Hanya Satu Kata: Capek

3 No tags Permalink 0
Pada akhirnya, tubuhku menyerah. Sabtu ke Jatiluwih. Hari ini ke Jatiluwih lagi. Hari ini lebih parah. Meski naik mobil, sementara Sabtu lalu naik motor sendiri, tapi kali ini medannya jauh lebih berat. Aku dan Raras, temanku, ke Wongaya Gede dulu. Dari Wongaya Gede kami ke Jatiluwih.

Medannya? Whuhh! Berat. Naik turun. Berkelok-kelok. Jalan rusak. Kanan kiri tebing. Agak ngeri meski tak sebanding dengan perjalanan ketika ke kaki Semeru akhir 2004 lalu.

Sejak semalem tubuhku sudah protes. Sakit sekali di pinggang. Lalu hari ini perjalanan jauh lagi. Huh.

Paling parah: pas sampe Denpasar mampir tempat lain untuk cari foto lagi. Kami diberi wine. Aku pikir tidak terlalu berat untuk diminum. Aku masukkan penuh ke cangkir. Lalu, tanpa basa-basi, aku habiskan. Aku pikir akan menyegarkan kayak minum bir dingin pas capek. Eh, setelah itu, nut!, kepala langsung muter. Makin parah!

3 Comments
  • wira
    November 1, 2007

    capek + wine = muodar!! 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • adeksetiawati
    November 3, 2007

    wah salah pilihan tuh bli,harusnya jangan minum wine,he..he..he..
    Salam kenal, kapan kopdar didenpasar nih?ikuut..

    ReplyReply

    [Reply]

  • saylow
    November 3, 2007

    Harusnya minum loloh daun sembung atau es daluman biar seger… 😛

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *