Kenapa Kami Akhirnya Membuka Iklan

5 Permalink 0

Perlu waktu setahun untuk memutuskannya.

Februari tahun lalu, kami, para admin BaleBengong, sudah mendiskusikannya. Sudah saatnya kami memonetize atau menghasilkan uang dri BaleBengong. Tidak ada salahnya beriklan selama jelas ke mana pendapatan dikelola.

Ide itu kemudian kami tindak lanjuti dengan mengubah penampilan, termasuk nambah banner, plugin, dan seterusnya. Cuma, setelah itu ternyata kami tetap juga belum membuka ruang untuk iklan. Padahal, meskipun tak banyak, ada saja yang bertanya, “Apakah BaleBengong menerima iklan?”.

Hingga akhir tahun lalu, kami selalu bilang bahwa BaleBengong belum menerima iklan. Alasannya sederhana, kalau bisa hidup tanpa iklan, kenapa juga harus menerimanya? Toh, ini media nirlaba, bukan untuk cari duit.

Januari ini, setelah berdiskusi lagi, kami akhirnya memutuskan, BaleBengong akan mulai membuka ruang untuk iklan. Biar lebih jelas, kami pun memasang page baru di atas, Pemasangan Iklan.

Lalu, apa yang membuat kami akhirnya membuka ruang iklan tersebut?

Pertama, biar lebih serius. Karena selama ini dikerjakan sebagai proyek suka-suka tanpa ada ikatan dengan pihak mana pun, maka pengelolaan BaleBengong pun suka-suka. Kalau ada waktu ya diurus, kalau lagi sibuk ya dilupakan.

Maunya sih kalau sudah ada iklan, maka akan lebih serius mengurusinya. Tentu iklan bukan faktor utama agar lebih serius untuk mengelola tapi semoga bisa lebih menjadi motivasi.

Kedua, biar ada pemasukan. Selama ini pengelolaan BaleBengong masih mengandalkan “kebaikan” pihak lain. Untuk hosting dan domain, misalnya dikasih gratis sama Bali Orange Communication (BOC). Untuk desain dan pemograman mengandalkan teman-teman dari Bali Blogger Community (BBC). Semuanya, seperti juga para kontributor, bekerja dengan suka rela demi berbagi informasi.

Maka, tak ada salahnya kalau kami bisa lebih “menghargai” semua yang terlibat. Setidaknya untuk hal-hal yang memang mengeluarkan biaya, seperti hosting dan domain. Malu kalau gretongan melulu.

Karena BaleBengong bukan media untuk cari duit, tapi berbagi informasi sesama warga, maka kami tak akan makan hasil iklan.

Hasil iklan akan kami kembalikan kepada warga atau setidaknya komunitas. Kami punya beberapa rencana kalau proses monetize ini berjalan.

Selain untuk menutupi pengeluaran yang pasti terjadi, misalnya sewa domain dan hosting, kami juga ingin menggunakannya dalam beberapa program.

Pertama pelatihan-pelatihan jurnalisme warga. Selama ini melalui Sloka Institute kami sudah melakukan kelas berkala tersebut dengan dukungan I’m an Angel. Akan lebih baik kalau pelatihan serupa bisa lebih banyak dilakukan di tempat-tempat lain dengan modal dari hasil iklan.

Kedua dengan kampanye atau kegiatan lain terkait perkembangan internet atau khususnya jurnalisme warga. Apa kek. Bikin festival netizen Bali, kopdar komunitas onliners Bali, dan semacamnya. Tentu menarik kalau ada kegiatan-kegiatan semacam itu.

Demikianlah alasan kenapa BaleBengong membuka ruang untuk iklan dan rencana kami untuk apa hasil iklan akan digunakan.

5 Comments
  • yos kebe
    January 24, 2013

    Terima iklan narsis utk pilcaleg/pilkada gak?

    ReplyReply

    [Reply]

  • imadewira
    January 30, 2013

    Btw, di sidebar blog ini, kok saya ndak menemukan link ke balebengong.net ya?

    ReplyReply

    [Reply]

  • imadewira
    January 30, 2013

    Soal iklan, saya sebagai pembaca balebengong.net setuju.. Apalagi kalau pemasukan digunakan dengan baik. Cuma nanti iklannya jangan terlalu di porsir dan mengganggu kenyamanan pembaca, saya rasa para admin sudah lebih memahami hal itu.

    ReplyReply

    [Reply]

  • SIge
    February 4, 2013

    Tidak ada masalah tuh Bli, asal wajar saja peletakkannya, jangna web detik yang iklannya over banget…

    ReplyReply

    [Reply]

  • PanDe Baik
    February 22, 2013

    Boleh numpang ngiklan disitu ? *kalo kontributor mungkin bisa dapet free *uhuk

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *