Lawanlah Tulisan dengan Tulisan

83 , , Permalink 0
Temanku, Hari Puspita, yang juga redaktur koran lokal Radar Bali, menelponku kemarin sore. Dia bertanya apakah aku kenal Bli Pande, temanku di Bali Blogger Community (BBC).

Aku jawab kenal. “Kenapa?” tanyaku.

Pipit dan teman-teman di Radar Bali keberatan dengan tulisan Bli Pande tentang koran tempat mereka bekerja tersebut. Lalu, pagi ini aku chating dengan Bli Pande soal tulisan tersebut.

Kurang lebih ini ceritanya. Februari 08 lalu, Radar Bali menulis soal pembangunan jalan di Kuta. Wartawan Radar Bali menulis kalau pembangunan itu mangkrak. Bli Pande, salah satu staf yang mengerjakan pembangunan itu tidak mau disebut mangkrak. Katanya karena pada saat itu pekerja dari Kabupaten Badung itu sedang mengerjakan di tempat lain.

Bli Pande lalu nulis di blognya. Mengungkapkan kekesalannya pada Radar Bali. Di blog itu pula Bli Pande menulis kalau kadang-kadang wartawan menulis hanya untuk memeras narasumber.

Sepertinya bagian ini yang membuat Radar Bali panas. Makanya mereka sampai berniat menuntut Bli Pande. Aku tidak tahu apakah itu hanya ungkapan emosional atau benar.

Rencana tuntutan itu, menurutku, hanya gertak sambal. “Ah, masak segitunya,” pikirku.

Yang jelas sudah ada akibatnya. Bli Pande sudah menghapus postingannya itu. “Daripada jadi ribut,” kurang lebih begitu jawabnya via Yahoo Messenger.

Aduh, masak sih harus segitunya. Menurutku kok tidak perlu sampai muncul “ancaman” yang berbuntut penghapusan posting. Tulisan cukuplah dilawan dengan tulisan. Kalau kita keberatan pada satu tulisan, tidakkah cukup dengan membuat tulisan bantahan atas tulisan itu.

Kalau tiap keberatan harus diakhiri dengan “pembredelan”, lalu di mana kebebasan untuk berpendapat yang selama ini kita agung-agungkan?

No related content found.

83 Comments
  • antonemus
    September 22, 2008

    makanya sejak awal kita menolak UU ITE itu. sudah dihapus sama MK, eh, sekarang pasal karet itu nongol lagi di sini.

    dan sekarang korban terus berjatuhan karena UU ini.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    bli pande menghapusnya utk menghilangkan rasa takut krn rencana tuntutan dr radar. serba salah jg sih krn posting itu dihapus. soale setauku bli pande tidak nuduh dg verbal.

    dan itu jg bukan bredel. sebab bli pande menghapusnya sendiri.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    beh, adi metakon neh? pura2 sinawang? 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    tengs koreksinya, kang. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    bli pande, mengakui salah itu sudah hal yg luar biasa bagi saya. jarang2 lo orang yg mau ngaku. bawaannya pasti pd sok paling bener.

    masalahnya semoga beres.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    haha, tagline-nya luc tuh. jd ke mana2 sekarang harus bawa keyboard utk gantiin pena.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    bukan penyeragaman, kok. cuma ketidakpuasan atas tulisan di blog.

    *hati2 komennya biar ga makin panas. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    ya, dok. saya mau tuntut karena tidak memberikan gambar yg layak. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    *sedih.. semoga tdk terjadi pd blogger yg lain.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    haha, kalo gitu kamu jd wartawan aja, cek. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    kata teman radar sih bedakan opini dg tuduhan. itu yg membuat temen2 di radar keberatan. kalo opini sih bebas saja. kalo nuduh, itu yg harus ada bukti.

    ya, sekali lg. ini bikin kita hrs brhati2.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    *bingung. apa kaden maksudnya. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    —Yang susah itu bli anton nih, maju kena mundur kena…he..he…Pissss!.–

    nah itu dia gak enaknya. sama2 teman. jd serba salah jg. tp didiemin jg blm tentu selesai..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    mas yos, komentar terakhirmu sungguh tidak menyenangkan. bersiap2lah aku tuntut dengan UU ITEL. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    sepakat, pak.. kalo mmg ada fakta dan buktinya, kenapa harus takut? maju terus.. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    makasih dukungannya, bli (apa mbok ya?). blog seharusnya mmg bs jd penyeimbang tulisan koran. sayangnya koran sendiri terkesan blm siap dengan kekuatan baru ini. makanya pd gerah pas dikritik.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    maaf jg bli. belum ada titik terang atas kasus ini. smg saja bs segera beres..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    mas ali, makasih komennya yg jernih itu. maaf juga kalau ada teman yg pake bahasa kasar. itu emosi sesaat saja karena diberitakan salah oleh radar. sementara di sisi lain, bli pande (mungkin) merasa blog adalah sesuatu yg sangat personal. jd tidak nyangka kejadiannya akan jd panjang.

    tp yowislah. toh dia sudah minta maaf. apalagi yg mesti dilakukan?

    soal kebobrokan, yah begitulah, tiap institusi pasti ada bobroknya. maka kita harus berterima kasih kalo ada yg ngasih tau soal itu.

    suwun..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    cak miftah, suwun komentarnya.

    soal makian, pd batas tertentu mungkin bisa dimaklumi. dia kan emosi sesaat setelah baca artikel di radar. apalagi pas nulis di blog, bli pande mungkin mikir lbh sebagai gumaman. utk dirinya sendiri, bukan keluar. eh, trnyata salah.

    lagian aku karo koen kan jg wis biasa jancuk2an. toh koen ga pernah nesu. hehe.. jd anggap saja kata suck itu sbg keakraban. sebab aku tau, bli pande jg pelanggan radar.

    soal tuduhan, nah itu dia. bli pande sudah bilang kalo dia tidak menuduh wartawan radar, apalagi ferry. dia cuma blg kalo pernah ada wartawan ber-ID radar yg mau memeras.

    aku sendiri smp sekarang msh ditelpon orang krn ada wartawan yg ngaku sbg wartawan GATRA yg mau minta duit ke narasumber. pdhl aku udah ga di GATRA sejak nov 2006. di bali jg saat ini udah ga ada wartawannya. eh, kok trnyata ada yg ngaku sbg wartawan GATRA.

    artinya, tidak tertutup kemungkinan bahwa mmg ada wartawan yg ngaku2 dr radar dan mau meras narasumber.

    apakah harus ada bukti? mgkn tidak. bli pande cukup kasih tau. tmn2 radar yg mgkn bs aktif utk ngecek ke lapangan. jangan2 mmg ada wartawan palsu yg mengaku sbg wartawan radar dan mau memeras narasumber.

    anggaplah tulisan bli pande adalah masukan soal itu. jd tidak usah trlalu dibuat panas karena komen soal berita tsb.

    suwun..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    bloggeronani,

    salah satu fungsi blog ya mmg utk onani. jd tidak usah repot kalo ada orang onani di blog. hehe..

    soal tuduhan itu. ya susah jg kalo kita harus bisa membuktikan spt halnya polisi. bahkan, setahuku, wartawan pun belum tentu bisa begitu. kebanyakan kan hanya ambil dari sumber sekunder.

    tp sepakat jg. nuduh tetep harus hati2. suksma..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    pembaca tak lagi bodoh. mereka bs bersikap, salah satunya lewat blog. maka mari kita gunakan blog sebagai alat utk melihat sejauh mana pembaca (sebagai konsumen) menilai hasil kerja wartawan(sebagai produsen).

    tp jangan marah2 kalo dikritik. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    hehe, daripada cuma bilang cengeng. kan mending brbuat meski tidak bagus2 amat. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    turut berduka cita..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    sabar, ndan. kemarin tuh karena blm tahu ada komen aja. nih udah turun kan?

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    silakan tulis, ndan. aku tunggu. kalo ada, pasti aku muat di blog ini. gratis. ga perlu bayar. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    September 22, 2008

    makasih, mbak wasti. anda memang orang yg bener2 arip bijaksana. saya doain dapat pahala sebesar2nya. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • Kumis Jempe
    September 22, 2008

    Wah kenapa ditutup blog Pande? Wah jangan donk, jadinya semakin membuktikan kalau blogger suka onani.Kan tidak enak tar semakin membuktikan blogger suka ngecap kadang suka edi tansil alis ejakulasi dini tanpa hasil…Sayang dong kalau segitu saya

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    blog ditutup karena rasa takut, pak kumis. jg biar gak makin panas diskusinya. semoga ntar segera bs dipublikasikan lg kalo udah adem.

    soal onani, lalu apa salahnya? toh tidak merugikan siapa pun.

    lain soal kalo onani di koran. wartawan nulis soal pamerannya sendiri, wawancara dia sendiri. lalu namanya di akhir berita. itu baru onani yg bikin rugi. soale kan pembaca harus beli korannya. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • dhika
    September 24, 2008

    tulisan apapun itu bebas. paling nggak itu cara untuk mengungkapkan keinginan atau rasa dalam menulis. Saya malah ingin sekali jadi wartawan, sekarang sih masih sekolah. Maju terus kalo kita merasa apa yang kita kemukakan itu benar. Semangat…

    ReplyReply

    [Reply]

  • ick
    September 25, 2008

    wa…kalau begitu salah tulis di blog pun bisa jadi soal yang gede yah? apa perlu saya hapus postingan saya? karena saya rasa banyak pihak mungkin merasa tersindir dengan kata2 saya namun itulah alasan saya menulis di blog biar kenyataan bisa dilihat tanpa adanya peraturan jurnalis…

    *wuih kayakne seeremmmm 😆

    ReplyReply

    [Reply]

  • erick
    September 25, 2008

    @kumis jempe

    kumis om di tebelin dikit dunkzzz, biar pake nyapu di lante 😆
    hayo mana blogger yang suka onani, katakan 👿

    ReplyReply

    [Reply]

  • Putu Adi
    November 9, 2008

    Mih..kok dawa sekali jadinya
    kirain udah kelar

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ich
    August 11, 2009

    Dah, ga usah langganan koran kalo tiap hari suka ngenet. Baca e-Paper nya aja kan sama aja …. deal?

    Piss ah … mending pada ganti gadget termasuk tanktop… eh laptop ke http://www.balinotebook.com aja .. ha.. ha.. ha.. enak to? manteb to? ha.. ha.. ha..

    We Love You Full … ^_^

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *