Super Toy ala Super Boy

10 , , Permalink 0
Peristiwa pembakaran padi Super Toy oleh petani di Purworejo jadi peristiwa paling menarik bagiku pekan lalu. Berita itu pertama kali aku lihat di TV Kamis pekan lalu. Puluhan petani di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, itu membakar tumpukan padi mereka yang mengalami gagal panen.

Mereka juga menuntut ganti rugi kegagalan itu pada investor proyek, PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Besarnya sekitar Rp 1,6 milyar. Petani menuntut ganti rugi karena mereka merasa ditipu oleh investor tersebut. Ketika mengenalkan padi itu pada petani lalu menanam pada Desember 2007, PT SHI mengatakan kalau padi itu bisa panen hingga 10 ton per hektar. Juga padi itu bisa panen sampai tiga kali untuk satu kali musim tanam.

Janji itu tentu saja sangat membuai. Standarnya petani hanya bisa memanen 5 ton padi kering per hektar. Atau paling banyak 7 ton per hektar. Lha ini sampai 10 ton per hektar. Gimana petani tidak ngiler.

Pada panen pertama April lalu, Susilo Bambang Yudhoyono, orang nomor satu di negeri ini juga ikut merayakan panen perdana itu. Makanya, petani jadi yakin dengan hasilnya.

Tapi, ah, janji PT SHI hanya omong kosong. Pada panen kedua ini, petani rugi besar.
Dari 103 hektar di Grabag, sekitar 72 ha gagal panen. Sisa yang bisa panen hanya 1,3 ton per hektar. Jauuuuh di bawah standar.

Karena kecewa itu, maka petani membakar padi mereka. Lalu, bau tak sedap segera tercium bersama asap hitam dari padi yang dibakar. Ada apa di balik pembakaran itu?

Beberapa hari ini aku mencari referensi tentang kasus tersebut. Bahan utama dari internet, terutama kliping koran Kompas. Dari beberapa fakta itu, terlihat jelas betapa buruknya nasib jadi petani di negeri ini. Hanya jadi kelinci percobaan. Parahnya percobaan itu lebih banyak bersifat bisnis semata tapi didukung oleh orang terpenting di negara ini, SBY.

Super Toy sebenarnya baru calon varietas padi. Benih ini belum mendapat sertifikat sebagai benih dari Departemen Pertanian. Tapi, karena benih ini diperkenalkan oleh lembaga besar, maka jadilah jalannya lancar.

Super Toy HL-2 sendiri adalah singkatan dari nama penemu calon varietas itu, Tuyung Supriyadi, bersama Heru Lelono. Padi persilangan Rojo Lele dan Pandan Wangi ini diperkenalkan pertama kali oleh Gerakan Indonesia Bersatu (GIB). SBY jadi Ketua Dewan Pembina lembaga ini sejak September 2002.

Heru Lelono, staf ahli SBY, jadi sekretaris di lembaga ini. Heru adalah juga komisaris PT SHI, yang memproduksi benih Super Toy ini. Kedekatan Heru Lelono ini yang mungkin membuatnya ibarat super boy, susah disalahkan.

Dengan menggunakan kedekatan sama SBY itu, wajarlah jika Heru Lelono bisa semena-mena memaksa petani menanam padi Super Toy.

Anehnya, Heru Lelono kok masih dipertahankan sebagai staf ahli. Padahal sebelumnya dia juga membuat lelucon soal Blue Energy, yang terbukti cuma mimpi..

10 Comments
  • Artha
    September 8, 2008

    wah gawat tuh yach Bli; merugi donk yach …

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    tentu saja merugi lahir dan batin. 🙁

    ReplyReply

    [Reply]

  • mohammad
    September 9, 2008

    kasihan petani… knapa selalu jadi korban..?

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    mangkane enakan dadi wartawan. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    September 9, 2008

    makanya di bali tidak ada yg mau jadi petani, mending jual aja tanah dijadikan villa…

    *hasut mode on

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    hahaha, jawaban yg sangat tepat.

    ReplyReply

    [Reply]

  • didut
    September 9, 2008

    phew …. *geleng-geleng*

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    geleng2 jg

    ReplyReply

    [Reply]

  • nono
    September 9, 2008

    clingak-clinguk…
    hanya bisa…
    weleh…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    clingak clinguk jg. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *