Iklan XL Itu Merendahkan Pelanggan

46 , , , Permalink 0
Sejak awal punya nomor pribadi di telepon seluler (ponsel) pada 2001 aku memilih nomor XL. Alasanku waktu itu karena harga XL yang paling terjangkau. Aku lupa persis berapa harganya saat itu. Tapi yang pasti aku ingat, nomor ini yang bisa kubeli dibanding Mentari atau Simpati, dua operator besar lainnya.

Artinya, aku memilih nomor ini bukanlah tanpa mikir. Meski jaringan XL tidaklah sebagus Simpati –yang setauku memang menggunakan jaringan Telkom- atau Mentari, aku tak pindah ke lain hati.

Ada beberapa kejadian di mana aku kehilangan sinyal XL. Misalnya di desaku, di pesisir utara Lamongan sana, belumlah terjangkau pada awal aku pakai nomor ini. Aku inget saat itu aku harus naik bukit kalau pas lagi di kampung, untuk dapat sinyal. Sekarang sih sudah bagus jaringannya. Tapi masih ada masalah. Januari lalu, ketika aku di Flores, jaringan ini benar-benar tidak ada. Selama di Flores aku ganti ke kartu As.

Lalu ketika kembali ke Bali, aku tetap pakai nomor lama, XL! Mungkin karena aku tipe setia. Hehe.. Sekali lagi aku pakai XL justru karena aku punya pikiran. Salah satunya ya karena nomor ini sudah kadung jadi nomor sejak awal. Sudah kadung ada hubungan psikologis yang kuat dengan nomor ini.

Tapi iklan di TV yang kulihat sejak minggu lalu mulai mengusik kesetiaan itu. Bagiku, bukannya menarik orang untuk menarik orang, iklan ini bagiku kok justru merendahkan. Iklan ini menayangkan percakapan –tentu saja hasil dubbing- antara beberapa monyet soal kartu XL.

Di percakapan awal monyet-monyet itu menyindir operator lain yang memberikan tarif murah dengan catatan tertentu. Lalu seekor monyet lain nyaut. Dia kurang lebih bilang kalau pakai kartu XL itu tidak usah mikir.

Dari awal aku lihat iklan ini, aku sebagai pelanggan kok malah merasa dilecehkan. Pertama karena penggunaan monyet sebagai bintang iklan sama sekali tidak lucu, malah merendahkan. Masak pelanggan disamakan dengan monyet? Yang bener aja, dong..

Kedua, bahwa tidak perlu mikir untuk pakai XL. Aku benar-benar gak ngerti dengan maksud iklan ini. Masa sih pelanggan, aku termasuk di antaranya, memilih operator ini tanpa mikir? Memangnya aku segoblog itu!! Tentu saja aku mikir pas milih nomor ini, seperti aku sudah sebut di atas. Juga tentu saja aku mikir ketika tetap pakai nomor ini meski kadang masih ada masalah.

Kenapa tidak justru mereka membuat iklan bahwa orang yang pakai XL itu ya orang-orang yang mikir? Bukankah dengan itu mereka akan bangga bahwa orang pakai XL itu ya gak asal pake.

Jadi, overall, iklan XL yang satu ini memang aneh. Apalagi pas aku lihat spanduknya di jalan-jalan. Spanduk iklan itu juga memperlihatkan kepala monyet dengan materi tak jauh berbeda.

Kalau tidak salah, XL sudah pernah mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ketika membuat iklan ada orang kawin dengan kambing. Alasan KPI saat itu karena iklan ini dianggap merendahkan manusia. Masak ada sih orang kawin dengan kambing. Eh, ternyata sekarang mereka melakukan hal yang sama..

Mungkin sekarang saatnya mereka ganti agen pembuat iklan agar bisa membuat iklan yang lebih menarik. Kalau tidak, mungkin aku yang memang harus ganti nomor HP..

46 Comments
  • GungWie
    November 4, 2008

    SETUJU!! haha

    pertama saya liat iklan XL, saya kira malah iklan dari telepon seluler yang lain yg MENYINDIR XL, karena jaringannya yg tidak bagus dsb2.. ternyata tertawa saya begitu tahu ini iklan dari XL sendiri..

    dan soal moNyet itu, uh.. memang menarik perhatian, anak2 terutama.. tp saya ga suka disamakan dgn monyet! pengen ganti XL ini deh..

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    begitulah. pelanggan XL disamain dg monyet. :((

    ReplyReply

    [Reply]

  • sherly
    November 4, 2008

    aneh2 aja model iklan jaman sekarang yah?

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    yah. mgkn biar gratis. makanya pake monyet.

    ReplyReply

    [Reply]

  • didut
    November 4, 2008

    makanya sy setia dgn mentari saya πŸ˜›

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • Didi
    November 4, 2008

    Trus sekarang masih setia kah?
    Saya sudah berpindah ke lain hati sejak 2004. Dari tahun 1999-2004 masih setia pake XL.
    Hmmmm, dipikir2 XL suka sekali menggunakan binatang yah sebagai media promosinya???

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    wahaha, trnyata udah pindah ke lain bodi nok. mrk pake monyet biar ga keluar uang buat bayar model kali. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • Hafra
    November 4, 2008

    XL kan pendukung evolusi Darwin, dy lupa kalo’ sekarang manusia dah jadi homo sapiens! yang masih diinget cuma mbah-mbah-mbah…nya manusia, makanya dy bikin iklan pake mbah, mbah, mbah…nya manusia. setuju ma evolusi Darwin g? kalo setuju jangan marah dong! kalo’ ga’ setuju brarti pendukung Harun Yahya….

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ini bukan soal percaya atau tidak sama evolusi, mbak. tp soal bagaimana cara bikin iklan yg lebih menarik. masak iklan kok norak gitu. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • Efi
    November 4, 2008

    bener banget mas….sejak liat iklan itu…hatiku panas….udah terbesit utk pindah ke lain hati…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    asal ga pindah ke lain lelaki aja. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    November 4, 2008

    saya juga pemakai XL dari pertama kali punya HP… dan saya punya masalah lain XL yaitu fasilitas nelpon gratis ditambah dengan bisa “hidden number”, jadi cocok sekali untuk meneror orang di malem hari.

    Dan saya sudah lebih dari sekali menjadi korban keisengan orang. Saya pernah datang ke XL Center untuk mencoba mengetahui nomor XL yang meneror saya tapi ternyata tidak bisa. Lalu saya minta agar nomor saya di blok dari penelepon yang “hidden number”, tapi ternyata tidak bisa juga. Huh, saya hanya pasrah sekarang.

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    pasrah juga dari serangan yayang? πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    November 4, 2008

    saya ga pernah pake XL seumur-umur.
    harusnya gini:
    I think, therefore I am not using XL
    *kabur*

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    kalo pake XL di sono jg ga bakal bisa, bli. soale bajak laut pake provider sendiri. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • tolak undang 2 anti pornografi dan porno aksi
    November 4, 2008

    kalo gw yang iklan xl yang di bintangi luna maya, yang pake ikrar segala ( sumpah pemuda gitoohhh πŸ˜† ) .. kayaknya kacangan banget πŸ˜† si luna maya maksudnya…..

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ah, kalo luna maya sih aku pasti ga nolak iklannya. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • jek
    November 4, 2008

    provider yg aneh…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    komentar yg aneh. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • Putu Adi
    November 5, 2008

    XL udah kehilangan akal sehat, walau saya juga pengguna setia XL.

    Kalah ama iklan CuMi….

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    trnyata sama2 jd korban. ya tuh iklan cumi jauh lebih keren meski ceritanya kadang2 ga jelas. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • Hendra W Saputro
    November 6, 2008

    Telkomsel jadi jelek kwalitas suaranya setelah bersaing murah-murahan. Kecewa juga sih. Korban dari murah, kwalitas suara jadi jelek dan putus-putus. Nggak tahu klo XL. Apakah kwalitas nya juga dikorbankan ? secara penggunanya di stereotipkan dengan monyet.
    **Kaburr akh….

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    kualitas suara sih ga masalah. yg justru masalah ya kualitas iklan itu. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • nono
    November 6, 2008

    pokoknya XL mah…
    ga akan kelain hati… πŸ˜€
    hidup XL…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    tp monyetnya bikin pengen pindah ke lain hati. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • pande ndak baik
    November 6, 2008

    Syukurlah saya bukan pengguna XL. Jadi apapun iklan mereka, semurah apapun tarifnya, tetep aja pengguna yang dirugikan, saya mah gak ngaruh.
    XL ? Ini bukan film lokal itu kan ? πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    film lokal? ada ya? πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • fenny
    November 9, 2008

    angel ton nek ganti nomer hape… mendingan ganti istri, eh salah.. ganti themes blog maksudku *lirik2 mbok lode, berharap ndak dipacul*

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    boleh aja ganti istri. asal bukan kamu. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • Yanuar
    November 9, 2008

    bukannya iklan itu mencerminkan para pengguna XL.
    kesimpulan yang didapat setelah ngeliat iklan itu,
    1. pengguna XL adalah para monyet.
    2. XL disukai para monyet.
    3. para monyet nggak kalah sama manusia yg pake XL.
    4. monyetpun pake henpon.. WOW…
    5. dan salah satu monyet protes dengan ngeblog. he.3

    *balik kanan bubar jalan..!!!*
    *herannn… monyet2pun bisa ngeblog dan komen..*

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    *kirim santet buat pak de.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Yanuar
    November 9, 2008

    dohh.. lupa …
    diriku bisa kena pasal nehh….

    *maap..maap…. sengaja..*

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    *segera siapkan pengacara..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Yanuar
    November 9, 2008

    INGAT SODARA.!!!!

    SERIUSLAH DALAM BERCANDA.!!

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    tak ada waktu becanda.

    *sambit yanuar..

    ReplyReply

    [Reply]

  • HeLL-dA
    November 10, 2008

    Jujur, saya belom lihat iklannya lho, tapi kalo’ spanduk atau pun balihonya, saya sudah lihat…
    Waha.. πŸ˜€
    Mungkin emang benar, mereka tdk punya cukup dana utk bayar model.
    Saya setuju dg Anda, iklan-iklan spt itu membuat risi…

    Saya juga sebelumnya pengguna XL. Juz for info, dulu sejak penurunan tarifnya yg drastis, jaringannya selalu sibuk. Mau nelpon pun susahhh…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ya, anehnya smp skr blm jg diganti..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    November 10, 2008

    jawaban dari XL terhadap imelku..

    Terima kasih atas e-mail Bapak. Mohon konfirmasi nomor XL yang Bapak gunakan sebagai referensi kami. Berkenaan dengan pertanyaan Bapak, dapat kami sampaikan bahwa pada dasarnya materi komunikasi yang terbaru bertujuan sebagai bentuk penyegaran yang menghibur di mana obyek binatang lebih mudah digunakan sebagai media yang penarik perhatian. Tentu saja kami tidak punya maksud negatif apapun di balik penggunaan binatang dalam komunik asi kali ini. Kami berharap iklan kami dapat pula ditafsirkan secara positif.

    Kami mohon maaf apabila iklan ini tidak sesuai harapan Bapak. Masukan Bapak mengenai iklan XL terbaru akan kami teruskan ke pihak terkait untuk menjadi perhatian.

    Hormat kami,
    Bangun Parulian
    Customer Service XL
    PT. Excelc omindo Pratama, Tbk
    grha XL, Jl.Mega Kuningan Lot E4-7 No 1
    Kawasan Mega Kuningan Jakarta 12950
    E-mail: customerservice@xl.co.id
    Website: http://www.xl.co.id

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    November 10, 2008

    jawaban yg lain..

    Bapak Anton Muhajir Yth.,

    Terima kasih atas konfirmasi Bapak. Kami berharap, model simpanse yang kami gunak an saat ini akan lebih mudah untuk diingat dan pelanggan atau calon pelanggan akan tertarik, lalu melihat dan mencermati layanan XL yang ditawarkan. Masukan Bapak telah kami sampaikan ke pihak terkait untuk menjadi perhatian.

    Terima kasih atas kerjasama Bapak. Apabila ada hal lain yang ingin Bapak tanyakan, silakan menghubungi kami kembali.

    Hormat kami,
    Endah M.Asih
    Customer Service XL
    PT. Excelcomindo Pratama, Tbk

    grha XL, Jl.Mega Kuningan Lot E4-7 No 1
    Kawasan Mega Kuningan Jakarta 12950
    E-mail: customerservice@xl.co.id
    Website: http://www.xl.co.id

    ReplyReply

    [Reply]

    blad Reply:

    semoga gara2 email dari mas anton, tiba2 dari Xl telpon saia, mohon2 biar saya yang jadi model iklannya… hahahahahaha… Ngarep πŸ˜›

    ReplyReply

    [Reply]

  • punjung
    November 13, 2008

    walau pake model luna maya bagiku xl tetap buaya
    walau pake model simpanse bagiku tetep bikin kere

    Kalo di Indonesia pakek model binatang mah lewat… yang penting jangan tampilin pamela anderson lagi nungging :d

    I Hate UU Anti Pornography

    ReplyReply

    [Reply]

  • dani
    November 13, 2008

    kadung pake xl dari awal..eman kl ganti..

    tumben nonton tv..monyet mencibir di bag akhir itu kok ya trs keterlaluan..

    ReplyReply

    [Reply]

  • GungWie
    November 15, 2008

    tuh.. mas Anton.. tafsirkan positif katanya?
    haha..
    Teori dARwin mnurut XL bener kaleee.. haha

    ReplyReply

    [Reply]

  • arif rakhman
    November 17, 2008

    terima kasih atas tulisan anda yang hari ini telah menambah wawasan dan pengetahuan saya. dan, melihat begitu populernya anda dan tulisan anda saat ini yang berarti jejaring yang terbentuk begitu luas dan banyak, saya berharap jasa penerjemahan Inggris-Indonesia yang saya sediakan dapat pula dipromosikan dan dengan demikian diketahui oleh para para pembaca lainnya. saya bisa dihubungi via:
    e-mail : arif.rakhman1981@yahoo.com
    M.P. : 0813 3442 2845
    untuk informasi lebih lanjut

    ReplyReply

    [Reply]

  • Fakhrurradzie Gade
    November 27, 2008

    Wah, beruntung sekali aku udah hampir enam bulan ganti nomor. Dulu aku pake XL juga mikir. Lalu waktu pindah dari XL juga mikir. Memang, kelewat banget tuh iklannya.

    Tapi berhubung aku bukan pelanggan XL, ya gak akan protes, karena what for gitu lho… Mending pake Mentari,.

    Radzie

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *