Karena Tindakan adalah Pelajaran Terbaik

1 , Permalink 0


Tanpa diperintah, Satori mengambil lap kain.

Dengan berjalan agak tertatih, dia membawa, tepatnya menyeret kain kumal dari handuk bekas itu, ke dekat tempat minum. Lalu, dia letakkan kain lap tersebut di lantai basah karena sisa air minum yang dia tumpahkan.

Handuk dia injak. Lalu digeser-geser untuk membersihkan air tumpah tersebut. Dia ngelap lantai basah tersebut.

Kejutaaaaan. Satori kereeen…

Tentu saja bagiku ini mengejutkan. Anak kami yang baru berumur 1,5 tahun itu ternyata sudah punya inisiatif untuk membersihkan sendiri sisa air minum yang dia tumpahkan. Padahal kami tak pernah mengajari dia.

Tak cuma sekali itu Satori melakukan. Besoknya dia melakukan hal serupa ketika pipis di kamar. Padahal itu sudah sekitar pukul 8.30 malam, jam di mana kami sudah memadamkan lampu dan bersiap tidur di kamar.

Eh, begitu pipis, dia langsung bangun, ambil kain lap, dan membersihkan pipisnya sendiri.

Tak cuma soal membersihkan air. Hal lainnya adalah soal buang sampah. Misal pas kami lagi makan kue. Tanpa diperintah, Satori kemudian membawa bungkus makanan dari ruang tamu ke tempat sampah di dapur.

Begitu pula pagi ini. Setelah makan ubi goreng, dia membawa sisa makanan itu ke tempat sampah di depan rumah. Padahal ya kami tak menyuruh sama sekali.

Begitulah hal menyenangkan pada Satori. Meski tak pernah disuruh, tak pernah diperintah, tak pernah diajari, dia mulai membuang sampah dan membersihkan sisa pipisnya sendiri.

Bisa jadi karena dia belajar dari kebiasaan kami di rumah. Bagi bayi, yang belum terlalu mengerti bahasa omongan, cara belajar terbaik mereka memang lewat tindakan. Orang terdekat mereka, orangtua, saudara, pengasuh, adalah contoh utama.

1 Comment
  • .gungws
    September 10, 2013

    woaa…satori kereen 😀

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *