Jangan Undang Profesor [Tiiiiit! Awas Sensor]

1 No tags Permalink 0
Selesailah sudah satu beban pekan ini. Tadi pukul 11 siang lebih sekian, talk show di Radio Global FM pun berakhir. Maka berakhir pula satu kerjaan dengan Kemitraan Jakarta dan Koalisi NGO.

Kerja sama itu bermula dari telepon Tio (Indonesian Parlemantary Centre) Sabtu atau Minggu dua pekan lalu. Dia bilang mau ngajak kerja sama untuk diskusi tentang Undang-undang Partai Politik 2007. Diskusi itu kerja sama antara Koalisi NGO untuk Perubahan UU Politik (Cetro, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, dan IPC) dengan Kemitraan. Di Bali mereka ngajak aku. Mungkin mas Hanif LSPP yang ngasi kontak ke mereka. Setelah jelas bagaimana kerjaannya, aku mengiyakan. Aku pakai Sloka Institute sebagai kendaraan.

Masalahnya persiapan diskusi agak mepet, cuma satu minggu. Kerja mepet kayak gini tidak terlalu jadi soal. Aku udah berkali-kali mengalami. Tapi biasanya sih udah jelas TOR, jadwal kegiatan, tempat, dan seterusnya. Nah, yang ini belum jelas. TOR memang udah dikirim tapi tempat belum jelas. Jadwal pun belum ada. Diskusi dilakukan pada 19-20 Mei. Namun sampai dua hari menjelang hari H tempat diskusi dan jadwal baru jelas. Bahan diskusi malah baru dikirim sehari sebelum hari H.

Intinya waktu utk diskusi memang mepet. Persiapannya kurang. But, the show must go on! Setelah pontang-panting ngundang peserta, konfirmasi, cari pembicara, dst, diskusi bisa juga dilakukan.

Jumat sore kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Bali Post. Meski hanya tiga wartawan yang menemui, dan berita tentang itu juga tidak ada di Bali Post, tidak masalah. Yang penting aku sudah melakukan kerjaanku. He.he. Sabtu dan Minggu diskusi pun dilakukan di hotel Santika Kuta. Beres. Menurutku diskusi berjalan asik. Orang KPU, partai, NGO, dan akademisi yang diundang terlihat antusias. Dari 27 peserta yang hadir sejak awal, bertahan 24 peserta yang ikut sampai akhir. Kan lumayan itu. Malah orang DPRD yang cuma sehari ikut. Lalu hari kedua cabut gara-gara tidak mau tidur sekamar sama orang lain. Gedubrak!

Senin pukul 10 pagi kegiatan terakhir pun dilakukan, talk show di radio. Lumayan lancar meski cuma ada tiga penelpon yang ikut diskusi. Tapi sedikitnya penelpon, menurutku, karena waktunya juga cuma sejam sementara materinya padat.

Untuk semua kegiatan dari kunjungan media, diskusi, dan talshow, aku kasih nilai 85 lah. He.he.

Meski demikian, masih ada sejumlah catatan. Besok-besok kalau bikin acara lagi harus jelas tempat, jadwal, tugas, tanggung jawab, dan tetek bengeknya. Kalau soal teknis sudah beres, waktu mepet tidak akan jadi masalah.

Oya satu lagi. Jangan ngundang profesor untuk jadi peserta diskusi di mana master yang berbicara. Ini memang cerita agak aneh. Salahku juga sih tidak mengundang sang guru besar sebagai pembicara. Ya semata karena lupa nama dia saja. Pas aku tanya ke teman2 wartawan siapa yang layak jadi pembicara, mereka ngasih nama dosen yang master itu. Namanya juga lebih sering muncul di koran dan familiar.

Dua hari menjelang diskusi, masih ada beberapa peserta yang belum konfirmasi hadir apa tidak. Aku pun mencari-cari beberapa nama lagi untuk diundang. Ketemu lah nama profesor [tiiiiiit! sensor]. Dengan PD-nya aku telpon dia untuk ikut sebagai peserta diskusi.

“Sebagai peserta? Pematerinya siapa?” tanya sang profesor itu.

“Pak [hus! Jangan disebut!], Pak,” kataku.

“Saya sebagai peserta dan dia sebagai pembicara?” sang profesor bertanya lagi.

“Mmmm. Iya, Pak,” jawabku mulai tidak enak hati.

“Masalahnya saya ini biasa sebagai pembicara, bukan sebagai peserta. [bla.bla.bla],” kata sang guru besar ilmu pemerintahan itu. Intinya dia bilang, besok-besok kalau ngundang saya mbok ya sebagai pembicara. Saya guru besar masak diundang untuk mendengar.

Maka, pelajarannya adalah: jangan sembarangan mengundang profesor untuk mendengar. Mereka hanya punya lidah, tidak punya kuping. Jadi hanya bisa ngomong tidak bisa mendengar. Catat itu besar-besar. He.he. [+++]

1 Comment
  • ayu
    May 25, 2009

    namanya jga orang indonesia malu kLo biasanya jadi pembicara tz jadi pendengar ,, GEngSi BooOOO!!!!!!!!!

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *