Kata-kata yang Sering Salah Tulis

27 No tags Permalink 0
Di tengah banyak kerjaan yang tidak selesai juga, aku bikin tulisan ini saja. Sekali-kali belajar jadi guru bahasa Indonesia yang baik dan benar. Makanya menulis masalah ini pun menggunakan ejaan yang disempurnakan. Resmi sekali. Hihihi..

Ini sekadar menulis tentang beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang sering kali salah ditulis. Modal sambil menulis ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Terbitan Balai Pustaka. Kata-kata yang sering salah ditulis antara lain:

1. Sekadar. Biasanya ditulis sekedar. Padalah yang benar adalah sekadar, besar kemungkinan dari kata dasar kadar. Sekadar artinya sesuai atau seimbang dengan.

2. Silakan. Biasanya ditulis silahkan. Seharusnya silakan yang artinya sudilah kiranya (bahasa halus).

3. Jumat. Kadang-kadang ditulis Jum’at (dengan tanda petik satu di atas). Bahkan di media-media online seperti detik.com pun masih pakai tanda petik ini.

4. Dirgayahu, artinya berumur panjang. Biasanya untuk ucapan selamat. Tapi sayangnya seringkali ditulis seolah-olah berarti ulang tahun. Misalnya Dirgahayu Republik Indonesia ke-62. Padahal cukup Dirgahayu Indonesia (tanpa ke-62). Kata-kata ini sering juga salah dipakai oleh instansi pemerintah.

Tambahan per 21 Februari 2008.

5. Telanjur, sering salah ditulis terlanjur, artinya terlewat dari batas atau tujuan yang ditentukan.

6. Praktik, sering ditulis praktek, artinya pelaksanaan secara nyata apa yang dipelajari di teori.

9. Gencatan, sering ditulis genjatan, artinya berhenti dari kata dasar gencat yang berarti berhenti.

10. Pukul dan Jam. Dua kata ini memang punya hubungan sangat dekat tapi sebenarnya berbeda makna. Pukul adalah kata yang menunjuk pada waktu. Misalnya pukul 10 pagi. Sedangkan jam adalah benda yang menunjukkan waktu. Misal jam dinding dan jam tangan. Jadi tidak benar kalau kita menyebut jam 10 pagi. Contoh paling enak sih begini, “Jam dinding itu menunjukkan pukul 10.”

Hmm, apa lagi ya? Seingatku banyak lho. Tapi kok aku lupa ya. Nanti kalau ingat lagi ditambah saja. Hehehe..

27 Comments
  • anima
    February 20, 2008

    lapor, guilty for number 2 πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • goyangan
    February 20, 2008

    pusing sering ditulis sakit kepala… πŸ˜†

    ReplyReply

    [Reply]

  • luhde
    February 21, 2008

    Jam dan pukulnya dong??? (semakin sering dikoreksi, makin sering salah-nunjuk diri sendiri)

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ady Gondronk
    February 21, 2008

    jadi guru ko nanggung-nanggung bos…..
    sekalian gitu bagi2 kamus bahasa indonesia gratis…
    kan enak…..hehe πŸ˜†

    ReplyReply

    [Reply]

  • Artana
    February 21, 2008

    Mau nanya juga bli, bukan ejaan sich tapi kalimat.
    Mana yang benar untuk menyatakan “tidak berubah” apakah kata “bergeming” ataukah “Tidak bergeming”.
    Soalnya sering saya baca di media ditulis “bergeming” untuk maksud tidak berubah.
    …btw, Jadi guru bahasa ya bos?..!

    ReplyReply

    [Reply]

  • widi
    February 21, 2008

    Ternyata saya banyak salah ya tentang ejaan ini….

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    February 21, 2008

    @ anima: laporan diterima. kembali, grak! πŸ˜€

    @ goyangan: yang benar pusing karena sering digoyang. πŸ˜€

    @ luhde: sudah, bunda. tengkiu sudah mengingatkan. mmmuah..

    @ ady: ah, ini murid maruk namanya. beli buku saja tidak mau. πŸ˜€

    @ artana: bergeming artinya tidak bergerak sama sekali, bli. jadi benar yang ditulis media. tapi memang banyak yang mikir bahwa bergeming itu berarti bergerak. jadi yang benar begini, “Anggota DPR bergeming meski didemo ratusan belogger agar segera mengesahkan Peraturan Daerah tentang perlunya laptop gratis bagi anggota Bali Blogger Community.” bukan, “”Anggota DPR tidak bergeming meski didemo ratusan belogger agar segera mengesahkan Peraturan Daerah tentang perlunya laptop gratis bagi anggota Bali Blogger Community.” πŸ˜€

    @ widi: belajarlah dari kesalahan. *mimih, sok bijaksana sekali nok* πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • dewi
    February 21, 2008

    pantesan, seorang temen ganti url dari sekedarblog.blogspot.com menjadi sekadarblog.com *spammer* ;))

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    February 21, 2008

    gimana dengan kalimat “memasak nasi” pak, bukannya secara logika harusnya “memasak beras”

    hihihi

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    February 21, 2008

    satu lagi, yg benar adalah anton tapi sering ditulis antonemus
    wkakakak

    ReplyReply

    [Reply]

  • erickningrat
    February 21, 2008

    ;;)

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ebo
    February 21, 2008

    Pusing juga… nama saya juga sering ditulis salah jadi ‘orang ganteng’

    ReplyReply

    [Reply]

  • erickningrat
    February 21, 2008

    bingung mau koment apa?
    πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • jinhp
    February 21, 2008

    wah comment apa ya????
    atur aja dah mas hueheheheehe….. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • Yanuar
    February 21, 2008

    slaha tluis smaa slaah kteik ebeda ya mas.??

    ReplyReply

    [Reply]

  • arie
    February 21, 2008

    “bikin” termasuk EYD nggak ?!

    ReplyReply

    [Reply]

  • winyo
    February 21, 2008

    h0reeee tidak termasuk πŸ™‚
    ngiring ngeblog nganggo basa linggis πŸ™‚
    ngeblog pang sing belog πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • hanggadamai
    February 21, 2008

    wah aku juga salah ternyata.. Padhal nilai mata kuliah Bhs Indonesiaku A
    *jingkrak2*

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    February 22, 2008

    @ dewi: itu sih karena sudah kaya jg. bisa beli domain sendiri. hihihi..

    @ wira: yap, memasak beras tentu saja. πŸ˜€

    @ devari: yg bener pan bani. :p

    @ erick: ini salah ketik.

    @ ebo: ini salah blog. πŸ˜€

    @ jinhp: lapor dl sama komandan. baru komentar. πŸ˜€

    @ yanuar: ini salah nungging. πŸ˜€

    @ arie: bikin apa dulu? ntar deh aku cek kamus.

    @ winyo: linggis itu salah. seharusnya english. πŸ˜€

    @ hangga: pasti nilainya hasil maksa. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • imsuryawan
    February 22, 2008

    wkwkwkw postingan yang keren! Kalo nulis orang ketawa yang bener kengken bli?
    wkwkwkkw… ato hahahaha.. ato hehehehehe… ato xixixixi (kayak si Winardi) huehehehehe…

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    February 22, 2008

    @ imsuryawan: ketawa yg bener tergantung tempat kerja, bli. kalao di mitrais wkwkwkw. kalo kuliah di pittsburgh ketawanya xixixixi. cara i bojog winardi to. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ina
    February 22, 2008

    πŸ˜€ saya juga termasuk org yg masih sering salah dlm penulisan kata-kata diatas. *ngaku

    Silahkan dihukum, saya sudah terlanjur ketangkap.
    *ups…salah lagi..!

    πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • BlogDokter
    February 24, 2008

    Huehehehe…info yang bermanfaat. Kadang memang sulit menjadi penulis yang benar, untuk nulis blog sekalipun.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    February 24, 2008

    @ ina: baiklah. anda segera dihukum cambuk. *siap2 menyerahkan cambuk pada bajak laut yg pindah rumah, devari..*

    @ blogdokter: gapapa, dok. yg penting blognya rapi jali dg pengunjung bejibun. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Dek Didi
    February 24, 2008

    bikin konsultasi tata bahasa bli…..

    ReplyReply

    [Reply]

  • ervie
    February 24, 2008

    buat tambahan:
    zaman, bukan jaman
    imbau, bukan himbau
    izin, bukan ijin
    risiko, bukan resiko

    Satu lagi. Tahu gak beda penggunaan kata perempuan dan wanita, atau laki-laki dan pria?
    Kata guru bahasa indonesiaku dulu, wanita dan pria digunakan untuk orang yang sudah menikah. Sementara perempuan dan laki-laki bisa digunakan bebas, gak ada urusan dia sudah menikah atau belum.
    Bener gak ton?

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    February 29, 2008

    @ dek didi: maunya gitu. tp ga ada yg mau bayar pas konsultasi. jdnya gratisin gen. πŸ˜€

    @ ervie: makasih, bu editor yg baik. kalo ada lg, bagi2 ya. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *