Karena yang Nikmat Belum Tentu Sehat

8 , Permalink 0

Kok lebih kurus sekarang?

Pertanyaan seperti itu makin sering aku dapatkan ketika bertemu dengan keluarga atau teman-teman yang lama tak bertemu. Sebagian besar bertanya seperti dengan nada prihatin. Seperti ada pernyataan lain yang ingin mereka sampaikan, “Kasihan amat. Seperti kurang makan.” Hehehe..

Nada prihatin itu bisa jadi karena berangkat dari anggapan umum selama ini, orang yang bertubuh montok itu lebih sehat. Setidaknya begitu pula anggapan di keluargaku sendiri. Senang kalau lihat ada sanak saudara sudah gendut lengkap dengan perut buncitnya. Mungkin bagi banyak orang pun demikian, tubuh subur pertanda hidup makmur.

Padahal kalau aku kurus berarti sejauh ini niat untuk hidup sehat, semoga, telah berhasil.

Niat untuk hidup lebih sehat itu sejak akhir tahun lalu. Demi alasan biar tahu kesehatan diri, aku pun melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (general check up). Setelah berjuang, termasuk puasa makan 10 jam sebelum tes darah, lanjut puasa 2 jam sebelum tes darah kedua, plus berjuang pipis dan pup meskipun tak pengen, akhirnya aku pun tes kesehatan juga.

Hasilnya bagus juga. Secara umum sehat. Semua perangkat tubuh berfungsi dengan baik, termasuk yang sering aku khawatirkan, mata dan tekanan darah. Jantung, mata, telinga, ginjal, dan bagian tubuh lainnya sehat. Bagus malahan.

Menghindari
Namun, ada tiga hal yang harus aku waspadai: kolesterol, asam urat, dan gula darah. Aku lupa angka-angka detailnya.

Pertama, kolesterol. Meskipun dalam batas normal tapi kolesterolku ternyata tinggi juga. Karena itu, kata bu dokter yang memberikan nasehat usai general check up, sebaiknya aku menghindari makanan berminyak.

Makanan yang dihindari ini misalnya gorengan, krupuk, dan semacamnya. Kata dokter sih ini masuk kategori yang sebaiknya dihindari. “Apalagi gorengan di pinggir jalan,” kata bu dokter.

Kedua, asam urat. Nah, bagian ini yang paling gawat. Ternyata asam uratku melebihi ambang batas normal. Karena itulah, dokter wanti-wanti agar aku tidak mengonsumsi makanan-makanan yang bisa menaikkan asam urat ini.

Contoh makanan penyebab asam urat ini adalah alkohol, krupuk mlinjo, kacang-kacangan, udang, cumi-cumi, dan kerang. Asli. Begitu disebut tiga nama terakhir itu aku tak rela. Masakah sih harus tidak makan sea food maknyus tersebut.

Tapi ya, apa boleh buat. Karena asam urat tinggi, aku mencoret semua makanan tersebut dari daftar menu yang bisa dikonsumsi. Haram bagiku karena alasan kesehatan. Tapi ya haram kan tetap saja boleh dilanggar sesekali. Hihihi..

Terakhir, gula darah. Ini juga masuk kategori lampu kuning karena kadar gula darahku cukup tinggi. Hampir mendekati batas maksimal biar tetap sehat. Gula darah yang terlalu tinggi bisa menyebabkan diabetes.

Karena itulah, dokter menyarankan agar aku mengurangi sumber karbohidrat seperti nasi dan mie. Bukan tidak boleh tentu saja tapi harus mengurangi.

Pilih-pilih
Nah, dari tiga hal yang harus diwaspadai tersebut (kolesterol, gula darah, dan asam urat), ada dua hal yang bisa jadi cara mengurangi yaitu mengatur pola makan dan rajin olahraga. Tubuh yang lumayan gendut tak bagus buat kesehatan.

Maka, aku pun mulai pilih-pilih makanan. Kalau makan siang, misalnya, kini perbanyak sayur bening dan kurangi nasi. Sarapan dan makan malam sebisa mungkin cuma separuh nasi. Lebih bagus lagi kalau tak pakai nasi. Pokoknya harus berusaha mengurangi makan nikmat. Sebab, makanan nikmat itu ternyata belum tentu membuat sehat. Bisa jadi sih malah sebaliknya, tidak sehat sama sekali.

Lalu, tiap minggu kini kami sekeluarga juga punya jadwal rutin, olahraga. Lumayanlah jalan kaki dan lari keliling lapangan di Taman Kota Denpasar bareng bunda, Bani, dan Satori.

Hasilnya, setidaknya badan terasa lebih segar. Jadi, kalau tubuh kini terlihat lebih kurus, semoga itu juga pertanda bahwa badan memang lebih sehat, bukan sebaliknya, melarat. ;))

8 Comments
  • pinjaman tanpa agunan
    April 8, 2013

    begitu berpengaruhnya makanan pada kesehatan kita, pola makan yang sehat akan memberikan kualitas hidup yang baik untuk kita pribadi maupun keluarga..saya baru 3 bulan ini menerapkan diet garam dan minyak.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Exotic Place
    April 14, 2013

    Yang sehat belum tentu nikmat, tapi yang sehat jelas bermanfaat…

    ReplyReply

    [Reply]

  • Rahasia Cantik
    April 26, 2013

    Bukan kurus atau gendut yang penting. yang penting adalah sehat.. sehat..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Tips Kesehatan dan Kecantikan
    November 3, 2014

    benar sekali, terimakasih atas artikelnya sangat bermanfaat

    ReplyReply

    [Reply]

  • Pinjaman Tanpa Agunan
    November 13, 2014

    Mantap informasinya, terima kasih sangat inspiratif sekali. mengingatkan akan pentingnya kesehatan bagi tubuh kita

    ReplyReply

    [Reply]

  • Tips Kesehatan dan Kecantikan
    March 25, 2015

    Sangat baik cara ini untuk dicoba, dengan penjelasan yang enak dibaca, terima kasih untuk penulis. 🙂 Terus sharing yang bermanfaat. Tips Kesehatan dan Kecantikan

    ReplyReply

    [Reply]

  • Tips Kesehatan dan Kecantikan
    April 21, 2015

    Sangat bagus sekali cara penulisan artikelnya. Terus berkarya, berikan artikel lebih baik lagi. 😉 Tips Kesehatan dan Kecantikan

    ReplyReply

    [Reply]

  • Tipssehatmu.com
    June 25, 2016

    Betul sekali, bagus diluar.. tapi pas didalam tidak bagus. Sekali-kali sebenarnya boleh, tapi jangan terlalu sering

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *