Kisah Kasih di RSJ

11 , , , Permalink 0

Sugianti

Usai ngobrol dengan jenderal di salah satu sal laki-laki, kami beranjak ke bagian lain dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli. Kami ke sisi timur, semoga aku tidak salah arah, rumah sakit ini. Ngobrol sebentar sama beberapa pasien di sal ini. Pasien itu bawaannya teriak-teriak pas lihat kami. Kata petugas sih ini sal untuk pasien baru. Makanya masih pada kasar-kasar.

Bakti sosial BBC Goes to RSJ, Pitulasan ala Bali Blogger Community (BBC) itu sudah melewati tengah hari. Aku lihat jam sudah hampir pukul 1 siang. Waktunya makan siang.

Kami lalu lesehan di wantilan RSJ. Menikmati makan siang. Maunya sih aku ambil nasi kotak. Apa daya sudah habis. Tinggal nasi bungkus. Nasib jadi tumbal memang begini. Dapet bagian tidak enaknya terus. Hehe..

Ah, tapi untungnya tidak juga. Nasi bungkus yang beli di Bangli itu enak juga. Sambal, ayam suwir, bihun, dan sedikit sayur dengan nasi rasanya enak banget di tengah gerimis kota Bangli. Apalag makannya rame-rame.

Pas mata mulai ngantuk setelah perut kenyang, Ike yang gagah gemulai itu mengambil alih komando. Waktunya lomba sudah tiba.

Kami pindah ke lapangan rumput setelah makan siang. Karena banyak wajah asing satu sama lain, maka dimulai dengan kenalan. Dan, ternyata memang banyak juga wajah yang baru aku kenal. Juga namanya baru di telingaku. Mungkin karena mereka belum ikut milis BBC dan belum pernah ikut kopdar sebelumnya. Misal Putri, Yudi, Silvi, Aji, Tatit, Evy, Kadek Wirya, dan banyak lagi nama asing.

Kenalan

Tidak hanya aku yang merasa asing. Sebenarnya satu sama lain pun begitu, tidak terlalu kenal wajah. Soale kan BBC ini jarang kopdar. Jadi lebih sering ketemu di dunia maya.

Nah, biar kenalan lebih asik, kami pakai cara kenalan agak beda. Si X harus mengenalkan blogger di sebelahnya. Otomatis si X harus ngobrol dulu sama dua blogger di kanan kirinya. Cara ini sukses. Butkinya banyak juga blogger yang tidak tahu siapa blogger di sebelahnya. Ah, dasar. Online freak semua. Hahaha..

Usai kenalan yang agak ngawur itu, giliran Animo, band pop yang juga anggota BBC, bawain lagu. Sambil Animo menyiapkan peralatan perang, kami bikin lomba dulu. Lari berpasangan sambil pakai sarung sepertinya tepat jadi pilihan lomba asik pas Agustusan. Dua peserta beda jenis kelamin dipasangkan dalam satu sarung. Lalu mereka harus lari bersaing dengan peserta lain.

Pas peserta sibuk mengejar pohon diam di depannya, peserta lain tertawa-tawa saja.

Lalu giliran Animo pun tiba. Mereka menyanyi satu lagu. Begitu selesai, eh, salah satu pasien perempuan bernama Sugianti langsung naik ke tempat Animo nyanyi. Ibu paruh baya dengan rambut pendek ala laki-laki ini segera menyanyi dengan yakinnya. Tidak ada satu pun temen BBC yang diam. Semuanya tertawa melihat ibu ini menyanyi. “Saya ini masih cucunya Ki Hajar Dewantara,” katanya usai menyanyi.

Usai Bu Sugianti, pasien lain naik panggung pula. Dia tidak mau ketinggalan menyanyi. Lagunya Kisah Kasih di Sekolah. Ah, ibu. Mungkin Kisah Kasih di RSJ lebih tepat. 😀

Animo mengakhiri penampilannya dengan lagi kebangsaan. Aduh, apa ya. Kalau tidak salah Indonesia Raya.

Lalu, lomba sama pasien pun tiba. Awalnya bingung juga soal lomba ini. Soale sejak awal sudah bilang ke pihak RSJ, melalui Dek Didi, kalau BBC pengennya ngajak lomba sama pasien. Tapi karena Minggu kemarin pas tanggal merah, maka petugas RSJ tidak bisa menyiapkan peserta. “Kami harus cepat pulang karena nanti sore harus apel lagi,” kata salah satu pengelola.

Apa boleh buat. Kami tidak mungkin memaksa mereka menyiapkan pasien. Diterima untuk kunjungan saja sudah luar biasa. Jadi, aku cari aja sendiri peserta pasien RSJ. Beberapa pasien yang lagi duduk di wantilan menonton Animo ternyata semangat banget pas diajak main lomba. Maka, Kun Fayakun. Jadilah apa yang harus terjadi. Hehe..

Tiga pasien laki-laki segera menandingi kejantanana dr Oka, Wawan, dan Yudi dalam main bola karet kecil. Pertandingan 3 on 3 ini digelar di lapangan rumput. Peserta dari BBC harus pakai kebaya. Pasien dari RSJ, tidak usah. Yang waras ngalah. Hahaha..

Main Bola

Pertandingan tidak seimbang ini berakhir dengan kekalahan BBC. Skornya tidak jelas berapa saking banyaknya. Bisa jadi karena BBC kalah perkasa. Bisa jadi karena kalah jumlah. Entah dari mana, tiba-tiba pas di tengah pertandingan satu pasien lagi gabung. Makanya tidak berimbang, tiga lawan empat soale.

Pertandingan 3 on 3 usai. Kini ganti pertandingan lari kelereng. Ini waktunya perempuan yang tampil. Dari BBC Wasti dan Evy yang maju. Eh, Babinda Selo Longor ternyata ikut juga. Mungkin tidak yakin dengan identitas laki-lakinya. Makanya ikut lomba khusus utk perempuan ini.

Kelereng

Terakhir, lomba tiup balon. Awalnya balon-balon ini mau dipakai lomba pukul balon isi air. Tapi ya sudahlah. Susah cari air. Susah cari gantungan. Susah cari penutup mata. Susah cari alat untuk memecahkan balon. Jadi ya balonnya ditiup saja.

Dan, ternyata, rame juga. Siapa paling cepat memecahkan balon, dia yang dapat juara. Cuma ya karena peserta sedang sakit jiwa, jadi semua minta dapat juara. Apa boleh buat, semua akhirnya dapat hadiah juga.

Ya, inilah nilai yang harus dibayar untuk sebuah perjuangan. Halah, apa coba.. Besok lanjut lagi untuk sekadar refleksi.

Foto diambil dari blognya Mas Yos dan Bli Artha.

11 Comments
  • ahead
    August 19, 2008

    mau donks kalo ada lagi…. yang se genre ini…

    ReplyReply

    [Reply]

  • Hendra W Saputro
    August 19, 2008

    Jangan bilang tumbal gitu ta Anton, jadi teringat sebelum bangun jembatan aja yg butuh tumbal hehehehe. Kamu tuh memang ditakdirkan jadi tumbal BBC … Lhooooo **Kabuur. Tapi klo tidak ada Anton, tidak ada semangat dan tidak akan ada BBC. Angkat topi lagi buat Anton, tapi topi tdk utk dikasihkan ke Anton hehehe.

    ReplyReply

    [Reply]

  • okanegara
    August 20, 2008

    kalau pada tidak saling kenal sih masih dimaafkan karena jarang ketemuan. tapi lah ini, di sebelah saya namanya aji, dengan gagah berani ngikut bareng sebagai BBC, setelah tanya blognya apa? jawabnya: belum punya.kekekek..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    August 20, 2008

    @ ahead: ayooo. tunggu aja pas oktober. kayaknya akan ada lagi tuh.

    @ hendra: kalau ga ada hendro, belum tentu ada balebengong. kalo ga ada balebengong, belum tentu ada baliblogger. jd, aku balikin saja topi itu buat kamu. :p

    @ okanegara: hahaha, memang banyak penggemar gelap pas di pitulasan kemarin. tp asik. jd rame..

    ReplyReply

    [Reply]

  • novan
    August 21, 2008

    efi tulisannya yg betul, udah jadi blogger kok semenjak BBC launching, cuman tidak terpublikasi aja..
    efinurhandari.wordpress.com

    ReplyReply

    [Reply]

  • yudi
    August 21, 2008

    maaf BBC kalah main bola, mereka lebih waras sih soalnya hehe :mrgreen:

    ReplyReply

    [Reply]

  • blad
    August 22, 2008

    haha… lain kali ajak2 dian ya mas. hahaha… 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • ick
    August 22, 2008

    hikz…. padahal dah ada niatan buat ikut namun sayang jadwal kerja yang tight banget jdinya saya urungkan niat buat ikutan… some time kalau ada acara yang sperti ini di publis pak klian yah…

    * btw dimana bisa saya dapatkan baju kaos BBC itu? n the price?

    ReplyReply

    [Reply]

  • Arie
    August 22, 2008

    harusnya ada lomba orasi .. yang di adu Pan Bani ma Ibu yg nyanyi serampangan itu 😀 *lariii*

    ReplyReply

    [Reply]

  • rusakparah
    November 11, 2008

    Bentuk kepedulian yang nyata dari blogger..
    hidup blogger bali…

    ReplyReply

    [Reply]

  • ayu
    August 21, 2009

    wah ada pasienku disitu

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *