Golput yang Bikin Ribut

14 , , Permalink 0
Noldy, teman di kalangan aktivis penanggulangan AIDS di Bali, pun hari bilang padaku. “Aku golput saja, Pak. Semua caleg sama saja. Tebar janji ketika kampanye. Kalau sudah kepilih paling juga lupa sama kita dan janji-janjinya,” kurang lebih begitu katanya.

Hal serupa selalu saja dibilang oleh teman-temanku, terutama di kalangan aktivis LSM, ketika ngobrol soal Pemilu tahun ini. Semuanya bilang mending golput alias tidak memilih pada Pemilu 2009 ini. Ada beberapa alasan mereka. Antara lain adalah karena tidak jelasnya caleg yang akan dipilih. Namun ada pula yang Golput karena sudah tidak percaya pada sistem di negara ini.

Soal Golput ini bahkan sempat bikin ribut di berbagai media dan masyarakat umum ketika sekitar sebulan lalu Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan bahwa Golput itu haram. Ada yang mendukung banyak pula yang kontra.

Banyaknya teman-teman dekat yang Golput itu membuatku berpikir kembali soal, kenapa sih harus Golput?

Menurutku kok Golput bukan pilihan yang tepat ya. Okelah kita muak dengan para Caleg, begitu pula aku. Tapi bukan berarti tidak ada yang bisa dipilih. Di antara ratusan Caleg dari daerah pemilihan kita pasti ada saja satu dua yang layak dipilih. Atau setidaknya pilihlah yang terburuk dari yang terjelek.

Ketika kita tidak memilih bagiku itu sama saja dengan membiarkan orang-orang gak beres yang akan menjadi anggota legislatif. Katakanlah ada calon A dan B. Si A meski tidak bagus-bagus amat setidaknya tidak seburuk si B yang terbukti memang preman. Karena kita tidak ikut memilih si A, maka si B lah yang terpilih. Rasanya kok itu sama saja dengan kita turut berdosa.

Mau cuek dengan Pemilu karena merasa tidak menguntungkan? Rasanya tidak juga. Toh para aktivis LSM pada akhirnya suka juga bersikap politis. Antara lain demo menuntut anu ke DPRD atau meminta agar DPR mendukung kebijakan terkait dengan ide kita. Kalau kita ikut memilih, menurutku itu kok lebih afdhol dibanding tidak pernah ikut memilih tapi kemudian hanya bisa menuntut.

Di luar itu, kadang-kadang sikap Golput bagiku hanya semacam pembenaran atas ketakutan bahwa pilihan kita tidak benar. Ah, tidak usah segitunya kali. Tiap pilihan toh memang selalu ada risikonya. Tinggal bagaimana kita mengantisipasinya..

*Nulis campur ngantuk. Jadi agak nyaplir..

14 Comments
  • bukan winardi
    February 25, 2009

    saya sebagai pendukung partai golput ingin memberikan sedikit pendapat.

    kalo saya to golput memang karena saya tidak tau sama sekali tentang caleg – caleg yang adai di list pemilu itu bli. jadi pada saat bli bilang pilihlah yang terbaik dari yang terburuk, kita setidaknya harus tau mereka. nah kalo kondisinya kita sama sekali ga tau giman menentukan yang terbaik diantara yang terburuk to bli? wong pas kampanye masangnya baliho isinya mohon doa restu doank kok. emangne kal nganten?

    saya to sebenarne pengen ada website yang bisa nge-list caleg dengan track record ne masing – masing. mereka udah ngasi sumbangan apa ke masyarakat sampe mereka berani mengajukan diri jadi caleg. udah terbukti belum mereka bakalan bisa mewakili keinginan rakyat ne? kalo belum bisa membuktikan mending menyonyo aja lagi daripada jadi caleg.

    karena tidak ada list semacam itulah saya mencoblos semuanya. biar adil coz mereka semua minta dicoblos kan pas kampanye “mohon doa restu” ne …

    ReplyReply

    [Reply]

  • Maria
    February 25, 2009

    numpang komen ah 😀

    kalo saya sering mikir mau golput aja karena eneg mikirin politik dan janji2 palsu yg kebanyakan tdk terbukti. Presiden terpilih aja yg saya pikir tanpa cacat cela, ternyata memilih main bola sama Zinedine Zidane di saat negerinya lagi kacau balau dg bencana alam (apa emang mau menenangkan rakyatnya yg panik dengan cara kayak gitu dan disiarkan tv nasional sy ndak tau jg)

    Yang jelas saya lom tau ntar pemilu mo nyoblos, eh nyontreng sapa. Mungkin sy mo lempar koin aja deh… 😀

    Cheers

    ReplyReply

    [Reply]

  • adi
    February 25, 2009

    maaf, saya warga negara amerika, jadi golput 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    February 27, 2009

    Mohon maaf pak, saya sih kalau dari hati kecil maunya golput aja, kalau pak Anton bilang kita harus memilih yang terbaik dari yang terjelek, kok rasanya menurut saya semuanya jelek ya, dan sama jeleknya.

    Saya golput bukan karena tidak tahu/kenal dengan caleg di tingkat II, I atapun pusat, saya tahu mereka, bahkan beberapa yang tingkat II saya kenal dengan baik. Tapi masalahnya saya lihat semua tidak adanya bedanya, cara kampanye-nya sama, sikapnya setelah menjadi DPR juga sama, jadi harus pilih yang mana donk?

    Dan ada satu hal yang membuat saya heran, dulu (entah sekarang) kenapa ya para pendukung partai A dan partai B pada bentrok sampai berkelahi dan tawuran saat kampanye kayak anak SMA, tapi lihat sendiri para DPRnya diatas, mereka akur-akur aja, KunKer alias jalan2 keluar daerah atau keluar negeri pun mereka baik2 saja dan ingat itu pakai uang rakyat, lalu kenapa kita yang dibawah mesti ribut bela2in mereka. Jadi wahai rakyat, sadarlah, jangan terlalu fanatik berlebihan pada suatu partai, apalagi fanatisme membabi buta, ah… politik memang aneh bin kejam..

    *kembali jaga toko, sorry kepanjangan

    ReplyReply

    [Reply]

  • PanDe Baik
    March 5, 2009

    Akhirnya setelah bertapa tujuh hari tujuh malam, saya memutuskan untuk tidak GOLPUT. Mengapa ?

    Saya sependapat dengan Anton, bahwa minimal jika ingin mengubah nasib negeri ini, maka pilihlah satu diantara mereka. jangan sampai karena kita tidak memberikan suara, lantas orang-orang yang barangkali melangkah jadi Caleg hanya mengandalkan uang dan premanisme malahan kelak yang mengatur kita. APA KATA DUNIA ???

    Makanya, sedari sekarang, mumpung masih ada waktu, carilah figur yang anda sukai. ditiap tingkat minimal ada satu yang dianggap pantas. Kalaupun merasa tetap tidak ada yang pantas, pilihkah yang kira-kira masih bisa diajak kompromi, bicara jika bersua. Mungkin begitu menurut saya.

    psst.. kira-kira kalo saya ditaun 2039 kelak pengen jadi Caleg, apa rekan-rekan disini masih pada mau milih ya ? 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • udin
    March 8, 2009

    apa kabar bem se INDONESIA !!!

    tidak terasa sebntar lagi kita dihadapkan pada suatu momentum yang terbesar di negara kita, sering kita menyebutnya dengan pesta demokrasi atau biasa disebut pemilu.

    terlihat pihak penyelenggara pemilu seakan telah siap dengan segalanya..

    tapi tahukah teman2 bahwasanya tidak semua yang diharapkan sesuai dengan skenario yang ada, bisa kita lihat hal2 yang kecil saja seperti distribusi kertas suara sampai hari ini bahkan detik ini juga belum tersebar secara merata, kemudian sosialiasasi pencontrengan saja beum masuk hingga kepelosok2 desa, apakah pemilu akan berlangsung dengan maksimal dan adil???? jawabannya ada pada dirikita semua terutama KITA sebagai mahasiswa ingatlah wahai sodaraku sekalian kita bak lokomotiv2 revormasi yang senantiasa selalu menjadi roda penggerak revormasi itu sendiri, bayangkan ketika MAHASISWA itu semua DIAM terbungkam suaranya oleh kesibukannya msing2 bahkan tidak peduli akan nasib bangsa kita kedepan apa jadinya bangsa INDONESIA ini 3-5 tahun kedepan….

    tapi ketika kita solid kita mampu mengharmoniskan gerak langkah kita, kita satukan visi dan misi kita dalam suatu wadah garda pemilu ini bukan tidak mungkin essensi dari pemilu ini akan hadir di tengah masyarakat sehingga harapannya pemilu ini bisa sukses!!!

    satu hal yang terpenting gunakanlah hak pilih kita dengan maksimal, dikatakan dalam suatu artikel bahwa anggaran untuk pemilu saja sudah menghabiskan dana sekitar 13,5 trilyun rupiah WOuw angka yang fantastis, mulai dari mencetak kertas suara, mendistribusikan kotak suara hingga sosialisasi ke masyrakat, berapa banyak kertas suara yang terbuang sia2 atau MUBAZIR dikarenakan GOLPUT dikatakan bahwa orang MUBAZIR akan berteman dengan setan, pertanyaanya GOLPUT=TEMANNYA SETAN???

    memilih adalah hak, dipilih juga adalah hak, bahkan tidak memilih juga itu adalah hak tapi ingatlah bahwa ketika kita tidak memilih maka secara tidak langsung kita menghilangkan esensi dari demokrasi itu sendiri yang justru tidak menghendaki adanya golput itu sendiri

    negara kita menganut asas LUBER & JURDIL

    Langsung=memilih langsung di TPS

    Umum=diperuntukan untuk bangsa indonesia seluruhnya

    Bebas=”kita bahas dibawah”

    Rahasia=dirahasiakan

    jujur dan adil

    permasalahannya pada kata BEBAS

    LOGIKANYA:negara kita menganut paham kebebasan beragama artinya ya memilh satu dari enam agama yang ada di Indonesia, pertanyaanya apakah orang yang tidak memilih stu diantara ke6 agama yang ada di Indonesia itu dapat dikategorikan sebagai orang Indonesia???tidak,bahkan ia akan terancam dideportasai ke luar negri

    begitu pula pada pemilu 2009 ini apakah orang yang tidak memilih itu dikatakan sebagai suatu kebebasan??? dengan tegas sya menjawab TIDAK!!!

    ingatlah bahwa golput bukan solusi yang terbaik, jadilah kita MAHA-siswa yang cerdas tularkan kecerdasan ini bada sahabat,keluarga dan masyarakat sekitar..

    tetap semangat para pejuang yakinlah bahwa harapan itu masih ada

    SEBARKAN!!!

    by:m.saefrudin IPB 09

    ReplyReply

    [Reply]

  • agung wardana
    March 11, 2009

    Untungnya Anton ngga punya kuasa jadi hal ini menjadi sebatas anjuran saja…
    coba Anton punya kuasa maka bisa-bisa akan seperti MUI atau MUDP (Majelis Utama Desa Pekraman) yang menganggap golput adalah haram dan dosa..
    Tidak ada korelasi antara tidak milih dengan melakukan advokasi ke DPR…Ibu pertiwi pun ngga pernah milih tetapi bukan berarti kepentingannya tidak boleh kita didengar dan advokasi…begitu juga para pendatang yang tidak punya KTP Bali, apakah ketika mereka ditindas trantib mereka tidak boleh mengadu ke DPRD Bali?

    Hahaha…cukup gitu dulu, ton!

    salam

    ReplyReply

    [Reply]

  • punjung
    March 12, 2009

    hihihii… jadi pengen satu pesawat lagi ma om anton…

    ada saatnya saya muak dan memilih untuk diam..
    gag seserius perdebatan tentang harus memilih kristen atau islam…

    tapi semenjak dosa itu adalah tidak memilih.. tidak cerdas itu adalah tidak memilih.. atau banyak obrolan lain yang begitu menghina pilihan yang menurut saya sama kadarnya dalam “demokrasi” …..

    saya perlu juga dong membuktikan bahwa saya sudah muak dengan parodi mereka.. sama seperti om anton percaya dengan memilih salah satu yang terbaik dari mereka akan ikut serta dalam kemajuan negeri ini… toh walaupun semua orang di negeri ini golput juga gag akan ada ngaruhnya kali… ehhehehe

    ReplyReply

    [Reply]

  • Logika Man
    March 17, 2009

    Menurutku mau golput atau nggak golput ya terserah aja, itu kan hak masing-masing nggak usah dijadikan bahan perdebatan, karena mereka punya alasan sendiri-sendiri. buat aku sich…. Mau pemimpinnya siapa, mau Calegnya siapa…., ya terserah aja dech…. kalo ada pemimpin korup aku ga ngga rugi….. kalo ada pemimpin ngga korup aku juga ngga rugi… kalo ada caleg korup… aku ngga rugi… kalo ada caleg korup…aku juga nggak rugi… paling kan yang rugi pemerintah….

    Hidup kita ini nggak 100% tergantung sama pemimpin…. nggak 100% tergantung sama Caleg !!, nggak 100% tergantung sama DPRD atau Pejabat-pejabat tetek bengek lainnya !!.

    Hidup kita ini tergantung ama Petani yang nanam padi di sawah……

    Nelayan yang nyari ikan di Laut……

    Mereka yang bekerja di Kebun….

    dan mereka yang kebanyakan mengeluarkan tenaganya……

    Hidup kita….. tergantung kepada usaha kita sendiri….. kita mau hidup enak, ya harus berusaha….., ngga mesti nunggu siapa yang jadi pemimpin…..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Semprul
    March 17, 2009

    Oh iya…ada ngga yang bisa jelasin… merugikan pemerintah itu maksudnya apa ?. pemerintah itu siapa ?…….

    Sebagai contoh :

    Amin merasa rugi karena uang amir 1 juta rupiah….di ambil maling…

    Nah …. jelas bukan….yang merasa rugi pastilah si Amin….karena uang dia yang 1 juta rupiah diambil maling….dan orang juga tau si Amin itu siapa…… Amin bisa sedih…., Amin bisa Shock… Amin bisa jengkel….

    Tapi kalau kita ganti kalimatnya

    Pemerintah dirugikan 2 Milyar rupiah…..

    siapa yang dirugikan ?…… SBY yang dirugikan ?…ngga kan…. uang SBY yang 2 milyar yang dirugikan ? ngga juga kan ?, bahkan Presiden yang korupsi pun di anggap merugikan pemerintah, … pemerintah itu siapa sich ?… Menteri ?, … menteri tak merasa memiliki uang 2 milyar tersebut, dan juga bisa diadili apabila korupsi…., rakyat ? yang dirugikan…? …. Menteri ?, … Uang pemerintah itu punya siapa ?… rakyat ?……… kalo punya rakyat ?… kenapa banyak rakyat miskin ? …

    Aneh ya ?…

    Itu aja tolong jelasin merugikan pemerintah… pemerintah itu siapa orang atau lain…?

    ReplyReply

    [Reply]

  • ISYA
    March 18, 2009

    GOLPUT IBARAT…ORANG KENTUT. TIDAK MANFAAT, BAU LAGI. TIDAK BISA BICARA APALAGI BEKERJA…. ADANYA NUNTUT.

    LOE LAGI…LOE LAGI….!!

    KALO PINGIN KENTUT YA GOLPUT !!!
    DASAR TDK PUNYA TANGGUNG JAWAB……

    ReplyReply

    [Reply]

  • zidan
    March 21, 2009

    Gw Golput bukannya takut salah memilih dan tidak demokrasi tapi dengan menjadi pemilih sama aja gw memilih kembali tikus2 got yang akan kembali menjadi tikus baru yang akan memakan uang rakyat dan maunya hanya enak2 aja…sampai detik ini…semua caleg2 pada saat kampaye hanya bisa mengumbar janji saja..ee setelah terpilih..apakah mereka masih ingat dengan para pemilihnya ..??? my answerd BULLSHITT!!!!!!!

    ReplyReply

    [Reply]

  • GakGolput
    April 1, 2009

    G mau milih kalo anggota DPRnye cuma dibatesin 20 orang…supaya KPK kerjanye gak berat…nah ini boanyak banget…anggota legislatif hanya sebagai ajang Lowongan kerja per 5tahun…untuk urusan rakyat…Loby2 terus

    ReplyReply

    [Reply]

  • si putih
    April 3, 2009

    Wah udah telat neh g…ngelamar kerja diDPR…mana lowongan hanya 5 tahon sekali lagih…enakan rapat aje dibayar…mau tidur…mau maen hp kek…wah…moantaf ya…jadi yah nanti aja deh milihnye 5 taon lagi…tp g harus kudu hafal neh hotel2 yg pas buat ngeloby….hahahaha

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *