Berbagi Jotan Saat Galungan

10 , , , , Permalink 0

Met Galungan

Sekitar pukul 7 pagi ini. Saya beserta anak dan istri masih lagi asik main di dapur untuk bikin sarapan. Gede Santika, tetangga kami, sudah mengetuk pintu gerbang rumah. Saya beranjak keluar membuka pintu. Menemuinya.

Gede, murid kelas II SMP yang hampir tiap hari main di ruangan depan rumah kami seperti sebagian besar anak di gang kami, sudah berpakaian adat madya. Berbaju safari dengan bawahan kamen (sarung) dan udeng di kepala. Dia membawa jotan untuk kami.

Jotan itu semacam pemberian untuk orang lain. Biasanya diberikan saat si pemberi sedang punya upacara adat di rumah atau pura. Isi jotan berupa makanan yang dipakai untuk sajen saat upacara. Namun, isi jotan juga kadang-kadang memang khusus disiapkan untuk dihadiahkan, bukan sisa sembahyang.

Tradisi memberi jotan, disebut ngejot, dilakukan antar-tetangga atau antar-keluarga. Di jalan Subak Dalem gang V, Denpasar Utara di mana saya tinggal, saya mendapat jotan ini dari banyak tetangga yang merayakan.

Maka, sejak kemarin petang, para tetangga lain juga ngejot ke rumah saya. Bu Wayan, Dadong Devita, Bu Rizki, Bu Devi, dan banyak lagi. Hampir semua tetangga saya yang merayakan Galungan berbagi jotan ke rumah saya.

Tentu saja saya senang mendapat jotan. Sebab saya bisa makan-makan isinya. Apel, pisang, salak, roti, rengginang, jaja uli, lepet, krupuk mlinjo, dodol, dan buanyak lagi isi jotan ini lebih dari cukup untuk kami makan.

Di luar urusan perut kenyang, jotan bagi saya adalah simbol toleransi. Keluarga saya yang muslim, meski tidak taat-taat amat, bisa ikut merayakan Galungan dalam bentuk beda. Sebaliknya, ketika Lebaran misalnya, kami juga berbagi jotan untuk tetangga kami yang tidak merayakan Lebaran. Jotan dari kami biasanya berisi nasi dan lauk pauk. Mirip berkat kalau di Lamongan, Jawa Timur tempat di mana saya lahir dan besar sebelum tinggal di Bali.

Nah, pas Natal, saya dan tetangga juga mendapat jotan dari Pak Anton, tetangga kami yang merayakan Natal. Inilah bentuk toleransi di antara kami dalam merayakan hari raya agama masing-masing. Kami saling berbagi..

Yap, berbagi. Karena itu, ngejot juga bisa jadi waktu yang tepat untuk mengenal berbagi satu sama lain. Tidak peduli status sosial, ekonomi, maupun agama.

Selamat Galungan dan Kuningan untuk yang merayakan. Senang dan bangga bisa menjadi bagian dari keragaman ini..

Desain ucapan by Made Andi Arsana.

10 Comments
  • erickningrat
    August 20, 2008

    *nunas sugra ma om anton*
    buat kawan2 saia yang hindu….
    om swastiastu………….
    rahajeng rahina galungan.ngiring sareng2 nunas ampura ring hyang widhi miwah dumogi puniki setate rahayulan rahajeng…
    om santih….santih….santih….om….
    sms….. :mrgreen:

    happy galungan 😉

    om anton saia bawa jotan buat om 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    August 20, 2008

    @ erick: sama2, rick. selamat galungan kuningan juga. semoga tetep ngepunk! 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • Bukan Winardi
    August 20, 2008

    selamat galungan bli hehehehe … kangen ajak lawar puk bli huhuhu … kasianilah saya si anak rantau yang tidak bisa makan lawar …

    ReplyReply

    [Reply]

  • Hendra W Saputro
    August 20, 2008

    Baru tahu skr, thanks info nya pak. Makanya pak kelihan, pemilik rumah kok suka kasih-kasih jajanan bali. Ini ada ketan warna hijau ma ketan padat warna putih, served in cool whueenak rasane.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Didi
    August 21, 2008

    Huhuhuhuhu,………..
    Galungan kali ini saya gak megalung.
    Jadi maafkan diriku yang tidak bisa ngejot ke rumah pakne bani
    :((

    ReplyReply

    [Reply]

  • bowo
    August 21, 2008

    ugh… kalo saja org2 disana mengerti tentang indahnya kebersamaan diantara keberagaman hm……

    ReplyReply

    [Reply]

  • bul gombal gambul
    August 21, 2008

    met galungan buat semuaaa…

    *biar eksis 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • blad
    August 22, 2008

    met galungan… Haha… met makan tape…

    ReplyReply

    [Reply]

  • ick
    August 22, 2008

    met galungan…. tetap semangat ngegalung walaupun ekonomi lagi sepi….

    ReplyReply

    [Reply]

  • D2
    August 26, 2008

    Walau agak telat, Met Galungan, and Next Kuningan……….
    Mas Anton di Kuningan bisa dapet jotan Nasi Kuning kalau tetangga yang Hindu buat nasi kuning pada hari raya kuningan seperti tradisi di keluarga saya….

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *