Sudah Bayar Dibentak Pula

6 , Permalink 0
Petugas berbaju batik putih biru itu menghalangi jalanku keluar dari gerbang Bandara Ngurah Rai Rabu pukul 9.30 Wita pagi ini. Dia berhenti dengan sepeda motornya di tengah satu-satunya jalur untuk keluar bandara tersebut.

Aku tekan bel. Dia lalu mundur dengan tatapan tak bersalah, apalagi minta maaf. Tidak apa-apa. Bukan masalah besar.

Aku majukan motorku lalu berhenti di tempat biasa aku harus membayar biaya parkir di bandara. Pagi itu aku sebenarnya tidak parkir. Hanya lewat masuk bandara. Menurunkan temanku yang hendak ke Flores. Lalu ngebut kembali ke Denpasar karena sudah lewat jam masuk kantor.

Tapi toh tetap harus bayar.

Aku lihat tiga petugas berbaju batik di pintu keluar itu, selain petugas yang tadi menghalangi di pintu keluar. Mereka sedang ngobrol satu sama lain. Tidak ada satu pun yang memajukan tangan meminta pembayaran parkir. Aku agak bingung.

“Mungkin mereka bukan petugas parkir,” pikirku. Apalagi mereka tidak duduk di loket pembayaran seperti biasa. Mereka berdiri di luar.

Aku noleh ke loket lain di sebelah kanan pintu keluarku. Barangkali petugas penarik biaya parkir itu ada di sana. Tapi ternyata loket itu tutup. Aku menyimpulkan pagi itu memang belum ada petugas penarik biaya parkir.

Karena merasa tidak ada petugas, aku berniat melanjutkan perjalanan. Aku tarik gas motor. Eh, tiba-tiba tiga petugas yang berdiri itu teriak-teriak membentak. “Woi-woi. Jangan main kabur saja! Bayar dulu!” teriak mereka.

Aku langsung berhenti. “Sini atret dulu!” kata salah satu dari mereka dengan tampang sama sekali tidak bersahabat. Mereka kelihatan marah.

“Soale bingung, Bli. Kirain tidak ada petugas,” kataku.

Mereka masih ngomel marah-marah. Aku menahan diri. Males ngotot-ngototan di pagi hari. Lagian mereka bertiga aku sendiri. Pasti tetap saja aku salah dan kalah.

Aku membayar keWAJIBanku sebagai pengguna fasilitas publik. Aku dengan senang hati melakukan itu. Membayar Rp 2000 untuk melewati pintu gerbang, karena aku tidak parkir sama sekali.

Tapi kali ini aku membayarnya dengan rasa dongkol pada pelayanan petugas itu. Mereka sudah aku bayar. Seharusnya mereka memberikan pelayanan yang lebih bersahabat. Bukan dengan menyalahkan dan membentak-bentak orang..

6 Comments
  • wira
    September 9, 2009

    ya beginilah fasilitas publik kita, tapi tentunya tidak semua seperti itu…

    **mungkin petugas malemnya ga dikasi jatah sama istrinya, makanya jadi cepet marah :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • pushandaka
    September 9, 2009

    Wah, bener-bener deh mereka itu. Orang-orang seperti itu lagunya seperti ndak butuh kita. Giliran kita pergi, baru mereka ngomel.

    Ih, aku baca perintah mereka, “Sini atret dulu!” bener-bener jadi pengen marah. Mestinya kamu bayarnya dengan cara melempar uangmu ton! Ndak usah minta kembalian sekalian. Biar mereka tau diri!

    Kok aku jadi ikutan marah ya..

    ReplyReply

    [Reply]

  • sheva
    September 10, 2009

    pengalaman seperti itu sering kali terjadi di airport. Saya sering melihat dan mengalami bentakan oleh petugas berbaju putih biru itu. Mungkin mereka belum ditraining seperti security atau petugas2 di bidang jasa…

    Kalau saya dibentak, pasti melawan hehehe…

    ReplyReply

    [Reply]

  • Brandal Surga
    September 11, 2009

    Lama2 idup di indonesia berasa di texas ya…

    ReplyReply

    [Reply]

  • sugeng
    September 12, 2009

    Memang begitulah gaya preman yang berseragam yang diayomi oleh payung perda. Klo aku, asal gak dengar langsung ngacir aja pak. 😆

    ReplyReply

    [Reply]

  • zulham
    September 14, 2009

    Wauah, saya yang baca aja ikut marah sama ptugas! apalgi ngalaminnya! huih, hidup-hidup!

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *