini pertama kali kontak aku pada 20 Januari lalu. Manajemen Cafe Me menjawab tulisan pengalamanku diperlakukan tidak simpatik oleh pemiliknya.

Continue Reading…

Agar Rasa Bisa Bercerita

8 , , Permalink 0
Tak ada makan siang gratis. Begitu pula dengan traktiran untuk Tulank dan Intan sore tadi. Setelah bagi-bagi gaji dan honor di kantor siang hari, sorenya kami makan bersama di kafe Warung Taji di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Lina PW yang ada di Sloka juga kami ajak. Karena dia bawa kamera, dia kebagian tugas moto-moto.

Sementara itu Tulank dan Intan, kami minta untuk menulis pengalaman bersantap di kafe penyedia menu Italia dan Jepang ini. Gara-gara meminta mereka untuk menulis kuliner itu, aku jadi inget ide lama untuk berbagi pengalaman menulis topik yang masuk kategori berita ringan (soft news) ini.

Continue Reading…