Aku Makin Terasing dari Tulisanku

6 Permalink 0

Bunda benar. Makin hari, aku makin merasa tulisan-tulisanku di blog memang makin tidak asik. Aku sendiri menyadari itu. Tiga atau empat tulisanku terakhir di blog memang seperti sesuatu yang lahir tidak dari hati. Aku menulisnya sekadar biar ada tulisan di blog. Tulisanku hanya karena biar ada, bukan karena aku benar-benar ingin menulisnya.

Aku lalu ingat kutipan Thomas Carlyle di buku kado pernikahan temanku, I Ngurah Suryawan. “Jika sebuah buku lahir dari hati, ia akan berusaha menjangkau banyak hati yang lain.” Buku hanya sebuah idiom. Dia bisa juga berupa tulisan, masakan, ucapan, dan apa saja. Jika sesuatu itu memang sesuatu yang tulus, muncul dari hati, maka akan terasa bagaimana sesuatu itu mengalir. Lalu meraih hati yang lain untuk larut di dalamnya.

Tapi akhir-akhir ini aku merasa itu makin jauh. Aku bahkan tidak menemukan keasikan dalam tulisan-tulisanku sendiri. Entahlah. Aku seperti menulis hanya untuk memenuhi target agar tiap hari ada tulisan baru di blogku, bukan sesuatu yang keluar dari hati. Sebab, ganjil rasanya ketika aku melihat blogku sendiri dan tidak ada tulisan baru di sana. Maka, jadilah aku seperti para pekerja yang hanya memenuhi target kuantitas, bukan kualitas.

Padahal, sering kali aku dengan sombongnya mengatakan pekerjaan-pekerjaan seperti itu hanya mengasingkanmu, seperti dikatakan Karl Marx tentang kelas pekerja di Revolusi Industri. Maka, karena itu aku memilih bekerja sebagai freelancer. Atau paling mentok ya kerja part time. Tidak sepenuhnya terikat. Menjadi tuan atas diri sendiri.

Ah, lalu semuanya hanya omong kosong bagiku. Aku toh tetep jadi orang narsis malu-malu. Megalomania serba nanggung. Dan, kini, aku sendiri makin terasing dari tulisan-tulisanku.

6 Comments
  • Arie
    April 14, 2008

    tapi nggak terasing dirumah kan Pak de ? 😛

    ayo semangatttttt!!!!! 🙂


    terasing jg. soalnya lg renovasi. halah, nyambung ga sih? 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • ghozan
    April 15, 2008

    memenuhi target tanpa melihat kualitas, wah sepertinya mengingatkan saya kepada “seseorang” hihihihihi….

    ReplyReply

    [Reply]

  • didut
    April 15, 2008

    santai aja bli..jgn merasa terpaksa lah dlm menulis
    *alesan dr yg jarang update spt sayah hihi*

    ReplyReply

    [Reply]

  • bunda
    April 15, 2008

    ayoh ayah. tetap berpikir merdeka dan berani karena benar. idihhh…..ituh kan nama calon anak (dulu) hehe

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    April 15, 2008

    *sok bijak mode on
    yg penting ada usaha (alah…)

    *daripada blogger kacangan kayak saya 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • novan kojaque
    April 16, 2008

    ach..itu hanya perasaan dik anton saja 😀

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *