Kopdar Kedua Komunitas Blogger Bali

1 No tags Permalink 0
Sore tadi kopi darat alias kopdar kedua blogger Bali dilakukan. Sama seperti kopdar pertama pada akhir Juli lalu, kopdar kali ini juga masih sepi, hanya lima orang termasuk aku.

Tentu saja sepi dibanding jumlah blogger di Bali yang menurut data terakhir di blogspot saja sudah hampir 1000 orang. Itu yang di Denpasar dan pakai blogspot. Belum lagi di wilayah lain di Bali dan pakai domain lain.

Balik ke soal kopdar hari ini. Kali ini tempatnya di warungku saja Dapur Redaksi di Renon. Ada Pak Dokter Made Cock, Adi Setiawan, Yanuar, dan Ari. Eh, ada dua orang lagi ding: Bani dan Lode. Tapi dua nama terakhir tuh anak dan istriku. :))

Pak Dokter datang bareng anaknya. Mungkin biar ada alasan cabut cepet-cepet. -hwa.ha.ha- Tapi Bli Made adalah blogger pertama yang datang di Dapur Redaksi. Jadi wajar kalau dia juga cabut duluan. Katanya sih ada upacara. -eh, atau apa ya, Bli? :))-

Setelah Pak Dokter cabut, obrolan masih berlanjut ditemani breaking juice, coffee right, dan banana undercover, menu2 ala Dapur Redaksi. Tema obrolannya tidak jauh berbeda dengan kopdar pertama yang ketika itu diikuti Kang Ayip, Prima, Dewi, dan Ollan.

Ya, bahwa memang perlu ada komunitas blogger di Bali. Bahwa Bali ketinggalan dibanding komunitas sejenis di Semarang, Jogja, atau Bandung. Bahwa komunitas penting untuk terus membelogkan -maksudnya membuat belog alias goblog, :))- masyarakat. Dan, ujung2nya perlu ada provokator untuk terus ngomporin agar komunitas itu ada.

Well, lewat milis komunitas ini sudah dibangun. Namun sekarang di blog itu sendiri belum ada komunitas ini. Ada sih balilife.org dan semeton.web.id yang jadi agregator blogger Bali. Tapi ini pun belum merupakan “kesepakatan” bersama. Ya ini kalau merasa kesepakatan bersama itu perlu. Maksudnya gini sih. Katakanlah seperti bbv yg memang suara “resmi” komunitas blogger Bandung atau angkringan yang suara Jogja atau Loenpia dan Cah Andong ala Semarang. Mungkin di Bali perlu ada blog “resmi” semacam itu. Bisa satu di antara dua blog yg sudah ada. Bisa saja dua2nya. Atau bikin lagi.

Kayaknya sih lebih asik kalau ada nama dulu utk kesepakatan bersama sesama blogger Bali. Dari situ baru nama blog komunitas itu dibangun. Semeton B(e)logger atau Semeton B(e)log sepertinya asik. Semeton artinya perkumpulan, tapi cenderung cair. Beda misalnya dengan Sekaa yang cenderung terikat. Sedangkan b(e)log adalah plesetan dari blog itu sendiri. Kalau belog di Bali kan artinya goblog. Ini main2 aja. Artinya ini hanya kumpulan orang goblog yang sok pinter aja. Kalau ternyata pinter beneran ya syukur. Daripada ngaku pinter tapi ternyata goblog kan? -hwa.ha.ha-

Kalau soal nama udah beres, baru deh bikin blog “resmi” ala semeton blogger Bali. Yang ngerti konten ngurus konten yg ngerti desain bantu desain dst.

Nah, barulah nanti kita bikin agenda rutin. Ngopi bareng, nggosip bareng, dan yg lebih penting melakukan sesuatu utk orang lain: ngajarin anak SMA atau mahasiswa ngeblog, nanam pohon mangrove di Suwung rame2, kampanye kebebasan informasi -sekali2 blogger demo kan asik juga-, dst.

Nah, itu sajalah dulu. Capek ngetik.

Oya, empat orang absen karena bermacam alasan. Prima sakit -cepet sembuh, Bli. Agung wisuda di UGM -selametane kapan?. Kang Ayip launching buku di Jogja -kapan di Bali. Dan Hendra outbond di Bedugul -kapan ngajak blogger Bali. Yang lainnya ken2? Kapan nih kumpul lagi?

1 Comment
  • tomo
    November 7, 2007

    SmaNGAAAAT….

    haree geneee
    ehm..g seru klo g ngebLog..

    heheheee

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *