Membandingkan Castro, Obama, dan SBY di Twitter

Laporan terakhir @Presiden_RI sudah tujuh bulan lalu  meski jumlah pengguna dari Indonesia terus bertambah.

Jumlah pengguna twitter di Indonesia terus bertambah. Lembaga riset yang fokus tentang dunia digital, comScore, mengatakan pertumbuhan pengguna twitter di Indonesia paling  tinggi di antara 41 negara lain yang diteliti mereka pada Juni lalu. Menurut comScore,  20,8 persen pengguna internet di Indonesia mengakes situs laporan singkat (micro blogging) ini.

Selain jumlah yang bertambah, latar belakang pengguna juga meningkat, misalnya presiden dari beberapa negara, seperti Venezuela, Kuba, Amerika Serikat, dan Indonesia. Lahirlah pertanyaan: bagaimana perbandingan akun twitter tiga presiden: Fidel Castro (Kuba), Barack Obama (Amerika Serikat), dan Susilo Bambang Yudhoyono (Indonesia).

Mari kita periksa satu per satu mulai dari jenis kicauan, pengikut, pengelola, sampai bentuk interaksi di dalamnya. Data ini diambil Sabtu pagi waktu Bali ketika aku membuat tulisan ini. Karena internet sangat cepat perubahannya, data pasti berubah terus.

Fidel Castro
Awalnya aku sempat kesasar pada akun @fidelcastro ketika mencari akun Presiden Kuba di jejaring sosial ini. Tapi, setelah aku cari-cari lagi, aku menemukan dan yakin bahwa akun yang benar adalah @reflexionfidel.

Akun terakhir aku temukan di antara tujuh pengguna twitter (tweeps) yang diikuti Presiden Bolivia Hugo Chavez di @chavezcandanga. Akun Chavez bisa diverifikasi karena sudah ditulis salah satu koran terbitan Inggris, Daily Mail. Karena akun @reflexionfidel diikuti Chavez, jadi aku yakin inilah akun Castro yang sebenarnya.

Materi kicauan Castro dalam Bahasa Spanyol, bahasa nasional Kuba, dan Bahasa Inggris. Dua bahasa ini saling bergantian menerjemahkan satu sama lain. Temanya aneka ragam dari isu Palestina, perubahan iklim, dan kritik-kritiknya yang tajam pada kebijakan Amerika Serikat.

Salah satu kicauan yang menyerang kebijakan Amerika disampaikan pada 10 Agustus lalu dengan menyebut bahwa kebijakan perang Amerika seperti mengirim jutaan orang pada kematian. Dalam banyak kicauan, Castro juga menyebut (mention) @barackobama, presiden negara musuh bebuyutannya, Amerika Serikat.

Kadang-kadang, Castro juga menggunakan kata ganti pertama, Saya, dalam kicauannya. Ini memberikan cita rasa personal dalam kicauannya. Kicauan Castro juga terasa lebih interaktif karena menjawab kicauan beberapa tweeps juga.

Hingga Sabtu pagi ini, akun Castro diikuti 57.962 tweeps. Sebaliknya, Castro juga mengikuti 17 tweeps, seperti Chavez dan beberapa gerakan di negerinya sendiri.

Barack Obama
Banyak akun twitter menggunakan nama Obama atau turunannya seperti Barack Obama dan Barrack Obama. Tapi, hanya satu akun yang mendapat sudah diverifikasi (verified account), @barackobama. Akun ini pun memberikan pernyataan siapa pengelolanya di akun tersebut. Pengelola akun Obama di twitter adalah Organizing for America, organisasi akar rumput untuk mendukung Obama.

Semua kicauan Obama menggunakan Bahasa Inggris dengan materi beragam, seperti laporan kegiatan Obama maupun Biden, wakilnya. Di twitter Obama terlihat ada interaksi dan cita rasa personal. Salah satunya ketika Obama memberikan respon pada ucapan selamat ulang tahun dari pendukungnya pada 6 Agustus lalu.

Tema kicauan Obama di twitter terlihat terentang mulai dari ajakan pada warga Amerika agar terlibat pada isu tertentu katakanlan keterbukaan pada semua agama di Amerika, pemikiran, ataupun rujukan pada berita tertentu.

Hingga Sabtu pagi, kicauan Obama yang “baru” berkicau 871 kali itu diikuti lebih 5.022.631 tweeps, lebih banyak dibanding jumlah penduduk Bali. Dua hari sebelumnya, pengikutnya 4.992.589 tweeps. Artinya tiap hari ada 15 ribu pengikut baru twitter Obama. Sebaliknya, Obama juga mengikuti 716.869 yang tak hanya orang-orang ternama tapi juga warga “biasa”.

Dengan mengikuti tweep lain, menurutku, Obama akan mudah mendapatkan informasi dari sesama pengguna twitter. Dia tak hanya memberikan laporan atau kicauan tentang dirinya sendiri tapi juga dari orang lain. Ini yang menarik. Obama, seperti halnya Castro, menjadikan situs laporan singkat (micro blogging) ini untuk berinteraksi dengan pengikutnya.

Susilo Bambang Yudhoyono
Akun twitter Presiden Indonesia sangat jelas, @presiden_RI. Ada juga @sby, tapi itu punya orang Jepang, bukan punya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Indonesia saat ini. Aku coba cari beberapa kemungkinan SBY menggunakan akun lain, @susiloyudhoyono dan @susilobambangyudhoyono, namun keduanya tidak kutemukan. Ada juga @esbeye tapi pasti bukan punya SBY.

Penggunaan akun @presiden_RI ini berbeda dengan dua presiden lain, Castro dan Obama, yang menggunakan nama pribadi, bukan jabatannya. Menurutku, SBY sebaiknya pakai nama pribadi sehingga kalau sudah selesai jadi presiden, akun itu masih bisa digunakan.

Kicauan SBY lebih banyak tentang kegiatannya sehari-hari, seperti Presiden SBY kunjungi anu, Presiden SBY resmikan itu, Presiden SBY hadiri una, dan semacamnya. Lalu, tiap kicauan akan memberikan tautan (link) pada berita di media massa. Tidak ada kicauan yang bersifat personal, apalagi interaksi dengan pengikutnya.

Dibandingkan Castro dan Obama, SBY jarang sekali memperbaharui statusnya. Terakhir kali dia berkicau pada 31 Januari 2010 lalu. Tentu saja dia memang sibuk mengurusi negara. Tapi kan banyak staf Istana Negara yang bisa diberdayakan untuk mengelola twitter presiden dengan lebih serius. Sebab, pengguna twitter di Indonesia terus bertambah dan bertambah.

Menurut comScore jumlah pengguna twitter per Juni 2010 lalu mengalami perkembangan terpesat di dunia, mencapai 20 persen dari total pengguna internet di Indonesia. Menurut situs Internet World Stats, ada 38 juta pengguna internet di Indonesia. Berarti jumlah pengguna twitter di Indonesia ada sekitar 7 juta orang dengan 10.523 tweeps yang mengikuti laporan SBY.

Namun, SBY terlihat belum menangkap data dan fakta ini sebagai bagian dari komunikasinya dengan rakyat. Kalau saja dia, tentu saja lewat stafnya, rajin memperbaharui dan berinteraksi lewat twitter, tentu dia akan lebih mudah mendapatkan respon dari tweeps. Tapi, SBY belum menjadikan twitter sebagai alat komunikasi yang, menurutku, sangkil dan mangkus. Salah satu buktinya, @presiden_RI cuma mengikuti satu pengguna twitter, twitter itu sendiri!

5 Comments
  • Cahya
    August 21, 2010

    Sepertinya jadi presiden negeri ini susah juga kalau mau mengeluarkan pendapat di twitter, lha, pendapat di mimbar resmi saja sering dapat kritikan.

    ReplyReply

    [Reply]

  • wiramaswara
    August 21, 2010

    lihatlah kicauan si menkominfo kita yang memberi pantun menyejukkan setiap hari 😀
    walaupun kebijakannya yang banyakan ditentang..

    eh, OOT. ini sepertinya menunjukkan lemahnya e-government pada kepresidenan RI. dan yang tertutup itu tentunya banyak menyimpan rahasia.

    salam mas anton, saya udah jarang ngeblog, jarang tangkil ke BBC, dsb. maklum, UN udah deket 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • jojoraharjo
    August 21, 2010

    dengan mudah orang SBY akan bilang, “liat aja semua info SBY di presidensby.info…” hehe

    ReplyReply

    [Reply]

  • JoO
    September 20, 2010

    hahaha presiden_RI narsis juga tuh pa SBY..

    kurang peka sama teknologi ato males update ya dia..?
    ahhh yang penting dia ngurus negara ini dengan baik aja biar rakyatnya seneng 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • Tamba Budiarsana
    October 3, 2010

    Mungkin pak SBY sendiri belum tahu tidak ingin tahu berapa jumlah pengguna twitter di Indonesia karena sibuk.hehe..
    Salam kenal. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *