KISS agar Tulisan Lebih Manis


Bukan lagi media yang mengendalikan pembaca, tapi sebaliknya, pembaca yang mengendalikan media.

Begitulah prinsip media online. Terlalu banyak pilihan media bagi pembaca. Kalau pembaca tak suka, dia tinggal klik, memindahkan alamat yang dia baca. Dari situs di Indonesia, dia bisa langsung pindah ke negeri antah berantah.

Ini berbeda dengan media cetak. Pembaca media cetak rata-rata hanya langganan satu media cetak. Aku, misalnya, cuma langganan satu koran di rumah, Kompas. Kalau tak suka dengan satu tulisan tertentu, misalnya, aku tak bisa kemudian pindah ke media lain saat itu juga.

Paling, ya, cuma bisa pindah tulisan atau pindah halaman. Di media cetak, tak banyak kebebasan apalagi kendali yang kita punya.

Di media online justru sebaliknya. Pembaca terlalu banyak punya pilihan. Karena itu, tulisan di media online pun harus dibuat agar tetap mampu menarik pembaca dengan banyaknya pilihan yang mereka punya.

Dalam kursus media online di Radio Nederland Training Centre (RNTC) di Hilversum, Belanda April-Mei lalu, salah satu teori yang kami pelajari adalah soal menulis di media online (net text).

Karena jualan utama media online adalah kesegeraan, maka menulis di media online pun sebagian bersifat berita lempang (straight news) atau berita langsung. Untuk itu, tulisan-tulisan yang dibuat pun umurnya singkat. Berita di media online cepat basi sehingga harus cepat diganti.

Prinsip utama menulis di media online adalah keep it short and simple (KISS). Berita yang dibuat harus ditulis seringkas dan secepat mungkin. Maka, kadang-kadang, akurasi pun jadi urusan belakangan.

Tak masalah. Toh, di media online, kekurangakuratan itu bisa dengan cepat direvisi. Berbeda dengan koran yang nunggu sehari atau malah majalah mingguan yang perlu waktu seminggu.

Selain pendek tulisan, alinea juga demikian. Menulis di media online, termasuk blog, sebaiknya tak panjang-panjang alineanya. Sebaiknya sih dua atau tiga kalimat saja cukup. Kalau sampai puluhan kalimat, kasihan pembaca. Akan terasa sangat berat melihat tulisan gendut itu.

Selain tulisan dan paragraf atau alinea itu tadi, tulisan di media online juga sebaiknya menggunakan kalimat-kalimat pendek. Kalau bisa dibuat pendek, tak usah diperpanjang.

Cara singkatnya, baca lagi kalimat yang sudah dibuat lalu coba hilangkan kata yang bisa dihilangkan. Kalau maknanya tak berubah, ya sudah. Buat apalagi ditambah kata-kata lain kalau bisa menjelaskan dengan kata-kata yang sudah ada.

Tapi, semua teori di atas berlaku kalau menulis dengan baik dan serius. Masalahnya, ngeblog bukanlah menulis untuk media arus utama. Jadi, semua aturan di atas bisa saja kita labrak dan kita tabrak demi kepuasan sendiri.

Dan, itulah aku. Meski, menurut teori sebaiknya menulis pendek, aku tak peduli. Sebab, menulis panjang jauh lebih menyenangkan. Ngeblog adalah perayaan atas kebebasan.

Foto diambil dari P. Media.

12 Comments
  • Winarto
    August 4, 2010

    tak kira “KIsah Seputar Selebritis”

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    mending. daripada mengira KRISS, kriminal sepekan ala bali TV. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

    yuna Reply:

    @Winarto:

    hehehe., KISS itu justru tak kira keep it simple, stupid! 😀
    *maaf, salah mengartikan..

    ReplyReply

    [Reply]

  • PanDe Baik
    August 4, 2010

    Saya setuju dengan ‘tidak harus pendek… hehehe… meskipun kadang malah jadi aneh ceritanya. tapi itulah nge-BLoG…

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    kalo bli pande pasti suka yg panjang2.

    ReplyReply

    [Reply]

  • agus lenyot
    August 4, 2010

    iya mas, emang lebih nulis yang panjang tapi utuh. ada kenikmatan tersendiri rasanya daripada nulis pendek.

    ReplyReply

    [Reply]

  • ekabelog
    August 4, 2010

    kalau saya nggak pernah nulis pendek plus nggak pernah nulis tentang apa yang lagi hype sekarang…makanya di blog saya itu isinya review, sifatnya kan lumayan permanen kalau review…

    😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • Cahya
    August 4, 2010

    Media daring mungkin hidup dari pembaca, jadi jasanya menjadikan prinsip pembaca adalah raja :D. Tapi kalau narablog biasa kan tidak terikat pembaca, kalau pun ada ikatan paling adalah penghargaan terhadap etika penulisan konten yang baik dan santun.

    Saya punya blog untuk tulisan panjang maupun pendek.

    ReplyReply

    [Reply]

  • imadewira
    August 5, 2010

    Tentu saja pak Anton, baca blog dengan baca berita di portal seperti kompas.com tentu beda rasanya. Apalagi menurut saya gaya tulisan di blog dan portal berita sangat beda, ada keasikan tersendiri baca blog orang lain.

    ReplyReply

    [Reply]

    PanDe Baik Reply:

    Termasuk bisa ngelirik”theme baru yang digunakan. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • jojoraharjo
    August 21, 2010

    artikel ini juga sudah panjang, hehehe….

    ReplyReply

    [Reply]

  • KKPP
    October 2, 2010

    rasanya media online memang (menjadi) berbeda dengan nge-blog. kalau mau singkat, twitteran saja. malah harus kurang dari 140 karakter. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *