Selain Egois, Mereka juga Sinis

14 , , , , Permalink 0

Merasa sebagai borjuis, orang Perancis malas bicara dalam Bahasa Inggris.

Karena ingin tahu di mana tempat lain untuk membeli tiket, aku bertanya pada petugas di stasiun Gaellani, Paris bagian barat pagi itu. Dia menjawab dalam bahasa yang tak ku mengerti. Dari dialeknya, aku yakin itu Bahasa Perancis. Ini toh juga di Paris.

Aku mengajaknya bicara dalam Bahasa Inggris. Dia tetap saja ngomong dalam bahasa yang tak kumengerti itu. Karena aku tak mengerti apa maksudnya, dan dia juga tak mau diajak ngomong Bahasa Inggris, aku lalu pergi mencari sendiri tempat membeli tiket itu.

Melewati lorong sekitar 100 meter dari tempat pertama, aku dan dua teman lain menemukan juga loket pembelian karcis. Kali ini petugasnya perempuan. Tapi dia patuh dogen alias sama saja dengan petugas yang aku temui sebelumnya. Wajah mereka dingin. Meski aku sudah tersenyum dan mencoba lebih ramah, mereka tetap saja tanpa senyum.

Dan, lagi, dia tak mau bicara dalam Bahasa Inggris.

Inilah salah satu masalah di Perancis. Orang-orang di negara ini malas diajak ngomong selain dengan bahasa mereka sendiri. Aku sudah mendengarnya beberapa kali dari beberapa teman ataupun media. Dan, ternyata ada benarnya.

Bahkan beberapa anak muda yang kami temui di Katedral Notre Dame yang sedang mlonco temannya untuk kampanye juga tidak mau diajak ngomong Bahasa Inggris. Ini tentu saja tidak berlaku untuk semua orang Perancis. Tapi sebagian besar memang begitu, tidak mau diajak ngomong selain Bahasa Perancis.

Selain tidak mau diajak ngomong selain Bahasa Perancis orang-orang di negeri Napoleon Bonaparte ini, setidaknya di sebagian tempat di Paris yang aku kunjungi, juga lebih dingin. Tak seperti orang Belanda yang sangat ramah pada orang lain, orang Perancis lebih susah diajak ngobrol.

Di Belanda, (hampir) tiap kali ketemu dengan orang asing, aku akan say hallo atau hai. Lalu dia akan menjawab tak kalah ramahnya. Lebih sering pula mereka yang menyapa orang lain yang tak mereka kenal sekalipun. Lalu, setelah say hallo atau hai itu pembicaraan akan mengalir begitu saja.

Tapi tidak di Paris.

Meski gigiku sampe kering karena saking lebar dan lamanya tersenyum, orang yang aku ajak senyum di Paris tetap saja memasang muka sinis. Mereka tak mau tersenyum balik apalagi tertawa. Ini tak hanya sekali tapi berkali-kali. Di dalam metro, di tengah jalan, di loket karcis, di toilet. Aku tak menemukan orang yang bisa diajak berbagi senyum ini.

Egoisnya orang Perancis, yang tak mau ngomong selain Bahasa Perancis dan tak mau diajak senyum ini, ternyata dibenarkan orang Eropa sendiri. The Guardian pernah mempublikasikan hasil riset arogansi orang Perancis.

Ini salah satu pertanyaan di riset tersebut bersama jawabannya. The French arrogant? Yes, they are.

14 Comments
  • PanDe Baik
    May 18, 2010

    Mereka begitu bangga dengan bangsa mereka rupanya ya Ton ?

    ReplyReply

    [Reply]

  • PanDe Baik
    May 18, 2010

    walah… jadi komentator yang pertama toh ? hihihi… baru nyadar. seharusnya tahapannya kebalik. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • Agung Pushandaka
    May 18, 2010

    Ya jangan disamakan dengan orang Belanda donk. Leluhur orang Belanda kan pernah hidup ratusan tahun di nusantara. Jadi mereka sudah ketularan keramahan masyarakat sini dan diturunkan ke anak cucu mereka sampai sekarang. 😛

    ReplyReply

    [Reply]

  • imadewira
    May 18, 2010

    untunglah saya belum pernah ke Prancis…

    **halah, apa hubungannya? 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • Arif Nofiyanto
    May 18, 2010

    Diantara banyak bule yang kukenal, satu-satunya Bule yang minta dipanggil “Pak”, adalah orang Perancis. Ga heran then

    ReplyReply

    [Reply]

  • om_rame
    May 18, 2010

    nah kini tinggaL bangsa Indonesia dgn adat ketimurannya agar jgn sampai meniru budaya tersebut.

    ReplyReply

    [Reply]

  • delia
    May 18, 2010

    Istri pamanku orang prancis, cuma sudah lama tinggal di london….dan mungkin krn sudah ngikut budaya Indonesia… Alhamdulillah ramah…

    tapi emang benar most of them are arrogant.. ^_^
    Pengalaman yang menarik ya… 🙂
    salam kenal

    ReplyReply

    [Reply]

  • bloggerspeed
    May 18, 2010

    Lagi musim apa ni bos di sana? Iya bener banget, bangat teman saya juga mengeluhkan kalau orang perancis sombong2, dan mereka berharap semua orang di dunia make bahasa mereka…
    Tetapi satu2nya teman saya yang dari perancis baik… Jadi saya gak ikut-ikutan ah… hehe

    ReplyReply

    [Reply]

  • fitrimelinda
    May 18, 2010

    wahh gitu ya??? bearti klo mw keprancis mesti bljar bhs france dulu neh..

    ReplyReply

    [Reply]

  • ititut4rya
    May 19, 2010

    Oooo, gitu ya, makasi infonya, jadinya kalo saya ke paris nanti bakalan saya ajak ngomong basa bali aja, biar sombongnya sama, hehehehe…

    ReplyReply

    [Reply]

  • agus lenyot
    May 20, 2010

    termasuk di negeri orang juga mereka egois dan angkuh. katanya, kalau mereka tinggal di negeri orang, orang prancis nggak mau pake mercy, bmw, toyota atau honda, mereka harus pae peugeout… kalau nggak salah..

    ReplyReply

    [Reply]

  • viar ms
    May 21, 2010

    wah udah sampe eropa, share foto2nya dong om

    ReplyReply

    [Reply]

  • alimah
    June 3, 2010

    aku baca sampai tuntas artikel ini. menarik sekali. memang sudah lama dan sering mendengar arogansi orang Paris yang tak mau berbahasa Inggris, tapi baru tahu begitu parahnya arogansi mereka dalam artikel ini. benar-benar deh…

    ReplyReply

    [Reply]

  • FPS
    June 7, 2010

    hush…BLOG kok ngomongin orang…haha tu org ga ngerti lagi sama tulisan dalam bhs indonesia, dlm bahasa ingg saja mereka tidak suka mempergunakannya… bagaimana klo Blog ini di-translate kdlm bhs perancis, supaya mereka nyadar akan sikap mereka yg borjuis itu hehehehhe…

    saran yg aneh ;p

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *