Mengumpulkan Catatan Berserak Musik Bali

6 , , Permalink 0

“Saya tak akan merunduk-runduk sejak awal minta maaf bahwa kumpulan tulisan ini masih jauh dari sempurna,” tulis Rudolf Dethu.

Dethu menulis kalimat tersebut pada paragraf terakhir buku Blantika Linimasa, Kaleidoskop Musik non-Tradisi Bali. Seperti biasa, teman di Bali Creative Community (BCC) ini memang suka njeplak dan sarkas.

Continue Reading…

A9ama, Menyigi Misteri Penyampai Informasi

4 , , Permalink 0

Media massa itu semata memberitakan apa yang ingin mereka sampaikan.

Berita, lewat media apa saja, merupakan hasil saringan wartawan dan media itu sendiri. Ada sudut pandang wartawan, pemilihan oleh tim redaksi, juga politik media yang memberitakan. Di balik berita, banyak fakta “pertarungan” antar-media atau sesama wartawan di satu media.

Continue Reading…

Dua Panduan untuk Menikmati Bali

5 , , Permalink 0

Bingung mau jalan-jalan di mana saja selama liburan di Bali? Dua buku terbitan Intisari ini bisa jadi panduan.

Buku pertama berjudul Where to Go Bali. Buku ini terbit November 2010 lalu. Materinya tentang lokasi wisata dan aktivitas apa saja yang menarik untuk dilakukan selama di Bali.

Continue Reading…

Dunia Tanpa Kemiskinan Bukanlah Impian

9 , , , , Permalink 0

Muhammad Yunus

Perdagangan global itu seperti ratusan jalan tol. Perlu ada yang mengatur: batas kecepatan, lampu merah, batas ukuran kendaraan, dan seterusnya. Tanpa aturan, maka truk-truk besar dengan kecepatan tinggi saja yang bisa melewatinya. Aturan tidak hanya akan membuat kendaraan-kendaraan kecil punya kesempatan menggunakan jalan tapi juga disejajarkan dengan kendaraan yang lebih besar.

Tapi bagi Muhammad Yunus, peraih hadiah Nobel Perdamaian 2006, aturan saja tidak cukup. Kendaraan-kendaraan kecil itu harus diberikan jalan yang lebih baik. Sebab dalam praktik selama ini, jalan besar bebas hambatan itu tak hanya menghilangkan kesempatan tapi juga menyingkirkan kendaraan-kendaraan kecil tersebut.

Continue Reading…

Bedah Buku dalam Kuasa Perdebatan

2 , , Permalink 0
Perkiraan saya ada benarnya. Bedah buku di Program Magister dan Doktor Kajian Budaya Universitas Udayana Jumat (17/4) itu jadi semacam pengadilan pada I Gede Jayakumara, penulis resensi buku yang sedang dibahas, Bali dalam Kuasa Politik.

Bali dalam Kuasa Politik ditulis I Nyoman Darma Putra, wartawan dan dosen Fakultas Sastra Unud. Darma Putra, panggilan akrabnya, saat ini sedang mengikuti program Postdoctoral Research Fellowship di School of Language and Comparative Cultural Studies di University of Queensland Australia. Selain mengajar di almamaternya dan bekerja untuk ABC, kantor berita Australia, Darma Putra juga rajin menulis buku, meniliti budaya Bali, serta berbicara di berbagai forum terutama terkait dengan budaya Bali kontemporer.

Continue Reading…

Memahami Diaspora di Tanah Palestina

6 , , , , Permalink 0

hebron-cover

Lama tidak menulis resensi buku. Tidak tahu juga kenapa aku bisa males banget menulis resensi atau sekadar review pendek tentang buku yang baru selesai aku baca. Kali ini soal buku yang terakhir aku baca saja deh. Mumpung masalahnya masih hangat, bahkan sedang panas-panasnya.

Buku berjudul Hebron Journal ini langsung aku samber ketika aku belanja buku di Gramedia Gatot Subroto Denpasar seminggu lalu. Tidak tahu juga sih kenapa bisa refleks gitu aku langsung mengambilnya padahal sudah beli tiga buku lain. Mungkin karena judul buku ini yang pas banget dengan situasi terkini di Palestina.

Continue Reading…

Ketika Agama jadi Alat Perubahan

6 , , , , Permalink 0
Semula, dalam diskusi di Bali, tujuan utama kami ke Jogja adalah untuk belajar tentang penerbitan di Kanisius, salah satu penerbit di kota pelajar ini. Kanisius jadi pilihan utama karena lembaga tempatku kerja part time beberapa kali pernah mencetak buku di tempat ini. Juga karena Kanisius rajin menerbitkan buku-buku pertanian, isu yang kami tulis selama ini.

Namun, agar lebih banyak tempat, kami kemudian menambahnya dengan kunjungan ke beberapa tempat lain. Antara lain Insist Press, petani lahan pasir di Kulon Progo, sekolah alam Nitiprayan, sekolah alternatif di Salatiga, dan perusahaan pertanian organik di Sukoharjo.

Continue Reading…

Hantu Blok M dalam Sejarah Tempo

12 No tags Permalink 0
Kesimpulan yang langsung muncul di otakku setelah baca buku ini adalah: membaca buku ini sama dengan bercinta. Bagian paling enak (orgasme) ada di akhir. Begitu pula buku ini.

Setelah membaca delapan bab ditambah Prolog dan Pengantar, aku merasa bagian paling enak dari buku ini ternyata ada di Bab 9. Bab berjudul Hantu Belau ini menampilkan fakta yang belum pernah aku tahu sebelumnya dari mana pun. Bahwa pernah ada hantu bernama Blok M dalam sejarah majalah ikon kebebasan pers di Indonesia ini.

Continue Reading…

Cerita Puputan Tanpa Kesimpulan

0 No tags Permalink 0

-tulisan terakhir di GATRA, meski buatnya sudah sejak akhir September lalu-

Buku tentang Puputan Badung dari persepektif Belanda dan Bali. Tanpa kesimpulan jadi pilihan mengambang.

Peringatan seabad perang antara Belanda dan kerajaan Badung diperingati di Denpasar, Bali Rabu pekan lalu. Ribuan orang mengiringi arak-arakan Gerebek Aksara sepanjang sekitar 100 km dari Karangasem ke Denpasar. Selain mengarak benda-benda pusaka, termasuk buku Sutasoma dan Negara Kertagama, juga ada parade kerajaan-kerajaan nusantara. Perang yang dikenal dengan nama Puputan Badung itu dikenang sebagai salah satu peristiwa besar, setidaknya bagi warga Denpasar.

Meski dianggap peristiwa besar, catatan sejarah tentang perang pada 20 September 1906 itu termasuk kurang. Kalau toh ada, berupa bahasa Belanda atau geguritan Bali dan Jawa kuno, bahasa yang susah dimengerti sebagian besar orang Bali saat ini. Maka, peneliti sejarah Bali University of Queensland Australia Helen Creese, guru besar Sejarah Asia Erasmus University Rotterdam Belanda Henk Schulte Nordholt, dan dosen Fakultas Sastra Universitas Udayana Bali Darma Putra menghimpun bahan-bahan tentang Puputan Badung dalam satu buku. Buku itu diluncurkan sehari sebelum puncak peringatan seabad Puputan Badung.

Continue Reading…

Setelah Libur Panjang

0 No tags Permalink 0
Senin lagi. Kayaknya hari2 cepet banget. Perasaan baru kemarin liputan menjelang Nyepi, eh tau2 hari Nyepi sudah berlalu empat hari lalu.

Senin lagi. Ini hari pertama setelah liburan Nyepi. Di Bali, praktis seminggu lalu libura panjang amat terasa. Senin lalu aja Denpasar udah sepi. PNS banyak yang libur. Orang Denpasar, yang sebagian beasr juga kaum urban, pada mudik ke Karangasem, Singaraja, Negara, dan daerah lain di Bali.

Continue Reading…