Surealisme Cerita Bani untuk Adiknya

1 , , , Permalink 0

Cerita untuk adik

Mohon maaf kalau telat dan hanya ikut-ikutan.

Aku pun akhirnya jadi korban euforia Eka Kurniawan juga. Nama Eka banyak disebut akhir-akhir ini setelah dua karyanya diterbitkan di Amerika Serikat.

Beberapa teman di media sosial makin sering menyebut namanya. Begitu pula dengan media arus utama. Dia disejajarkan dengan Pramoedya Ananta Toer sebagai pembawa gaya baru dalam sastra di Indonesia.

Maka, aku pun membeli salah satu karyanya, Cantik Itu Luka. Novel yang sebenarnya sudah terbit 11 tahun silam ini sekarang diterbitkan Gramedia Pustaka.

Setelah membaca sekitar satu bab, cerita dalam Cantik Itu Luka ini surealis banget. Lucu. Si Eka menulis sesuka-sukanya. Menabrak semua logika.

Aku kemudian teringat pada novel trilogi yang aku baca sebelumnya, 1Q84 karya Haruki Murakami yang sama surealis dan absurdnya.

Tapi, surealisme semua cerita itu langsung tidak ada apa-apanya begitu aku baca cerita karya Bani untuk adiknya pagi ini. Dia mengirimkannya ke email. Aku ketawa ngakak pas baca cerita ini.

Cerita untuk adik

 

Pada jaman dahulu
Ada seorang pesawat yang sangat ingin jadi terkenal,
Pekerjaanya membantu petani yang rajin dia berteman akrab
Bersama pohon dia berbicara bersama dia dan bermain bersama dia.

 

Saat dia pulang ke rumah dia menonoton TV
Dia menonton GOMORA tiba-tiba datang seorang manusia
Namanya satori dia suka nonton POWER RANGERS ULTRAMAN PEPPA PIG.

 

Pesawat itu berkata “hei kenapa kamu disini”
Satori berkata “adik mau nonton gomora”
Pesawat itu kaget anak kecil suka nonton film itu
Mungkin karena orangtuanya yang males ngajarin
Tiba-tiba datang manusia lagi bernama BANI.

 

“hei kamu menculik adikku’’ sorak bani kakaknya satori
“rasakan ini KAMEHAMEHA’’jurusnya bani keluar
Pesawat itu terbang ke monas sungguh menakjubkan.

 

“terbaik’’ kata adik, bani pun mengajak satori pulang
“kak bani nonton peppa pig lucu yok’’ kata satori
“yuk naeh’’ kata bani .

 

.TAMAT .

1 Comment
  • PanDe Baik
    October 22, 2015

    Jadi mangkin lucu saat tidak ada yang berkomentar di tulisan aselinya, sementara malah ramai di group whatsapp nya. *ehem

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *