Bersimbah Darah Menghormati Leluhur

3 , Permalink 0
Untuk pertama kalinya aku nonton Perang Pandan di Tenganan Pegeringsingan Rabu, tiga hari lalu. Ternyata asik juga. Sayangnya sih aku tidak bisa nonton dari awal sampai selesai. Hanya sekitar tiga jam di sana.

Tapi tidak apalah. Lumayan juga kok buat foto-foto sisi lain dari perang tiap tahun ini. Ini sebagian di antara foto-foto itu..

Peralatan perang pandan terdiri dari satu ikat daun pandan dan tameng terbuat dari anyaman daun ata.

Seorang anak berusaha menghilangkan duri daun pandan di batu sebelum bertanding.

Dua peserta bersiap saling menyerang dengan peserta lain menyoraki mereka.

Selesai bertarung, anak-anak akan memeriksa luka bekas geretan pandan. Di atas panggung, mereka adalah lawan. Tapi mereka juga kawan..

Mereka membersihkan duri-duri daun pandan yang tersisa di punggung temannya.

Ketika peserta sedang bertarung, sebagian anak-anak justru asik main bola adil, judi khas Bali.

Foto-foto lain ada di sini.

3 Comments
  • .gungws
    June 17, 2009

    aaahh..mas anton curang!ga ngajak2 kesanaa…!!

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    June 24, 2009

    ini bukan bola adil hueheuhu..itu khan yg pake dadu

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    June 24, 2009

    bwakakakak baru perhatian: ada cewek cafe nya huahuahua

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *