Dua Panduan untuk Menikmati Bali

5 , , Permalink 0

Bingung mau jalan-jalan di mana saja selama liburan di Bali? Dua buku terbitan Intisari ini bisa jadi panduan.

Buku pertama berjudul Where to Go Bali. Buku ini terbit November 2010 lalu. Materinya tentang lokasi wisata dan aktivitas apa saja yang menarik untuk dilakukan selama di Bali.

Ada sekitar 40 lokasi yang ditulis buku ini. Mereka tersebar di seluruh lokasi di Bali, mulai dari Uluwatu, Jimbaran, Canggu, Tanah Lot, Bedugul, Jatiluwih, Lovina, Desa Trunyan, Desa Tenganan, Besakih, dan seterusnya. Kegiatan wisatanya tari kecak, wisata taman satwa, arung jeram, parasailing, dan banyak lagi.

Ehm, biar jelas di awal, aku ngaku saja, deh. Aku salah satu penulis buku ini selain satu tim lain di Bali yang tidak kukenal sama sekali dan satu tim lagi dari wartawan Intisari. Selain menerbitkan majalah bulanan, Redaksi Intisari secara berkala memang menerbitkan buku dengan tema tertentu, termasuk buku panduan jalan-jalan.

Untuk menulis buku ini, aku kerja tandem dengan fotografer muda Bali, Made Nagi. Mantan fotografer Bali Post ini sekarang bekerja untuk kantor berita foto Eropa, Europe Pressphoto Agency (EPA). Mohon maklum, foto memang jadi salah satu kekuatan buku ini, selain, ehm, tentu saja narasinya.

Karena itu tukang potonya harus fotografer hebat. Dan, Nagi melakukan tugasnya dengan baik. Fotu-fotonya di buku ini menyampaikan keindahan lokasi-lokasi wisata tersebut saling mendukung dengan narasi.

Narasi buku ini kuat karena kami melakukan reportase untuk semua lokasi dan kegiatan wisata di buku ini. Jadi, kami tidak seperti para tukang copas di website perjalanan Bali yang bejibun di Bali dan bermodal copy paste tulisan orang lain.

Tempat dan kegiatan wisata di buku ini relatif baru. Tidak ada, misalnya, Kuta dan Sanur yang sudah dikenal setiap turis domestik ataupun asing di Bali. Kami memilih lokasi-lokasi yang relatif baru dikenal di kalangan terbatas. Pantai, misalnya, kami tulis tentang Suluban atau Blue Point di dekat uluwatu yang sumpah mati kerennnya dengan ombak tinggi, laut membiru, dan goa-goa karang.

Masih banyak lokasi dan kegiatan lainnya. Kalau mau tinggal cari di toko-toko buku terdekat. Di Denpasar, sih, sepertinya ada di semua Gramedia. Sayang, aku tidak tahu harganya.

Buku kedua, Wisata Jajan Bali terbit setahun sebelumnya, 2009. Ini hasil kerjasama pertamaku dengan Intisari. Seperti judulnya, buku ini lebih banyak membahas tempat-tempat kuliner mak jaan ala kami.

Secara umum, tempat kuliner ini dibagi jadi tiga jenis, yaitu internasional, Indonesia, dan Bali. Untuk menghormati yang mengharamkan babi, ada keterangan pula apakah menu tersebut mengandung babi atau tidak. Jadi, don’t worry be happy buat yang mengharamkan babi. Hehe..

Untuk menu western ini ada Amerika, Rusia, Thailand, China, dan seterusnya. Adapun menu khas Indonesia, seperti pecel madiun, soto, dan lain-lain. Untuk menu Bali, antara lain soto sapi, soto babi, lawar kuwir, sate lilit, dan macam-maca. Resto yang ditulis di buku ini ada di Gilimanuk, Klungkung, Denpasar, dan seterusnya.

Seperti juga buku pertama, aku pun menulis buku ini tandem. Kali ini bersama jurnalis Bali yang juga teman satu ranjang, satu organisasi, satu profesi, Luh De Suriyani. Hehe..

Tim Bali bekerja bersama I Gede Agung Yudana, editor senior Intisari sekaligus penanggung jawab penulisan buku ini dan buku yang pertama tadi. Bli Gede, demikian aku memanggil penulis senior yang sangat medok jawa kalau ngomong ini, juga melakukan reportase dengan langsung menikmati menu-menu di buku ini.

Karena ditulis berdasarkan reportase langsung, sekali lagi bukan bermodal copas dari tulisan orang lain (huh!), maka seperti menu-menu yang kami santap selama reportase, tulisan di buku ini pun teramat nikmat untuk dilewatkan.

Maka, segeralah cari di toko-toko buku terdekat. Biar tidak kesasar kalau jalan-jalan ke Bali.

5 Comments
  • Cahya
    February 21, 2011

    Saya juga bingung kalau di Bali, bukan bingung mau ke mana, tapi bingung nyediakan dana dan mengakali kemacetan lalu lintasnya :D.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Aming
    February 22, 2011

    belum pernah ke bali sih…
    nanti deh beli bukunya….

    btw reportase yg mantab…

    ReplyReply

    [Reply]

  • Rusa
    March 1, 2011

    hehe
    Rusa suka foto ilustrasinya
    keyen, kreatif

    ReplyReply

    [Reply]

  • Aryani puspita devi
    March 14, 2011

    boLeh juGa tuch buku panduannya,,
    tpi nGk di baLi aja yG seharus nya d nikmati SeLuruh tempat” pariwisata yG Laen juGa…
    devi suka kok nt Lw devi study tour ke baLi psti tuch devi beLi bukunyaaa…..

    ReplyReply

    [Reply]

    Aryani puspita devi Reply:

    Boleh juga tuch buku pnduannya,,,,
    tpi ngk d bli aja yg sehrusnyaa d nikmti seluruh tmpat” pariwisata yG laen juga… devi suka kok nnti Lw devi study tour ke bali psti tuch devi beLi bukunya…………..

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *