Dua Puluh Bulan Setelah Kelahiran

11 , Permalink 0
Setelah sempat panas, hari ini suhu badan Bani kembali turun. Meski batuknya masih saja mengganggu, Bani terlihat lebih sehat. Dan, seperti ditulis Bunda, Bani memang lagi seneng-senengnya jadi pengikut setia ayahnya. Hehe..

Mumpung ngomongin Bani, aku jadi pengen nulis soal anakku ini. Lama juga tidak nulis soal Bani. Apalagi kemarin (23/5) adalah persis 20 bulannya Bani.

Memang tidak terasa. Bani Nawalapatra, anak kami sudah berumur 20 tahun bulan. Rasanya baru kemarin dia dibawa keluar dari ruang operasi. Seperti baru kemarin aku menanam ari-arinya yang kubungkus dengan kertas koran berisi bola dunia dan pulpen. Tapi ya begitulah. Anakku pelan-pelan tumbuh sebagaimana dia seharusnya tumbuh.

Tidak hanya fisik, tapi juga kelakuannya. Parahnya adalah karena dia lebih suka meniru kelakuan bejat ayahnya daripada kelakuan baik-baik Bundanya. Hehe..

Hal paling lucu adalah kejadian menjelang tidur sekitar dua minggu lalu. Entah setan dari mana yang menclok di jidatnya, tiba-tiba Bani membuka mulut lalu menirukan orang ngorok. Ngrok, ngrok, ngroook.

Semula aku tidak sadar kalau Bani meniru aku suara orang ngorok. Baru setelah Bunda bilang, β€œItu dah anakmu. Meniru ayahnya ngorok.” barulah aku sadar kalau Bani pura-pura ngorok. Aku sampai ketawa ngakak lihat gaya Bani niru aku ngorok. Anakku benar-benar fotokopianku!

Gaya tengal lain dari ayahnya yang ditiru Bani adalah soal elus-elus perut. Gara-gara pernah aku elus-elus perutnya pas mau tidur, Bani tuh dengan PD-nya kadang buka kaosnya pas sudah terlentang. Lalu dia bilang ke aku, “Yah, yah.” sambil nunjuk perutnya. Maksudnya dia minta dielus-elus.

Keanehan lain kelakuan Bani adalah soal minum susu. Tidak jelas sama sekali. Sekali waktu dia bisa minta ke Bunda untuk dibikinin susu. Tapi begitu selesai dibuatin, dia dengan ketidakjelasannya ngambul. Lalu menyodorkan botol susu itu ke aku. Artinya, dia mau aku yang memberikan susu itu ke dia. Atau malah menyodorkan dot itu ke mulutnya.
Tapi sebaliknya juga sering. Aku yang bikin susu, tapi Bunda yang disuruh ngasih botol susu itu ke Bani. Benar-benar anak yang aneh..

Selain aneh, Bani juga ganjen. Sekarang ini kalau mau difoto, Bani suka mengajungkan telunjuk ke pipi atau dagunya. Lalu dengan ganjennya dia memiringkan kepala. Dia bergaya seperti model. Kebiasaan ini sih sudah sejak sekitar tiga bulan lalu. Dan aku ataupun Bunda sama-sama tidak pernah merasa ngajarin gaya ganjen ini. Sebab ganjen jelas bukan gaya kami. πŸ˜€

11 Comments
  • ghozan
    May 27, 2008

    ah senangnya bersama anak2 ya mas. kelakuan bani mirip dengan reswa anakku yang pertama. memang dia lebih dekat dengan papanya karena kalo tidur selalu dengan papa sedangkan sang mama dengan si adik kecil πŸ˜€ he3x. they are the best things that ever happened to me!

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    May 27, 2008

    “anak kami sudah berumur 20 tahun”

    ga salah tuh pak?

    ReplyReply

    [Reply]

  • didut
    May 27, 2008

    gaya foto abegeh di FS kali πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • azzah
    May 27, 2008

    like father like son deh πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • Arie
    May 27, 2008

    lupa kali pernah arahin gaya seperti itu πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • saktisoe
    May 27, 2008

    ya ampuuun lutunaaaa…..*mupeng*

    huung jadi inget peribahasa mas –air cucuran atap rumah jatuh tak jauh dari pohonnya–

    lucu teryus ya Bani….

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    May 28, 2008

    @ ghozan: ya, bli. tidak ada yg mengalahkan rasa nikmat main sama anak. πŸ™‚ kpn2 bikin kopdar BBC junior yuk. πŸ˜€

    @ wira: makasih, pak dosen. udah diganti. πŸ™‚

    @ didut: kali ya. *sambil garuk2.*

    @ azzah: yoih jg. kenapa ga like mother like son ya? πŸ™‚

    @ arie: atau niru gayamu kali. pas di kopdar. πŸ™‚

    @ saktisoe: ndang nyusul. ben ga mupeng terus. hihih..

    ReplyReply

    [Reply]

  • imcw
    May 28, 2008

    Anak memang segala galanya bagi orang tua

    ReplyReply

    [Reply]

  • nyoman
    May 28, 2008

    indah banget keluarga bli ini.
    duh semakin tidak sabar aku nunggu 4 bulan lagi untuk kelahiran my 1st bayi.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    June 2, 2008

    @ imcw: bener, pak dokter. bawaannya pengen main sama anak terus. jd lupa sama istri. hihihi..

    @ nyoman: sabar, bli. tinggal 4 bln lg. jangan lupa calon bayinya sering2 diajak ngobrol. itu penting utk membuat dia nyaman sama kita.

    ReplyReply

    [Reply]

  • imsuryawan
    June 13, 2008

    ** siap2 bikin anak…

    Nyen ajak nah? wkwkwkw…

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *