Mengabarkan Layanan JKN dari Media Warga

Foto Gogon Journey

Foto Gogon Journey

Pengalaman baru, pelajaran baru.

Begitu pula saat dua hari belajar tentang jurnalisme warga bersama staf-staf instansi pemangku kepentingan terkait layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Denpasar.

Kami belajar bersama pada Rabu-Kamis, 23-24 Maret 2016 di Denpasar. Selama dua hari, para peserta belajar teori dan praktik tentang menulis, fotografi, blog, dan media sosial.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Awasi Jaminan Kesehatan (AJAKAN) Sloka Institute yang didukung Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan HIVOS melalui program Making All Voices Count (MAVC). Dalam program ini, kami berusaha meningkatkan layanan JKN, terutama dalam hal keterbukaan informasi, melalui media online.

Proses sebelum pelatihan lumayan panjang. Sejak September tahun lalu kami sudah berdiskusi secara terpisah maupun bersama dengan parapihak. Kami sudah dua kali melakukan diskusi kelompok terfokus.

Pelatihan jurnalisme warga menjadi tindak lanjut dari diskusi-diskusi sebelumnya. Materinya tentang JKN itu sendiri ataupun layanan kesehatan secara umum.

Pada hari pertama, Selasa, kami menggabungkan teori dan praktik tentang jurnalisme dasar. Seperti yang biasa kami terapkan dalam tiap pelatihan, para peserta melakukan simulasi tentang media. Mereka memilih berita-berita di media yang menurut mereka paling menarik.

Dari situ kami kemudian mendiskusikan hal-hal relevan dengan jurnalistik dasar. Misalnya, nilai berita, struktur berita, unsur-unsur berita, dan seterusnya. Mengacu pada pengetahuan baru, tiap peserta lalu membuat berita pendek tentang kesehatan, dan JKN secara khusus.

Setelah makan siang, kami belajar tentang fotografi. Pematerinya Vifick, fotografer yang sering berbagi ilmu terutama tentang fotografi lubang jarum.

Dengan banyak praktik, sesi siang terasa lebih segar dan partisiptif. Dari yang biasa ngantuk setelah makan siang, kali ini peserta terlihat antusias. Mengenal kamera di ponsel masing-masing, memotret di dalam ruangan pelatihan, lalu keluar mencari topik dan cerita masing-masing.

Dalam praktiknya, peserta menerapkan teori dasar dalam fotografi, seperti long shot, medium shot, close up, komposisi, framing, dan semacamnya.

Hasil fotonya asyik-asyik. Meskipun cuma sekitar 30 menit, para peserta bisa merekam hal-hal yang mereka anggap menarik. Ada foto staf hotel sedang duduk menempelkan kepala ke meja sambil menunggu waktu pulang. Ada taksi Blue Bird yang sedang menunggu plus keterangan gara-gara habis bentrok dengan layanan taksi online.

Kamera sederhana di ponsel ternyata lebih dari cukup untuk menangkap peristiwa dan menyebarluaskannya. Bener kata Vifick soal kamera ini, “Kamera terbaik adalah kamera yang kita miliki saat ini.” Dia semacam menyindirku yang hari-hari ini ingin beli kamera lagi. Hehehe…

Kamis hari ini, kami belajar soal blog dan media sosial. Pematerinya Saylow, salah satu admin BaleBengong yang juga anggota Bali Blogger Community (BBC).

Setelah belajar teori sekitar 30 menit, kami langsung praktik membuat, memilih desain, dan menulis artikel pertama di blog masing-masing. Salah satunya ya tulisan ini.

Terus apa pelajaran barunya?

Beda peserta, beda pendekatan. Beda pula cara pengajaran. Apa yang biasa kami terapkan dalam pelatihan bersama warga, misalnya dengan suasana lebih informal, mungkin tidak tepat jika diterapkan pada peserta dari instansi resmi.

Begitu pula dengan topik-topiknya. Isu tentang JKN, termasuk hal baru bagi kami sebagai fasilitator. Karena itu, selama pelatihan ini kami tidak hanya belajar tentang jurnalisme warga itu sendiri tapi juga tentang JKN.

Benar memang. Makin banyak berbagi pengetahuan, makin banyak pula pengetahuan dan pengalaman baru kita dapatkan. Jika harta benda akan berkurang ketika dibagi, maka ilmu justru sebaliknya, makin bertambah ketika disebarluaskan. Begitu pula dengan informasi.

1 Comment
  • subagja
    March 31, 2016

    kapan lagi mas acaranya saya pingin gabung juga jadinya setelah membaca artikel ini, mudah-mudahan ilmunya nambah terus mas, saya tunggu sharing berikutnya

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *