Selamat Datang Kemenangan Bobotoh

15 , Permalink 0
Kekuasaan memang menyilaukan. Maka, tidak peduli harus menelan ludah sendiri, para calon gubernur Bali pun kini bergandeng mesra dengan bebotoh. Tapi yang paling memalukan bagiku memang Made Mangku Pastika. Aku heran saja baca tulisan di Bali Post bahwa dia akan merangkul para bebotoh, orang yang suka main adu ayam alias tajen ini.

Ini bener-bener mengagetkanku. Setahuku pas zaman jadi Kapolda Bali, Ketua Tim Investigasi bom Bali ini adalah orang yang paling kenceng memerangi tajen. Salah satu yang aku ingat adalah ketika dia mendatangi tempat tajen paling tersohor di Denpasar di daerah Yangbatu. Wih, sampai ada satu orang yang mati ketika tajen dibubarkan polisi.

Pastika termasuk paling berani di antara sekian Kapolda Bali yang pernah ada dalam hal memberantas tajen. Mungkin karena dia memang punya karisma. Orangnya simpatik dan berisi kalau ngomong. Zaman aku masih rajin liputan di Polda Bali dan dia menangani kasus bom Bali maupun jadi Kapolda, aku selalu terkagum-kagum melihatnya. Dia pinter ngomong, pinter bahasa Inggris. Apalagi setelah aku tau latar belakang dia, wah, waktu itu aku bener-bener salut dan kagum sama jenderal yang satu ini.

Modal lain yang membuat dia berani memberantas tajen waktu itu mungkin karena dia orang Bali. Jadi dia tahu banyak soal budaya Bali dan Hindu, termasuk soal tajen yang sering dicampuradukkan dengan tabuh rah. Aku inget sering banget ada penggerebekan tajen waktu itu. Bahkan tidak jarang polisi pun repot harus ngurus ayam yang menjadi barang bukti. Ya mulai ngasih makan sampai bersihin e’eknya ayam. Hehe..

Makanya, semasa Pastika jadi Kapolda Bali, tajen bisa dikatakan mati suri.

Eh, lha dalah, kok ini tiba-tiba dia bilang mau merangkul bebotoh hanya karena dia akan dicalonkan PDI Perjuangan sebagai calon gubernur bareng Puspayoga. Jelas banget itu ya karena dia mau ngejar kekuasaan. Maka, bergembiralah para bebotoh. Sebab kini mereka sudah dianggap sebagai modal politik yang penting.

Kalau gini ceritanya, aku mau juga ikut kakak iparku main tajen. Minggu besok aku mau ikut jadi bebotoh. Siapa tau nanti aku diajak Pastika jadi tim suksesnya. Kan lumayan tuh. Hehe..

15 Comments
  • Dek Didi
    March 14, 2008

    Adi buin patuh topikne bli?
    Kita memang seperti seiya sekata….. 😀
    Cek di blogku. Aku jg tulis tajen & bebotoh, tp singkat.
    Beginilah kalo mata telah dibutakan oleh kekuasaan. Pura-pura lupa, atau dengan cara menghaluskan bahasa menjadi hal yang wajar.
    Kata-kata yang sudah terlanjur terucap kan bisa ditarik. Komitmen jadi gak ada artinya.
    Apa benar begitu??

    ReplyReply

    [Reply]

  • Nyoman Ribeka
    March 15, 2008

    saya sudah memberi tjap merah kepada pastika di blog saya bli hahahahaha … dasar bunglon politik hahahahaha … payah dasar 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • Wahyu Blue
    March 15, 2008

    yup.. cukup memalukan bli.. bahkan sempet saya baca.. “Tajen itu termasuk salah satu budaya Bali, patut dilestarikan. Dan nanti kita pikirkan, kalau bisa tanpa taruhan…” kata Pak Mangku.. kok kesannya plin-plan gitu yach… huehuehe. Emang bisa tajen ngga pake taruhan?? :))

    Tapi lebih kasian sama Pak Mangku.. berani bertaruh sama citra diri/reputasinya.
    Memang uang membutakan segalanya.. parah…

    ReplyReply

    [Reply]

  • artana
    March 15, 2008

    Gimana ya gaya bli anton kalau di tajen?…he..he

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    March 15, 2008

    kau yg berjanji kau yg mengingkari, kau yg memulai kau yg mengakhiri..
    kau yang menbrantasi kau yg mengupini (upin=tiup)…

    *dangdut mode on)

    ReplyReply

    [Reply]

  • paramarta
    March 15, 2008

    ngomong politik sih saya buta , tapi kalo polosnya, menghalalkan segala cara untuk menang. kalo si pastika itu ditanya seperti ini saya tau jawabannya juga akan macam2. kayak anak kecil : ” biin baang – biin tagih “.

    ReplyReply

    [Reply]

  • ady gondronk
    March 16, 2008

    aduhhhh…..amun ngomongan calon gubernur bali jani kal sing ade telahne….!!!! ade ane mengusung tema green politik (KONE),ade ane mensinergikan pariwisata dan pertanian(KONE),bahkan ane paling guendengg merangkul bebotoh (SEKEN NE). ngenah sajan jelemane plin plan..

    aduuuhhhh…,cang sing kal milih mani…

    ReplyReply

    [Reply]

  • widi
    March 17, 2008

    Tajen..itu..merusak kesucian pura…*meniru iklan mangku pastika*

    ReplyReply

    [Reply]

  • imsuryawan
    March 17, 2008

    Hehehehe… kalo untuk yang ini saya no comment! Suba med Bli sama yang beginian!

    ** kalo no comment kok masih ngasih comment! wkwkwkw…

    ReplyReply

    [Reply]

  • asn
    March 18, 2008

    pastika.. terlalu napsu jadi bikin BLUNDER yg cukup fatal hehe. kalo di sepakbola, ini sama dengan pemain bek hands ball di kotak pinalti sendiri. skrang tinggal pemain lawan bisa nendang dengan baek ga ..? wakakaka

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    March 18, 2008

    ah, pak de mangku emang gila kali ya?
    Saya sempat baca juga di bali katanya yang akan dilestarikan itu “tajen budaya” bukan “tajen judi”.

    Saya jadi mikir, saya yg emang berwawasan sempit atau dia yg kelewat longor, dari dulu sampai sekarang tajen ya tetap judi, ada taruhan uang disana. Hahahaha…

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    March 19, 2008

    @ dek didi: hehe, kita seide beda istri saja nih brarti. 😀 soal tajen, susah memang kalau semua dbawa ke politik. jdnya bisa jd benar meski sebelumnya dibilang salah. 🙂

    @ winardi: waduh, jangan cap merah. ntar KTPnya disi extapol dong. 😀

    @ wahyu: mungkin dia ngincer kekuasaan lbh besar. makanya taruhannya jg besar. 🙂

    @ artana: pasti sibuk teriak gen, “gasal. gasal. gasal.”

    @ devari: jauh2 ke karibia kok lagunya dangdut. 😀

    @ paramarta: buin kene, buin keto. 😀

    @ ady gondronk: adi sing milih. pilih gen pan belog. 😀

    @ widi: juga merusak dompet anda. 🙂

    @ imsuryawan: aku no comment jg. 🙂

    @ asn: paling enak mmg jadi penonton. tinggal lemparin kalau timnya kalah. 😀

    @ wira: sptnya kita yg longor. tidak cukup cerdas utk menerjemahkan maunya pastika. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • ick
    March 19, 2008

    bli katanya judi itu meresahkan masyarakat, merusak kesucian pura,bla…bla..bla..
    seperti yang pastika bilang di bali tv..

    dia pastiKABUR…kalo di berondong ama pertanyaan itu…

    salam kenal dari saya…

    ReplyReply

    [Reply]

  • tunik
    March 20, 2008

    sebuah pernyataan yang sepertinya ingin membangun citra “lebih bijaksana”, tapi malah jadi terkesan “kurang bijak” ya bli. ckck..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Tu de
    August 22, 2012

    ae to pak mangku pastika plin plan…..
    asbunkol, asal bunyi konyol..
    bekan menebar rayuan untuk dukungan

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *