Cerita Indonesia Memutari Lingkaran

0 No tags Permalink 0
Tadi sore nonton VCD Gie. Film ini kalo ga salah mendapat penghargaan sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia taun lalu. Sebenarnya pengen nonton di Wisata 21 waktu itu. But karena susah, jadinya ya nunggu VCD aja. Thx God akhirnya hari nonton juga.

Gie bercerita tentang Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa angkatan 60an. Dia hidup di zaman Soekarno. Waktu itu gerakan mahasiswa juga terpecah dalam ikatan2 primordial kaya HMI, PMKRI. Bahkan mereka [HMI+PMKRI+GMNI] berantem ketika kampanye pemilihan ketua senat. Lucu juga.

Isu politik saat itu soal Demokrasi Terpimpin, Nasakom, PKI. Bahkan juga kudeta PKI pada September 1965. Soekarno dengan Demokrasi Terpimpinnya sedang jadi diktator waktu itu. Banyak orang miskin. Gie dalam satu adegan malah sempat menghentikan orang sedang makan sampah. Lalu memberinya uang. Korupsi juga banyak terjadi.

Kebetulan banget, seminggu ini aku juga lagi baca buku Catatan Subversif karya Mochtar Lubis. Buku terbitan 1982 ini aku beli di Pasar Festival pas aku ke Jakarta minggu lalu. Isinya tentang catatan harian pemimpin redaksi harian Indonesia Raya tersebut saat dipenjara di Jakarta dan Madiun. Dia dipenjara sejak Desember 1956 sampe Mei 1966. Alasannya tidak jelas. Penguasa waktu itu bilang karena dia terlibat pemberontakan di Sumatera. Tapi paling logis sih karena tulisannya dianggap berbahaya.

Catatan harian Mochtar Lubis ga melulu soal kehidupan dia di penjara. Tapi juga soal politik waktu itu. Dan kondisinya sama dengan film Gie, yang dibuat berdasarkan buku Catatan Harian Seorang Demonstran dan karya Gie lainnya.

Nonton Gie dan baca buku Catatan Subversif lalu membandingkan dengan kondisi Indonesia saat ini, ternyata sami mawon. Indonesia tuh ternyata muter2 di situ-situ juga: korupsi, totalitarian, primordialisme, kemiskinan, beras impor, utang luar negeri.

Heran juga. Sudah ratusan tahun berdiri dan puluhan taun merdeka kok nasibnya ga berubah-ubah. Eh, malah sekarang sibuk ngurus moral dengan mau membuat Undang-undang Pornoaksi dan Pornografi yang dibuat orang2 ngeres itu.

Anggota DPR sibuk ngurusi paha, dada, dan seterusnya. Padahal urusan perut jauh lebih gawat..

No related content found.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *