Agar Tulisan Kita Bisa Dipercaya

6 , , , , Permalink 0

Percayalah sama status Luna Maya di twitter daripada infotainmen.

Sebab, status Luna Maya di twitter adalah pernyataan resminya sedangkan infotainmen merupakan tafsir mereka terhadap status itu. Luna Maya adalah sumber pertama, infotainmen sumber kedua.

Sumber primer lebih layak dipercaya daripada sumber skunder. Itulah salah satu kriteria sejauh mana tulisan, blog, atau website bisa dipercaya.

Tulisan ini melanjutkan tulisan lain tentang tema sebaliknya, ukuran sebuah blog kurang bisa dipercaya.

Materi tulisan ini merupakan salah satu diskusi di kelas dalam kursus media online yang aku ikuti bersama anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) lainnya di Radio Nederland Training Centre (RNTC) Hilversum, Belanda April-Mei lalu.

Dalam diskusi tersebut, kami sepakat bahwa ada beberapa kriteria kenapa sebuah blog atau website layak dipercaya isinya. Sebuah blog atau website bisa dipercaya jika (1) memuat pernyataan resmi, (2) didukung oleh fakta dan data yang bisa diverifikasi, (3) hasil observasi atau pengalaman pribadi, (4) memuat informasi dalam format lain seperti video dan foto, (5) dekat dengan sumber tulisan, (6) memuat informasi lebih dari satu sumber, dan (7) ditulis oleh ahli, saksi, atau orang yang kredibel.

Kriteria di atas, kami diskusikan, sebenarnya ditujukan untuk website. Tapi, menurutku, itu bisa juga dipakai untuk menilai tingkat kepercayaan sebuah blog atau isinya.

Memuat pernyataan resmi
Pernyataan resmi, misalnya, siaran pers, fact sheet, atau komentar atas sesuatu. Kalau dulu, sih, bisa jadi hanya siaran pers, maka pernyataan resmi saat ini bisa muncul berupa kutipan langsung dari lembaga tersebut yang dimuat di website, blog, atau jejaring sosialnya.

Contohnya, kita menulis soal kasus video Luna Maya, terus artis cantik ini menyangkal video tersebut melalui akun twitter atau blognya (btw, apa ya blognya Luna Maya? Hehe), maka akan lebih bagus kalau kita mengutip pernyataan resmi dari Luna Maya daripada hanya dari infotainmen. Selain infotainmen memang kadung sentimen sama dia, juga karena informasi langsung dari Luna Maya tentu lebih afdhol.

Didukung fakta dan data yang bisa diverifikasi
Kalau sebuah tulisan bisa menampilkan data dan fakta maka pembaca tentu akan lebih yakin dengan isinya. Data biasanya berupa angka-angka dan jumlah. Kalau fakta adalah kejadian yang memang ada. Akan lebih bagus lagi kalau data dan fakta ini bisa dicek ke tempat lain alias diverifikasi.

Katakanlah kita menulis tentang banyaknya korban ledakan gas, maka akan lebih bagus kalau ada data yang kita masukkan dalam tulisan tersebut. Datanya bisa kita temukan dari sumber lain, misalnya media massa, lembaga konsumen, atau penelitian yang terkait dengan itu dari peneliti. Hasil riset ini bahkan bisa jadi kekuatan tersendiri.

Agar pembaca bisa melakukan verifikasi, sebaiknya cantumkan tautan (link) pada sumber yang kita kutip tersebut.

Hasil observasi atau pengalaman pribadi
Sebuah tulisan akan lebih meyakinkan dan bisa dipercaya kalau menceritakan pengalaman atau pengamatan pribadi. Misalnya, kita menulis pengalaman dikejar-kejar preman, tentu si pembaca akan lebih percaya kalau penulisnya pernah mengalaminya langsung, tak sekadar membayangkan dikejar-kejar preman.

Contoh lainnya kita menulis soal tips jalan-jalan murah di Bali tentu akan lebih kuat ceritanya kalau kita sendiri pernah jalan-jalan murah di Bali. Dengan begitu, menurutku, pembaca akan lebih yakin dengan cerita tersebut. Lha kan gak lucu kalau kita sudah menulis menggebu-gebu seolah-olah melakukannya sendiri tapi sebenarnya cuma saltem alias salin tempel alias copy paste tulisan orang lain.

Memuat informasi dalam format lain seperti video dan foto
Ada pendapat yang mengatakan satu foto menyampaikan ribuan cerita. Ada juga yang bilang, tanpa foto adalah hoax! Sebuah foto bisa menjelaskan banyak hal. Dengan memasukkan foto di dalam tulisan di blog, maka tulisan itu akan lebih kuat. Orang akan lebih percaya, bahkan hanya dengan melihat foto tersebut.

Sebenarnya akan lebih bagus lagi kalau kita memasukkan video dalam tulisan itu. Namun, karena alasan susahnya koneksi, maka video ini masih jadi barang mewah di tulisan.

Selain memperkuat tingkat kepercayaan pada tulisan, foto atau video juga sangat membantu memberikan penjelasan. Misalnya, daripada bertele-tele menjelaskan bentuk rumah baru kita, cukup jepret lalu masukkan fotonya ke dalam blog. Pembaca akan tahu, oh, gentengnya biru, dindingnya hijau, dan seterusnya.

Dekat dengan sumber tulisan
Kalau dalam teori jurnalistik, sih, ada tingkatan narasumber yang bisa dipercaya. Urutannya dari primer sampai tak terbatas. 🙂 Makin dekat dengan sumber tulisan atau sumber berita, maka tulisan itu makin bisa dipercaya.

Sebagai contoh kita menulis tentang penyalahgunaan narkoba. Maka, tulislah pengalaman teman-teman kita atau orang terdekat kita yang pernah melakukan penyalahgunaan narkoba seperti ngedrag, cucaw, dan seterusnya.

Meski si penulis sendiri tak pernah melakukan, tapi kalau dia bisa menceritakan apa yang dialami temannya tentu pembaca akan lebih percaya daripada pada orang yang sama sekali tak pernah tahu tentang narkoba.

Memuat informasi lebih dari satu sumber
Sama kayak informasi di dunia nyata. Kalau makin banyak orang yang menceritakan, kita akan makin percaya pada informasi tersebut. Begitu pula dengan tulisan di internet. Daripada hanya satu, tulisan dengan tiga link atau lebih tentu akan lebih bisa dipercaya. Apalagi kalau sumber yang dikutip tersebut adalah sumber-sumber kredibel.

Informasi yak tak jelas sumbernya, apalagi ditulis pula oleh blogger yang tak terkait langsung, tak mengerti masalah, dan tanpa data ataupun fakta tentu akan makin susah dipercaya. Kalau kita bisa memberikan referensi tulisan tentu akan lebih dipercaya orang.

Ditulis oleh ahli, saksi, atau orang yang kredibel
Bagian ini masih mirip-mirip dengan kedekatan sumber. Makin dekat dengan sumber tulisan maka tulisan itu akan makin layak dipercaya. Bedanya, pada bagian ini juga menyangkut ahli dan atau saksi mata.

Misalnya, blog itu membahas soal kuliner, tentu tulisan Bondan Winarno atau Farah Quinn lebih dipercaya daripada ditulis Ngurah Karyadi. Hehe.. Tapi, kalau tulisan itu soal suka duka jadi aktivis di Bali, maka Ngurah Karyadi yang dedengkot aktivis di Bali itu tentu lebih layak dipercaya kalau menulisnya dibanding Farah Quinn. 🙂

Karena alasan inilah, maka, menurutku, sangat penting untuk membuat profil diri serelevan mungkin dengan isi blog kita. Kalau isi blognya soal kesehatan, maka pengalaman sebagai dokter harus ditulis di profil diri meski punya pengalaman segudang sebagai seorang ayah. Tapi, kalau tulisannya soal cara mendapatkan cewek, maka pengalamannya sebagai playboy perlu disebut dalam profil diri.

6 Comments
  • Cahya
    July 22, 2010

    Susah juga sih Mas Anton, lha wong kadang ada yang bilang sama saya kalau dia (mereka?) mesti ngejar berita – dan yang paling penting adalah mengejar sensasinya :(.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Sugeng
    July 22, 2010

    Sharing ilmu dari Belanda telah mulai, bagus nDan, bisa mengakrabi blog dengan cara-cara seperti itu pasti bisa menyaingi portal berita online 😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ReplyReply

    [Reply]

  • Agung Pushandaka
    July 23, 2010

    Ooo, gitu ya..

    ReplyReply

    [Reply]

  • agus lenyot
    July 23, 2010

    untuk tulisan masalah blogging tentu tulisan mas anton lebih dipercaya dibandingkan dengan yang lain.. hehehehehe

    ReplyReply

    [Reply]

  • imsuryawan
    July 23, 2010

    Salah satu keunggulan blog adalah karena dia ditulis berdasarkan pengalaman penulis

    ReplyReply

    [Reply]

  • imadewira
    July 25, 2010

    berarti alangkah baiknya kita menulis di blog sesuai dengan kemampuan kita ya.

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *