Akhirnya Aku Jadi Korban Banjir Juga

2 No tags Permalink 0
Hujan mengguyur deras ketika aku cabut dari akademika kemarin sore. Aku udah menunggu sekitar setengah jam setelah kursus feature itu selesai. Namun hujan tak juga berhenti. Hampir setengah enam ketika aku putuskan cabut saja dari akademika. Aku toh tinggal pakai jas hujan lalu naiki motor sampai rumah.

Menurutku hujan tadi memang kenceng banget. Tapi itu kan juga sering terjadi. Jadi ya aku ga terlalu mikir.

Tapi pas belok kanan dari lampu merah Matahari ke arah Renon aku mulai merasa ada yang gak beres. Tumben-tumben macet di situ. Udah gitu beberapa pengendara motor pada milih balik. Karena kupikir cuma macet biasa, aku tetep aja melaju. Eh, ternyata banjir di depan kantor Mahkamah Militer Denpasar. Tingginya kira-kira sampai lutut.

Aku ragu-ragu. Maju terus apa balik kayak yg lain ya. Ah, nanggung. Maju aja. Terjang aja airnya. Toh cuma selutut. Aku maju dengan Legendaku. Semula lancar. Tapi pas udah agak masuk air, grek-grek, motorku mulai tersendat-sendat kayak mau mati. Aku tarik gas. Sempat hidup bentar. Lalu mati. Persis di tengah banjir.

Ya ga ada pilihan lain. Aku terjun ke air setinggi lutut itu. Mobil di belakang hampir aja nabrak aku. Di tengah guyuran hujan itu, dengn pakai jas hujan, aku dorong motor. Ah, akhirnya aku jadi korban banjir juga kayak di TV-TV. He.he.

Pas sampai di tempat yang tidak kebanjiran, ternyata ada sekitar lima orang bernasib sama. Motor mereka mati karena nekat melewati banjir itu. Mereka lagi otak-atik busi motor di pinggir jalan. Aku kepikiran melakukan hal yang sama. Tapi aku coba injek dulu starter pakai kaki. Satu. Dua. Tiga. Eh, motorku hidup. Syukurlah.. [***]

2 Comments
  • herman
    March 31, 2007

    Yah inilah kebiasaan meniru. Bali telah meniru jakarta, biar proyek pada jalan. nasib-nasib

    ReplyReply

    [Reply]

  • Anonymous
    April 8, 2007

    Hebat akhirnya saya bisa menemukan harta karun Blogger Taman 65. Bertahun-tahun menelusuri akhirnya ketemu juga. Megulat ginting ngalih rumus carane muka Blog dan syukur akhirnya ketemu. Pokoknya taman 65 hebat. Kangwang monto malu nah yang kel nganti popok. Tiyang Cucun Kak Rai nomer kalih uli puri cemadik.

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *