Habis Blogspot, Terbitlah WordPress

1 No tags Permalink 0
Minggu-minggu ini aku kembali bergairah otak-atik blog. Gara-garanya: wordpress!

Sebenarnya sudah kenal lama dengan wordpress. Aku tahu pertama kali ketika buka blog jurnalisme.wordpress.com punya Budi Putra, redaktur Koran Tempo yang sekarang jadi blogger professional. Lupa kapan persisnya buka blog itu. Tapi kalau tidak salah dua tahun lalu. Dasar aku yang males urusan teknis-teknis gitu, jadi ya sebatas tahu saja.

Aku masih asik dengan blogspotku. Maklum, ini blog pertama yang aku bikin sejak 2004. Tidak hanya ada beban emosi, berat melepas sesuatu yang sudah lama kita akrabi, tapi juga karena beban citra. Mirip-mirip sepeda motorlah. Meski Yamaha, tetap saja disebut Honda. Blogspot pun begitu: kadung jadi nama generik, meski dia hanya merk.

Dari sekian alasan itu, sebenarnya paling penting adalah karena aku memang males otak-atik. Beberapa kali coba ubah desain blogspotku, tetap saja tidak bisa. Pernah nambah link, eh aku otak-atik malah ilang. Pernah ganti desain bagus banget, aku obok-obok, eh malah tidak karuan. Jadilah desain blogspotku tetap saja begitu. Meski tidak puas, ya bisanya cuma itu, jadi ya puas-puasin.

Belajar otak-atik blog tidak hanya secara online, dari buku pun sering. Aku beli beberapa buku tentang blog, html, css, dll. Ketika baca sepertinya mudah. Praktiknya, ala maknyak!, susah setengah mati. Jadi teklek kecebur kalen, tinimbang elek angor balen. –Ini bahasa Zimbabwe yang berarti daripada berantakan biarin aja apa adanya. :)-

Entah setan dari mana, minggu-minggu ini tiba-tiba aku coba otak-atik wordpress lagi. Dulu aku sudah pernah bikin. Tapi karena malas update, aku jadi lupa apa alamatnya dst. Nah, minggu ini aku iseng otak-atik lagi. Wah, ternyata aku dapat desain yang menarik banget. Ya, desain yang aku pakai sekarang ini.

Menariknya lagi banyak fasilitas yang tidak disediakan blogspot, setidaknya seperti yang aku mengerti. Di wordpress, aku bisa langsung pakai widget untuk memasukkan link, recent comment, tags, search, dst. Meski sempat bingung juga, dan kemudian dibantu Pak Dokter, akhirnya wordpressku jauh lebih bagus dibanding blogspotku.

Well, masih banyak yang perlu diperbaiki. Tapi setidaknya aku menemukan lagi semangat untuk belajar ngeblog lagi. Untuk blogger kacangan kayak aku, semangat belajar itu jauh lebih penting dibanding rajin tidaknya ngeblog. Kalau sudah mahirun kan akan lebih seneng lagi. :p

1 Comment
  • Ayip
    October 26, 2007

    Selamat pindah ke rumah baru. Yang kayanya memang lebih friendly dan lengkap. Selamat berekspresi dan berkreasi.

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *