Mimpi Sinergi Jurnalis Blogger di Bali

21 , , , , Permalink 0
Senang juga mengikuti seminar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hari ini. Sebab seminar dalam rangkaian Kongres AJI 2008 ini memasukkan isu new media dalam diskusinya. Blog adalah satu di antara sekian yang masuk dalam kategori new media tersebut. Ada sesi khusus “Teknologi Informasi sebagai Alat Demokratisasi” yang menghadirkan Enda Nasution sebagai blogger.

Tentu saja aku senang. Ini berarti blog pun makin dilihat sebagai sebuah bagian dari new media dari yang semula hanya dianggap sebagai sebuah trend sesaat. Sebab, faktanya, blog memang lahir dan makin berkembang sebagai sebuah kekuatan baru.

Aku sepakat dengan beberapa pembicara seperti Budiono Sudarsono (Pemred detik.com), Agung Adiprasetyo (CEO Kompas), dan Aditya Chandra Wardana (Direktur PT IndoPacific Edelman) bahwa media konvensional memang tidak akan mati dengan adanya media baru termasuk blog. Itu harapan yang bagiku berlebihan. Blog di Indonesia sampai saat ini masih sebatas trend, belum bisa menjadi pada tingkat penting dalam isinya.

Namun meski demikian, pelan-pelan dia memang jadi kekuatan baru. Setidaknya dari sisi kuantitas. Menurut Enda, jumlah blog di Indonesia tahun ini sekitar 600 ribu, meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu. Tahun depan, bisa jadi ada sekitar 1 juta blog di negeri ini. Wow, itu jumlah yang besar.

Dengan kekuatan itu, maka media mainstream memang tidak bisa melihat sebelah mata pada kekuatan new media, termasuk blog di dalamnya. Tak hanya sebagai konsumen media, tapi juga produsen. Media mainstream bisa menggunakan blogger sebagai sumber informasi lain di luar jurnalis yang sudah mereka miliki.

Tapi di Bali kok aku masih melihat ada gap antara di antara media mainstream dengan blog. Misalnya dari media-media mianstream di Bali. Bali Post memang sudah punya epaper di edisi onlinenya, tapi mereka belum punya blog. Tidak seperti katakanlah Kompas.com atau Tempo yang memberi tempat untuk blogger berperan di sana. Atau kalau sama-sama koran daerah yang sama-sama tua ya bandingkan dengan Suara Merdeka di Semarang yang punya halaman khusus untuk pewarta warga.

Di koran lokal lain seperti Radar Bali dan NusaBali jauh lebih parah. Mengurus versi online saja masih acak adut. Website mereka tidak update dan lengkap seperti di versi cetak.

Dari sisi wartawan juga begitu. Masih sedikit wartawan di Bali yang sadar teknologi informasi apalagi mau ngeblog. Bahkan pada awal aku ngeblog pun banyak teman agak sinis melihatnya. Blog masih dianggap sebatas trend, bukan sebuah kekuatan baru. Mungkin sampai saat ini pun masih begitu. Sinergi jurnalis dan blogger di Bali sepertinya masih jauh dari kenyataan. Masih mimpi..

21 Comments
  • Dek Didi
    November 28, 2008

    Tunggu saja. Saatnya media blog akan menunjukkan eksistensinya.
    Keep blogging, dan tetap semangat….
    Hehehehehe

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    eksistensinya sudah ada. menggusur media mainstream yang belum bisa. hehe..

    keep blogging sampe nungging!!

    ReplyReply

    [Reply]

  • rusakparah
    November 28, 2008

    Ya bagaimanapun juga ini kan ga terlepas dari keterbatasan pengetahuan sebagian besar warga Indonesia akan perkembangan teknologi dan informasi..

    Pokoke.. KEEP BLOGGING!!!

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    sepakat. banyak pengguna teknologi informasi yang justru belum tahu banyak bagaimana menggunakan teknologi yang dia punya.

    bisanya cuma pamer, ga bisa make. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Hendra W Saputro
    November 28, 2008

    Duh, pada nyindir media lokal ya hehehe. Hati-hati lo.

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    itu mengkritik, mas. bukan nyindir. 🙂

    biar mereka pada melek pada kemajuan teknologi. sayang kalau ada teknologi tapi tidak dimanfaatkan..

    ReplyReply

    [Reply]

  • abdee mari
    November 28, 2008

    biar blogger tak dipandang sebelah mata, blogger harus pantang mudur…

    keep blogging!

    salam dari AJI Palu (http://beritapalu.org)

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    lalu pelan2 jurnalis pun tergusur. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • didut
    November 28, 2008

    yg penting nulis nulis …namanya juga latihan 😀

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ayo nulis terus..

    ReplyReply

    [Reply]

  • HeLL-dA
    November 29, 2008

    Iya, Pak, saya pun masih mendapati perbedaan antara versi cetak suatu media dengan versi online-nya..

    Semoga blog makin menunjukkan eksistensinya.
    Keep blogging!
    😉

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    begitulah. media cetak belum peduli versi online. padahal itu penting bgt saat ini.

    ReplyReply

    [Reply]

  • pande baik
    November 29, 2008

    Sepertinya Bapaknya Bani makin serius aja nge-BLoGnya. Makin nyandu ya Om ? Tapi Om Anton nyindir media lokal ? ha…. saya yakin gak akan dituntut kayak saya. Hayo, Vote ANTON sebagai Bapak BLogger BaLi !!!!

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ya, bli. menulis di koran serius. di blog jg serius. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • gung ws
    November 30, 2008

    sesuatu yg baru memang memerlukan perjuangan keras untuk maju!

    semangatt!

    eh,oom…saia mo ikutan acara BBC di kmpus newmedia sbtu bzo tu donk..:D

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    bentul. hal baru meman selalu butuh perjuangan lebih keras.

    yg di new media, silakan atuh.. kirim aja email ke antonemus@yahoo.com. biar bisa dicatat.

    tengs

    ReplyReply

    [Reply]

  • Dony Alfan
    December 1, 2008

    Ayo mas, temen2 wartawan dikompori buat bikin blog 😀

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ayo ayo. sebagian udah sih. tp msh pada males2an. alasannya karena banyak kerjaan. kasian kan? 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • imsuryawan
    December 2, 2008

    blog itu tempat untuk.. PROTEST!!! hehehe…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    yoih. sepakat. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • enda
    December 4, 2008

    sinergi lewat bale bengong kan ya? 😀

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *