Sambel Bejek Pancen Uenak

10 , Permalink 0

“Dua hari ini aku mimpi dikejar-kejar orang terus. Ngeri,” kataku pada Bunda Jumat pekan lalu.

“Mungkin karena beberapa hari ini kamu nulis masalah-masalah gawat terus,” jawab Bunda.

Hmm, ada benarnya.

Karena itulah, pekan ini aku nulis soal yang asik-asik saja. Capek juga nulis masalah gawat terus. Dan, tulisan hari ini adalah soal makanan. Hmmm..

Warung sederhana itu sangat mengesankan bagi kami. Lokasinya persis di tepi jalan raya Belayu antara Mengwi – Marga. Bangunannya tanpa dinding, beratap asbes, dan berlantai tanah. Sangat sederhana. Namun, tiap hari pengunjung harus antri untuk merasakan segar dan nikmatnya sambal warung ini.

Jumat (18/7) lalu, kami pun harus antri untuk ikut merasakan nikmat sambal di warung ini. Sekitar 15 pembeli lain juga sudah ada yang duduk lesehan, di bangku, atau berdiri dulu untuk menunggu giliran dilayani.

Inilah warung Nasi Belayu “Sambel Bejek”. Seperti namanya, sambel bejek adalah menu andalan warung ini. Sambel bejek mirip sambal matah. Bedanya, sambal matah pakai daun serai (sere, bahasa Balinya), sedangkan sambel bejek pakai bongkot (semacam umbi-umbian). Lainnya, sambal matah menggunakan sedikit minyak kelapa murni (lengis tandusan), maka sambel bejek sama sekali tidak pakai minyak goreng.

Sambal matah maupun sambal bejek tidak diulek, seperti sambal pada umumnya. Sambal bejek diolah dari irisan berbagai bumbu mentah seperti cabai, bawang merah, bongkot, dan garam. Penyajiannya, sambal ini dicampur sayatan daging ayam (ayam suwir, dalam bahasa Bali).

Men Kasih, pemilik warung yang berdiri sejak sekitar delapan tahun lalu ini, tidak mau membuat sambal dalam jumlah banyak. Dia hanya membuat antara tiga sampai lima porsi tiap satu kali proses pembuatan. Jadi, pembeli harus menunggu ketika sambal ini sedang dibuat oleh Men Kasih.

Karena itu, tentu saja, sambal ini sangat segar. Sebab pengunjung akan menikmati menu yang baru saja usai diolah.

Menu sambel bejek ini disajikan bersama tum (semacam pepes atau botok kalau di Jawa) jeroan ayam dan kuah bening dengan sayur hijau dan taoge. Sup bening sayur hijau dan taoge ini disajikan dalam mangkuk tersendiri.

Satu porsi sambal, tum, dan sup plus teh botol ini bisa dinikmati dengan harga Rp 10 ribu. Tanpa teh botol Rp 8000. Tentu saja murah meriah. Makanya buanyak sekali orang lewat yang mampir di warung ini terutama saat jam makan siang.

Bagi saya yang penikmat masakan pedas, sambal ini agak datar rasanya. Kurang pedas. Tapi penyajiannya yang unik membuat makanan ini sangat asik dinikmati. Kenikmatan toh tidak selalu datang dari rasa, bisa saja dari prosesnya itu sendiri.

Warung Nasi Belayu “Sambel Bejek”
Banjar Gunung Siku Belayu
Kecamatan Marga Tabanan
HP 081338456919
Telp 0361 – 8623310

10 Comments
  • Ina
    July 30, 2008

    yummmy….wisata kuliner emang makyus kl dapat makanan sederhana tp enak. 😀

    mantap…!

    ReplyReply

    [Reply]

  • dipoetraz
    July 30, 2008

    wihh ternyata joh nok,, kaden di denpasar,,
    tapi keliatannya jaen nah… nyam..nyam…

    ReplyReply

    [Reply]

  • pandebaik
    July 30, 2008

    sekali-sekali nulis yg gak menjual, kan gak pa-pa Bli. santai sejenak… asal jangan keterusan kayak saya. he… nulis tapi gak ada pemasukannya… 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • okanegara
    July 30, 2008

    wah enak nih pasti. makanan paling enak biasanya justru yang pinggiran begini,jadi perlu ngubek-ngubek cari infonya.thx nih.kapan2 menuju lokasi.

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    July 31, 2008

    bintang? 🙂 lol

    ReplyReply

    [Reply]

  • blad
    July 31, 2008

    ini kayaknya pernah masuk trans tv deh. acara jelang siang gitu deh… hehehe…
    bungkus donk satu … hehe

    ReplyReply

    [Reply]

  • erickningrat
    July 31, 2008

    😯 saia jadi lapaaaarrrrr

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    July 31, 2008

    apalagi yg menghidangkan nak jegeg 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • nono
    August 2, 2008

    enak sekali kliatan nya…

    “seduk aku puk…”

    ReplyReply

    [Reply]

  • hari_bumi
    August 6, 2008

    hmmmm…lezat bli….bikin laper…tp sayang tempatnya jauuuhhhhh….coba sekitar dps…tp berguna juga info kulinernya, sapa tau ntar lewat situ khan bs mampir….hmmmmm…”mode ngecess : on”

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *