Berita Pahit Pengaku Keturunan Majapahit

65 , , Permalink 0

Ilusi tentang wakil raja Majapahit di Bali pun pecah juga.

Media lokal maupun nasional di Bali memberitakannya Senin kemarin. Semua bertema kurang lebih sama, raja-raja di Bali tak mengakui dan malah menggugat klaim anak muda Bali sebagai keturunan Majapahit di Bali.

Anak muda itu bernama I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Di website pribadinya dia menulis dirinya sebagai His Majesty King of Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Vedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III.

Yak. Begitulah nama lengkap dan gelarnya. Amat panjang.

Melalui website pribadi ataupun media arus utama, selama ini dia mengaku sebagai Raja Majapahit di Bali. Tak hanya di media, ke mana-mana juga dia mengaku sebagai Abhiseka alias orang yang sudah diangkat sebagai Raja Majapahit di Bali.

Klaim ini yang kemudian digugat raja-raja di Bali melalui pertemuan di Gianyar dua hari lalu.

Gugatan terhadap Wedhakarna yang mengaku sebagai keturunan Raja Majapahit di Bali ini secara tak langsung, menurutku, sekaligus gugatan pada media lokal yang selama ini mau saja meneruskan klaim orang ini.

Bayar
Selama ini, Arya Wedhakarna memang mengklaim diri sebagai perwakilan Raja Majapahit tersebut lewat salah satu media lokal di Bali. Hampir tiap hari dia muncul di sana dengan segala berita tentang kebesarannya.

Berita itu kadang-kadang tentang hal tak masuk akal, setidaknya bagiku. Contoh berita tak masuk akal ini antara lain bahwa dia mendapat wahyu (pawisik) di satu tempat.

Oke, mendapat pawisik ini memang sesuatu yang irasional. Ini hal tak terlihat mata (niskala) yang memang kadang bisa terjadi di Bali. Cuma, menurutku, tak bisa sembarang orang akan mengalaminya lalu gembar-gembor ke media.

Toh, hal irasional ini bisa masuk koran karena dia memang bayar. Media tertua di Bali ini memang punya kebijakan tersendiri soal berita iklan ini. Mereka menerima berita tentang apa saja selama si pengirim itu membayar layaknya iklan.

Dan, mau berita apa pun itu ya pasti masuk karena dia sudah bayar. Beberapa teman pernah mengalami hal ini, membayar terlebih dulu biar beritanya bisa masuk koran tersebut.

Begitu pula dengan Arya Wedhakarna. Dia bisa masuk koran tiap hari karena sudah bayar ini. Ironisnya, tak ada pagar api dalam berita ini sebagai penanda bahwa dia berita iklan. Maka, pembaca yang tak cukup melek media tak akan tahu bahwa tulisan tersebut iklan, bukan berita sebenarnya.

Seorang teman, mantan wartawan media lokal tersebut, bercerita kalau Arya Wedhakarna ini membayar sampai puluhan juta per bulan agar berita tentang dirinya bisa masuk media setiap hari. Hebat dan mahal benar.

Distorsi
Karena ini berita berbayar, maka terserah pembayarnya mau menulis dirinya seperti apa. Dan media mbok ya rasional sedikitlah. Kalau memang tak bisa menolak kuasa uang di balik iklan, seharusnya media tak memasukkan iklan tersebut apa adanya.

Parahnya lagi, pembaca juga tak banyak yang tahu bahwa tulisan tersebut adalah iklan, bukan berita. Tak sedikit yang percaya berita tersebut, bahkan mereka yang di kalangan terdidik sekalipun.

Inilah distorsi, berita yang diproduksi dengan manipulasi. Tak sesuai kenyataan di lapangan. Maka, korbannya adalah pembaca media. Mereka yang tak cukup melek media akan percaya dan meyakini kebenaran iklan seolah-olah berita tersebut.

Lalu, bagi banyak orang, distorsi yang berulang ini akan jadi ilusi. Seolah-olah memang benar ada Raja Majapahit di Bali ini. Beberapa teman di Bali ada yang menggugat dalam diam atau menjadikan klaim ini sebagai bahan becandaan. Tapi ya gitu, belum ada yang menyatakannya secara terbuka.

Syukurlah kalau akhirnya sekarang gugatan itu muncul juga. Semoga bisa membuka mata banyak orang juga bahwa klaim berlebihan ini memang tak berdasar. Dan, tulisan di media tersebut hanyalah iklan, bukan berita. Tak usah dipercaya begitu saja.

Foto dari website Vedakarna.

65 Comments
  • Ni Putu Susilawati
    March 10, 2014

    Dulu sayan sangat salut dengan pemikiran2nya. sekarang dengan “tergila2″nya sama gelar saya jadi berpikir jangan2 AW ini orang yang tdk percaya diri..untuk menutupinya dibuatlah gelar yg panjangnya dari karangasem sampai gilimanuk. Tong kosong nyaring bunyinya barangkali……. kasihan sekali semua tertutupi oleh hal2 yg tidak masuk akal. seorang akademisi kok seperti ini……..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Wawan Kurniawan
    March 10, 2014

    dibayar berapa sampeyan pak????????????????????? hari gini masih percaya ada raja… raja gila kale ….

    ReplyReply

    [Reply]

  • Wawan Kurniawan
    March 10, 2014

    kamu nggak lulus SD ya……..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Wawan Kurniawan
    March 10, 2014

    nama panjang untuk menutupi kekurangan, maksudnya orang diharap terpana melihat wajah dan namanya

    ReplyReply

    [Reply]

  • Wawan Kurniawan
    March 10, 2014

    di ITB sana lihat DR muda bertebaran, sekolah dulu mas….. seperti katak dalam tempurung.

    ReplyReply

    [Reply]

  • I MADE JULIANA
    March 13, 2014

    bumi usianya sudah tua, manusia sekarang senang sekali melakukan pencitraan, bhagawad gita terbesar di dunia; yang kecil aja dulu dipelajari sampai faham maknanya,patung ganesha terbesar; pelajari bagawad ghita yang kecil cara bertemu dan bersatu dengan tuhan,gelar tinggi usia muda; orang semakin pandai semakin bijaksana, mungkin karena terlalu muda kai,makanya seperti buah di karbit atau sperti bungsil mekocok,berjuang untuk hindu bali ; di luar yang di omongkan bukan hindu tetapi penganut siwa bhuda,pembela umat hindu; perhatikan secara mata terbuka, justru ini namanya propokator membuat banyak orang resah, saya bukan pendukungnya juga bukan musuhnya, cuma saya merasa tidak nyaman kenapa jadi begini, semua pembaca terjebak dengn fenomena ini, kenapa kalihan khusus yg hindu tidak kembali ke ajaran kitab suci; bagaimana seharusnya karakter orang hindu yang berkitab suci wheda

    ReplyReply

    [Reply]

  • putu
    March 15, 2014

    sy tdk pernah tau sebelumnya bahwa berita itu hanya iklan.tp setelah sy byk buka media di web ternyata itu benar.semua hanya iklan dan kebohongan publik.klau boleh sy bertanya disini dan bila ada yg bs menjawab,sy mohon infonya.apakah tidak ada Undang-Undang media cetak/elektronik tentang periklanan?sy pikir media tsb (yg kita semua tahu namanya) sungguh sangat tidak pantas memuat berita itu hanya demi uang.para wartawan dan jurnalis psti sangat mengerti tentang hal ini. semua pembaca media tsb seharusnya tahu bahwa itu hanya iklan.sungguh sangat rendah dan memalukan bagi media sekaliber itu membiarkan hal ini terjadi (sekali lagi) hanya demi uang.
    bapak I made arsana yg terhormat dan beberapa orang (yang itu-itu saja) yg sll me”raja”kan AW..sepertinya anda sekalian pun adalah hanya anteknya yg bekerja demi ‘upah’. krn anda muncul di hampir semua forum diskusi yg mencoba menguak ilusi kebohongan AW.tapi cara anda berkomentar sungguh sangat menunjukkan kejelasan level pendidikan dan moral anda yg sangat rendah.anda sll me’raja’kan AW dengan bahasa seorang penjilat.dan saat kami semua membacanya,kami tersenyum simpul…sungguh sangat lucu ketika 99.999% dari total komentar pembaca menilai AW sebagai seorang manusia yg picik dan penuh dusta,sementara 0.001% menilai AW adlh seorang raja.kenyataan sejarah hidup AW yg sebenarnya (bs di cek di sekolah SD,SMP,SMAnya) tanpa membaca iklan2 sampah di media cetak,web,fb,atau apapun yg dy karang dengan uang,sungguh sangat mencengangkan.semua yg ada di media adalah ILUSI AW.100% COCOK dg judul berita ini.tll byk kebohongan yg telah dy buat.
    satu hal,semoga AW dan seluruh antek2nya segera mendapatkan hukuman/balasan atas segala kebohongan yg dy buat.dan atas penderitaan yg telah dialami oleh byk org baik yg pernah dimanfaatkannya.jangan pikir orang2 baik tsb diam saja..suatu saat nanti,merekalah yg akan menggulingkan AW dan membeberkan segala borok dan nanah yg AW miliki.

    ReplyReply

    [Reply]

  • nagh bhodo
    May 23, 2014

    kalau memang AW jelek seperti yang dituduhkan disini, koc bisa ya waktu pemilu dapat suara terbanyak sebagai anggota DPD RI ?

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    June 23, 2014

    mana ni orang2 yg menjelek2an raja saya ???
    mana ? mana orang yg nulis artikel abal2 ini ?????
    putu n komang bla bla bla siep mekeyep
    hahahahhahahahahahahha
    bo orin wak men u sing demen jak raje wak do ngae berita simpang siur
    men u sing demen raja wak masuk koran do baca ne
    men u sing demen raja wak berkarya n publish ke media muh di alase nyontol
    hahahahahahahahahahahah

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ir. Haji Lalu Muhammad Hamdan Sjahrul, SH.
    July 17, 2014

    NGAKU2 RAJA BALI!! SEENAK UDELMU AJA COY!!!
    KAMI SAJA KETURUNAN RAJA DIRAJA LOMBOK NDAK KOWAR2!!
    SEENAK UDEL NGAKU2 KETURUNAN MOJOPAHIT, YA HARUS TES DNA DULU LAH…!!!
    DASAR MEDIA BAYARAN KABEH!!!!!
    BRENGSEK!!!

    ReplyReply

    [Reply]

  • ziuma
    August 25, 2014

    hanya bisa menyimak he he he

    ReplyReply

    [Reply]

  • indra
    October 29, 2014

    untuk urusan gelar raja tersebut saya juga tidak mendukung..tapi saya hanya ingin berbagi yg saya tau..adik saya adalah pengrajin perak bali…dia adalah pencipta design unik yg untungnya sdh dipatenkan di amerika. ada pengusaha perak amerika menyita dan tanpa proses memasukkan adik saya ke LP Kerobokan. Design pengusaha itu katanya dicuri. padahal nantinya dipengadilan terbukti berbeda. ternyata pengusaha itu kerjanya mematenkan design pengrajin Bali. Kami menemui Gubernur menemui menteri menemui pimpinan DPRD menemui Ketua Asosiasi Perak tapi tidak ada satupun yg tergerak membela nasib pengrajin spt adik saya hanya Weda karna yang mendukung secara Nyata dan tanpa tedeng aling tanpa bayaran demi Bali demi Rakyat Bali tanpa bayaran tanpa mengenal yang lain Pro siapa anda pasti tau…

    ReplyReply

    [Reply]

  • Brata
    May 30, 2015

    Menurut aku siapa yg berbuat terbaik buat bali dan nusantara, jangkauan relasi dan pergaulannya menasional dan internasional. Itulah Raja. Aku nggak pernah iri sama orang, plexible ajaa.wajar dia Raja karna sudah dipercaya dan berkarya

    ReplyReply

    [Reply]

  • sirna ilang kretaning bhumi
    June 17, 2015

    BAGAIMANA BISA DI BALI ADA PANJAK YANG MENGANGKAT DIRINYA JADI RAJA ? PULAU YANG ANEH

    ReplyReply

    [Reply]

  • lia
    April 17, 2016

    we semua bubar bubar..ribut mlulu..dia cm pake kedok bali bali dan bali…gue orng bali aja ndk nyuruh dia..untuk buat ini dan itu,pamrih bnget buat kebaikan ma orng hrs digembar gembor..orng polos walau pintar and prestasi ndk hrs teriak teriak pernah bangun ini dan itu,keliatan sekali menginginkan sesuatu yang kiranya ingin disembah sembah bak seperti cerita dongeng,kebanyakan baca orng2 terkenal kaya gini dah jadinya,jd terinpirasi sprti idolanya,tapi lewat rel pd akhirnya. Banyak kok yg gelar dokter tp gak belagu.ingin dikenal dan mrka berprestasi bnyk bantu warga miskin jd mandiri, tp mrka ndk mau di publikasikan, Doktor Lulusan London aja masi low profil,bersikap sederhana. Doktor tamatan univ swasta aja…weeehhh selangit ngumbar..sekalian aja undang BBC buat ngomongin kehebatannya. Sprtinya dia butuh orng pembimbing priritual sblum melakukan segala sesuatunya,

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *