Karena Integritas Memang Mahal, Mas..

2 , , Permalink 0

Gagal Ujian SIM C

“Bapak cukup bayar Rp 225.000 dan terima SIM sudah jadi.”

Tawaran polisi petugas informasi pengurusan SIM di Poltabes Denpasar itu sekilas menggiurkan. Jika tidak mau repot, cukup bayar Rp 225 ribu. SIM pun beres.

“Itu untuk biaya apa saja, Bu?” tanyaku pagi ketika akan memperpanjang SIM C yang sudah mau mati.

“Untuk biaya administrasi, pengurusan surat keterangan dokter, dan macam-macam,” dia menjawab setelah wajahnya langsung kehilangan senyum manis yang aku terima sebelumnya.

“Ada detail penjelasannya gak? Misalnya untuk pengurusan apa berapa dan seterusnya?” aku lanjut bertanya.

Ibu-ibu berpakaian polisi dengan selempang bertuliskan Petugas Informasi Pelayanan itu malah ganti tersenyum. “Gini aja, Pak. Kalau tidak mau bayar, silakan Bapak urus sendiri saja prosesnya.”

Kesannya dia agak sebal ditanya-tanya soal detail pembayaran. Tapi, dia tetap tersenyum dan menerangkan apa saja syarat pengurusan dan perpanjangan SIM, yaitu surat keterangan sehat, fotokopi KTP, dan SIM lama.

Informasi lebih detail mengenai syarat dan proses perpanjangan SIM bisa dicek di website Satu Layanan.

Dia juga menunjukkan di mana aku harus mengurus surat keterangan sehat, mencari formulir, hingga ujian teori. Informasinya berguna.

Aku kemudian memilih mengurusnya sendiri karena tidak mau membayar untuk biaya tidak jelas. Sok-sokan biar punya integritas.

Hitung-hitung sekalian mengalami sendiri bagaimana proses perpanjangan SIM kali ini. Jika sebelumnya aku memperpanjang SIM A di pengurusan SIM keliling dan memang lebih cepat, kini aku pengen mencoba lagi di kantor polisi, tepatnya Poltabes Denpasar.

Dokter tempat mencari surat keterangan sehat berada di luar gedung Markas Poltabes Denpasar di Jalan Sanghyang, Denpasar. Aku harus keluar dan berjalan sekitar 300 meter. Tapi, prosesnya cepat. Hanya sekitar Rp 10 menit dan bayar Rp 25.000.

Surat keterangan sehat dari dokter pun di tangan.

Berbekal surat keterangan sehat dari dokter umum, aku kembali ke bagian loket pendaftaran. Petugas mengarahkan aku ke proses selanjutnya, Ujian SIM C secara perorangan dengan komputer. Bahasa kerennya Audio Visual Integrated System (AVIS).

Ada 30 soal yang harus dijawab dalam 30 menit. Semuanya terkait bagaimana perilaku pengendara motor karena ini memang untuk SIM C.

Menurutku, format soal-soal ujian ini sebenarnya kurang pas. Hanya berupa gambar simulasi orang naik motor di jalan raya. Terus pertanyaannya hanya apakah perilaku si pengendara benar atau salah. Aku sendiri kadang bingung sebenarnya perilaku mana yang dimaksud karena tidak terlalu jelas.

Lama waktu menjawab tiap soal hanya 1 menit. Jadi tidak bisa dipikir terlalu lama. Cukup jawab benar atau salah. Walhasil, aku pakai firasat dan tebak-tebak buah manggis. Maklum saja karena memang tidak pernah belajar teori sama sekali sebelumnya.

Eh, lhadalah, ternyata jawabanku banyak juga yang salah. Dari 30 soal salah 6. Padahal, syarat kelulusan salahnya maksimal 4. Hasilnya, aku tidak lulus ujian.

Agak kecewa sih. Tapi ya bagaimana lagi. Nyatanya aku memang tidak cukup mengerti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Besok-besok, ada baiknya belajar dulu soal-soal ujian SIM C di tautan website Polri ini.

Walhasil, aku meninggalkan Markas Poltabes Denpasar tanpa hasil. Belum bisa memperpanjang SIM C kali ini. Sepanjang jalan, aku menghibur diri saja. Setidaknya bisalah berbangga karena sudah menjalani proses dengan benar meskipun hasilnya mengecewakan.

Hiburan untuk diri sendiri itu ditelan saja sambil melihat pengendara Harley Davidson nyerobot garis tengah tanpa putus di jalan raya, ibu-ibu pakai jilbab tanpa helm naik motor dengan bebasnya, tiga anak SMP naik satu motor dengan asyiknya. Ah, seandainya semua teori di kantor polisi tadi diterapkan, mungkin lalu lintas Denpasar tidak akan semrawut begini..

2 Comments
  • gungws
    May 11, 2016

    iya mas, di tes AVIS itu kesannya bercanda banget, animasinya tidak sedikit yang ga jelas, itu sebenernya dia berhenti atau melambat? sisi kiri & kanan mana yang dimaksud, dan lain sebagainya, alhasil saya juga ga lulus disana :))
    ga lulusnya karena gagal memahami animasinya sih, bukan aturannya :))

    kemudian saya pergi ke sim corner di carefour, ga pake surat sehat (padahal sudah disiapkan) cukup bawa pulpen, antre sebentar, trus cek tensi sama dokter disana, trus dipanggil, trus fotoan, trus jadi deh 😐

    ReplyReply

    [Reply]

  • Putra Adnyana
    May 11, 2016

    @gungws:

    Aku kayak om yg di atas ini bikin perpanjangan sim di sim keliling yg nangkring di malboro, lupa detil bayarnya berapa tp yg jelas ampe 200-an om plus surat keterangan dokter langsung di sana dapet (aneh ga diperiksa apa, pura2 cek tensi keq hahahaha …..)

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *