Skip to content

Berita Pahit Pengaku Keturunan Majapahit

2011 October 11
by a!

Ilusi tentang wakil raja Majapahit di Bali pun pecah juga.

Media lokal maupun nasional di Bali memberitakannya Senin kemarin. Semua bertema kurang lebih sama, raja-raja di Bali tak mengakui dan malah menggugat klaim anak muda Bali sebagai keturunan Majapahit di Bali.

Anak muda itu bernama I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Di website pribadinya dia menulis dirinya sebagai His Majesty King of Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Vedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III.

Yak. Begitulah nama lengkap dan gelarnya. Amat panjang.

Melalui website pribadi ataupun media arus utama, selama ini dia mengaku sebagai Raja Majapahit di Bali. Tak hanya di media, ke mana-mana juga dia mengaku sebagai Abhiseka alias orang yang sudah diangkat sebagai Raja Majapahit di Bali.

Klaim ini yang kemudian digugat raja-raja di Bali melalui pertemuan di Gianyar dua hari lalu.

Gugatan terhadap Wedhakarna yang mengaku sebagai keturunan Raja Majapahit di Bali ini secara tak langsung, menurutku, sekaligus gugatan pada media lokal yang selama ini mau saja meneruskan klaim orang ini.

Bayar
Selama ini, Arya Wedhakarna memang mengklaim diri sebagai perwakilan Raja Majapahit tersebut lewat salah satu media lokal di Bali. Hampir tiap hari dia muncul di sana dengan segala berita tentang kebesarannya.

Berita itu kadang-kadang tentang hal tak masuk akal, setidaknya bagiku. Contoh berita tak masuk akal ini antara lain bahwa dia mendapat wahyu (pawisik) di satu tempat.

Oke, mendapat pawisik ini memang sesuatu yang irasional. Ini hal tak terlihat mata (niskala) yang memang kadang bisa terjadi di Bali. Cuma, menurutku, tak bisa sembarang orang akan mengalaminya lalu gembar-gembor ke media.

Toh, hal irasional ini bisa masuk koran karena dia memang bayar. Media tertua di Bali ini memang punya kebijakan tersendiri soal berita iklan ini. Mereka menerima berita tentang apa saja selama si pengirim itu membayar layaknya iklan.

Dan, mau berita apa pun itu ya pasti masuk karena dia sudah bayar. Beberapa teman pernah mengalami hal ini, membayar terlebih dulu biar beritanya bisa masuk koran tersebut.

Begitu pula dengan Arya Wedhakarna. Dia bisa masuk koran tiap hari karena sudah bayar ini. Ironisnya, tak ada pagar api dalam berita ini sebagai penanda bahwa dia berita iklan. Maka, pembaca yang tak cukup melek media tak akan tahu bahwa tulisan tersebut iklan, bukan berita sebenarnya.

Seorang teman, mantan wartawan media lokal tersebut, bercerita kalau Arya Wedhakarna ini membayar sampai puluhan juta per bulan agar berita tentang dirinya bisa masuk media setiap hari. Hebat dan mahal benar.

Distorsi
Karena ini berita berbayar, maka terserah pembayarnya mau menulis dirinya seperti apa. Dan media mbok ya rasional sedikitlah. Kalau memang tak bisa menolak kuasa uang di balik iklan, seharusnya media tak memasukkan iklan tersebut apa adanya.

Parahnya lagi, pembaca juga tak banyak yang tahu bahwa tulisan tersebut adalah iklan, bukan berita. Tak sedikit yang percaya berita tersebut, bahkan mereka yang di kalangan terdidik sekalipun.

Inilah distorsi, berita yang diproduksi dengan manipulasi. Tak sesuai kenyataan di lapangan. Maka, korbannya adalah pembaca media. Mereka yang tak cukup melek media akan percaya dan meyakini kebenaran iklan seolah-olah berita tersebut.

Lalu, bagi banyak orang, distorsi yang berulang ini akan jadi ilusi. Seolah-olah memang benar ada Raja Majapahit di Bali ini. Beberapa teman di Bali ada yang menggugat dalam diam atau menjadikan klaim ini sebagai bahan becandaan. Tapi ya gitu, belum ada yang menyatakannya secara terbuka.

Syukurlah kalau akhirnya sekarang gugatan itu muncul juga. Semoga bisa membuka mata banyak orang juga bahwa klaim berlebihan ini memang tak berdasar. Dan, tulisan di media tersebut hanyalah iklan, bukan berita. Tak usah dipercaya begitu saja.

Foto dari website Vedakarna.

44 Responses leave one →
  1. October 16, 2011

    gilak! gelarnya panjang amat yak, kalah keretap api. Apa kabar dokumen kependudukannya kayak KTP, passpor kartu KK :D sakit jiwa hehehhe

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    kalo dokumen resmi itu mungkin bisa mbak nana cek ke dia langsung. :D selama ini sih dia pakainya ya panjang seperti itu.

    ReplyReply

    [Reply]

    I MADE ARSANA Reply:

    mbak jangan bilang gilak, nanti km yang gila benerin………………!!!!!

    ReplyReply

    [Reply]

  2. October 16, 2011

    Itu gelar apa gimana sih? Terus dia dapet gelarnya drmn panjang gitu?
    Tapi ya, bukannya emang banyak ya media yang kayak gitu? Siap memberitakan apa aja sesuai bayaran. Termasuk mungkin hal-hal yang ga rasional tersebut diatas.

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    nah itu dia yg kemudian digugat, mbak. dari mana dia bisa mendapat gelar begitu. kan tiap orang bisa dengan mudah mengklaim sebagai anu atau anu. cuma terserah orang lain percaya atau tidak. bagusnya sih ini malah digugat.

    tapi, fokusku sebagai soal media. sebaiknya tak menelan mentah2 informasi pemasang iklan. biar tidak keterlaluan. :)

    ReplyReply

    [Reply]

  3. October 16, 2011

    Akhirnya sang raja kena batunya, kita bagaimana reaksi sang raja..

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    hahaha. ayo, om. mungkin kamu bisa nulis lebih bagus lagi soal klaim ini. pasti perspektifnya lebih bagus karena pelaku langsung. jd tau.

    ReplyReply

    [Reply]

  4. Sukra Sudiarsa Wyn permalink
    October 16, 2011

    Saya melihat berita2 Sdr AW di koran lokal sejak 2 thn lalu, stlh saya kembali ke Bali. Akhirnya nya saya tahu kalau itu berita berbayar. Kenapa Sdr AW tdk bikin koran sendiri ya??? Anak muda…anak muda…, apa yang kau cari. Banyak cara memberi kontribusi pada bangsa dgn lebih elegan.

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    semoga setelah ada gugatan ini akan lebih banyak orang sadar bahwa tulisan2 di koran tersebut hanyalah iklan. pencitraan. jadi tak usah dianggap sebagai kebenaran.

    ReplyReply

    [Reply]

    Ayu Reply:

    harusnya koran memberikan kejelasan mana berita FAKTA dan mana berita IKLAN…

    ReplyReply

    [Reply]

    I MADE ARSANA Reply:

    Ya jangan iri tu, WD wajar kok punya nama sepanjang itu sesuai dengan prestasinya, dengar DOKTOR dan REKTOR TERMUDA SEINDONESIA…….kamu sekolah gak????

    ReplyReply
  5. October 17, 2011

    Eh hari ini masih ada berita yg berbayar itu lho, tentu saja dengan masih menyertakan gelar sepanjang Anyer-Penarukan!

    ReplyReply

    [Reply]

  6. October 19, 2011

    itu gelar-gelar di kraton surakarta katanya juga sekarang diperjualbelikan. cukup 4 juta bisa dapat.
    err… emang penting yah, gelar kaya gitu di jaman sekarang? lagian jadi raja juga ga berkuasa…

    ReplyReply

    [Reply]

    Ayu Reply:

    haha, setuju mas. Tapi prestisenya yang dianggap ‘berkuasa’. Edan. Wow. 4 juta bisa dapat gelar? Sini saya beli. Biar punya nama sepanjang jalur anyer-panarukan juga.

    ReplyReply

    [Reply]

  7. October 20, 2011

    anehnya, di saat banyak media online yg memberitakan penolakan itu, di koran mainstream lokal malah gak ada berita soal penolakan si raja ini, apa saya yg gak liat ya? hehe.

    ReplyReply

    [Reply]

    Seputra Reply:

    Orang lokal pada sibuk ngurusi HP yang kecolongan pulsa, hihihi. Dunia udah kebalik juga belum sadar, orang budaya kok kecanduan banget ama teknologi “hiburan”. Tiba-tiba kebakaran jenggot baru tahu. Tidak sadar dimakan Iklan di koran di TV. Haaaaaah

    ReplyReply

    [Reply]

  8. Ayu permalink
    October 30, 2011

    Wah, kalau bisa bayar berita, saya juga mau deh…. saya akan menulis bahwa diri saya adalah pengganti Kate Middleton sebagai istri Prince William… Atau saya mau buat bahwa saya sudah menulis buku yang popularitasnya menyaingi Harpot J.K rowling… AW aja bisa sensasional. Masa saya kagak? Modal duit aja cukup.

    ReplyReply

    [Reply]

    I MADE ARSANA Reply:

    kamu sekolah gak?, di DOKTOR ternuda di indonesia lho!!!

    ReplyReply

    [Reply]

    Wira Reply:

    Duit situ bnayk ? perna bantu 1 manusia slain kluarga jadi sarjana ? klo belim lebi baik berderma dulu

    ReplyReply

    [Reply]

    decek Reply:

    mohon maap dulu :D saya kira yang bela si AW hanya anda berdua aja ya :D dimana pun forum yang saya liat hanya anda berdua yang paling getol banget bela si AW, biar org ga bertanya2 tentang si AWK sebaiknya anda di berbagai forum yang anda masuki menjelaskan apa yang diragukan bukannya malah emosi gitu :D contoh deh, masalah gelar bagaimana alurnya sampai mendapatkan gelar tersebut :D

    ReplyReply

    [Reply]

  9. October 31, 2011

    Terima kasih sekali atas tulisan ini. Sangat menyentuh dan mengharukan. Sebuah tulisan/esai ternyata bia juga memanggil empati paling dalam pada diri seorang manusia. Sebuah tulisan dapat menguak sebuah sisi positif yang hampir dilupakan… Salam.

    ReplyReply

    [Reply]

  10. luhtu permalink
    November 4, 2011

    Berita terbaru yg sy baca di media lokal setempat, saudara kandung ibu Megawati malah dpt nama baru menjadi “Tribuana Tungga Dewi Sukmawati Soekarno Putri” sebagai penasehat Soekarno Center.

    ReplyReply

    [Reply]

  11. Suwiyasa Jati permalink
    February 1, 2012

    163.
    apeparap pangeraning prang; tan pokro anggoning nyandhang; ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang; …
    (bergelar pangeran perang; kelihatan berpakaian kurang pantas; namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang; …)

    ReplyReply

    [Reply]

  12. Suwiyasa Jati permalink
    February 1, 2012

    163. apeparap pangeraning prang; tan pokro anggoning nyandhang; ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang; … (bergelar pangeran perang; kelihatan berpakaian kurang pantas; namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang; …)

    ReplyReply

    [Reply]

  13. April 17, 2012

    sosok seperti Arya weda ini punya “pangsa pasar” tersendiri di masyarakat Indonesia.Ingat heboh ponari,issu satria piningit,dll.Mereka lebih suka terlena oleh kebesaran Majapahit secara membabi buta,padahal pada jaman itu juga banyak kelemahan tak beda seperti jaman sekarang.Yah..tipe yang lebih suka bangga membanggakan kakeknya yang komandan hansip,ketimbang diri sendiri berusaha lebih baik.

    ReplyReply

    [Reply]

  14. Wayan Kaler permalink
    June 24, 2012

    Menurut saya,Kerajaan Bali sudah lepas kekusaan Majapahit sejak pemerintahan Raja Dalem Waturenggong dan kerajaan Bali ( dalam hal ini Kerajaan Gelgel ) menjadi Kerajaan yang mandiri. Tapi keturunan Majapahit di Bali memang banyak sampai saat ini. Kalau memang mau menghidupkan kerajaan Majapahit di Bali, yang paling pantas menjadi Raja adalah ” Raja Ida Dalem Semaraputra ” yang saat ini bertahta di Puri Agung Semarapura, Klungkung. Karena Beliau adalah keturunan ” Dalem Ketut Sri Kresna Kepakisan ” Raja I yang berkuasa di Bali yang diangkat oleh Majapahit, dan beristana di Samparangan yang bergelar ” Dalem Samprangan”.

    ReplyReply

    [Reply]

  15. Suwiyasa Jati permalink
    August 12, 2012

    Monggo… silahkan – silahkan digunjingkan. Tapi ingat! Suatu saat nanti saudara – saudari sekalian akan melihat hal dahsyat yang akan Beliau persembahkan bagi Nusantara dan dunia :D hwahwahwa

    ReplyReply

    [Reply]

    I MADE ARSANA Reply:

    SETUJU BOS, ORANG-ORANG ITU HANYA IRI MELIHAT KEHEBATAN WEDA KARNA………………………..SEOLNYA MEREKA KEBANYAKAN HANYA LULUSAN sma ………………GAK MUNGKIN NYAMBUNG SAMA DOKTOR………JAUH TUUUUU.

    ReplyReply

    [Reply]

    decek Reply:

    yah saya memang lulusan sma koq :D tapi apa hubungannya, walaupun org tidak bersekolah ato tidak tamat sekolah kalo mempunyai kemauan untuk belajar apa salah :D anda terlalu mengkerdilkan orang hanya melihat dari satu sisi saja :D kalo anda menulis seperti itu anda mungkin lebih kerdil dari orang yang tidak bersekolah :D

    ReplyReply

    [Reply]

  16. August 22, 2012

    Jaman sekarang siapa saja berhak mengatakan dirinya raja, tetapi harus disadari juga bahwa tidak ada orang yang mau dijadikan rakyatnya, kecuali kalau ada rakyat bayaran dan raja yang mau membayar. Kalau meminjam istilah sekarang, mau jadi raja kek, mau jadi pepatih kek, tidak ngaruh ….

    ReplyReply

    [Reply]

  17. ngurah djelantik permalink
    September 11, 2012

    manusia narsir tu, namai dirinya bikin malu aja

    ReplyReply

    [Reply]

    Wira Reply:

    Bli narsis sama eksis beda tipis loh , klo situ ga bs narsis / eksis mending diem deh , tunjukin aksi narsis / eksis dengan prestasi , kritik y bo membangun ,toohh

    ReplyReply

    [Reply]

  18. I MADE ARSANA permalink
    November 8, 2012

    JANGAN IRI SAMA WEDAKARNA, BELIAU PANTAS KOK PUNYA GELAR SEMACAM ITU. BUKTINYA BANYAK KARYA ATAU IDE ATAU GAGASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN AJEG BALI. MENURUT SAYA DIALAH “RAJA MODERN BALI”. INI YANG BERBEDA DENGAN RAJA-RAJA LAINNYA DI BALI. SEORANG WEDAKARNA ADALAH SOSOK RAJIN (DI ATAS YANG LAIN), CERDAS (DR TERMUDA DI INDONESIA, TIDAK SEMUA MANUSIA INDONESIA BISA ), BERANI (BLUM ADA RAJA BALI YANG BERANI SESUAI KONTEKS) DAN BERKOMITMEN (MEMAJUKAN BALI, ADAT BALI DAN HINDU ) DAN TERAKHIR MENGINTERNASIONAL (HANYA TOKAOH MUDA INI YANG MENGGLOBAL, YANG LAIN JAGO KANDANG). SAYA DUKUNG PERJUANGANMU TERUS SANG RAJA. SELAMA INI YANG ADA HANYA JAGO KANDANG. SESAMA ORANG BALI HENDAKNYA BERSATU. APAPUN GELARNYA GAK MASALAH, YANG PENTING MAMPU MEMBERIKAN KONTRIBUSI NYATA BUAT BALI DAN BANGSA SEPERTI YANG DILAKUKAN OLEH SANG RAJA DR WEDAKARNA. MAJU TERUS SANG RAJA HEBAT………………………………………………………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ReplyReply

    [Reply]

    decek Reply:

    hati2 kalo berbicara masalah adat :D saya belum liat tuh kerjanya kalo memajukan bali terutama di adatnya :D

    ReplyReply

    [Reply]

  19. I MADE ARSANA permalink
    November 8, 2012

    KLO BISA SEMUA ORANG BALI HENDAKNYA SEPERTI WEDAKARNA…………..SEMANGAT, MUDA, BERKOMITMEN DAN BERPRESTASI (KLO BISA SEMUA GENERASI MUDA BALI BERGELAR DOKTOR………BISA NGAK???????, INI BARU TANTANGAN YANG SEJATI DAN JANGAN SEBALIKNYA NYURUSI GELAR YANG PANJANG!!!!!!)

    ReplyReply

    [Reply]

    decek Reply:

    doktornya doktor apa? banyak gelar DR. ada yang HC ato keilmuan lainya :D

    ReplyReply

    [Reply]

  20. November 19, 2012

    @I MADE ARSANA:

    SETUJULAH BLI MADE! TRUS, BLI MADE SUDAH MENDAPAT GELAR DOKTORNYA? SELAMAT YA, BLI..KLO BOLEH TAU DI BIDANG APA? :) SAYA BANGGA DENGAN BLI MADE YANG PENUH SEMANGAT INI! YEAAH

    ReplyReply

    [Reply]

  21. November 20, 2012

    @I MADE ARSANA

    Wah, sepertinya bli Made ini begitu menggebu, semangat sekali dan berani berbeda pendapat dengan komentator lainnya. Oya bli, itu PilGub Bali kan sudah dekat, ayo bli maju jadi calonnya, mau ndak?

    ReplyReply

    [Reply]

  22. Wira permalink
    December 18, 2012

    Nie artikel keblinger

    Sudah di jelaskan klo AW itu tidak mengangkat dirinya jadi raja
    Tp DINOBATKAN , DI BERIKAN GELAR , DIANGKAT JADI RAJA , DI MINTA JADI RAJA
    Siapa sih yg buat artikel ini ? Ngomong fakta tp ga punya data , ngomong ilusi mala jadi polemik , situ tau AW punya penggagas bhagawan gita TERBESAR indonesia ? situ tau AW penggagas patung ganesa terbesar di indonesia ? situ tau klo 5000an MANUSIA BALI dijadikan sarjana ? / situ tau slain Raja yg kalian hujat ini beprestasi seperti AW ? klo pun ad hanya manusia itu yg berpikir di level berpikir ARYA WEDA
    Suksma

    ReplyReply

    [Reply]

  23. Gung De indra adi permalink
    January 8, 2013

    heheheh bagi pendukung gede arya ini…tolong dicermati ya….di kolom berbayar di Bali Post itu sudah ada kode ADV artinya iklan…kalau belum puas liat dibawahnya ada penjelasan lagi :)
    menurut saya tulisan ini sudah benar…sama sekali tidak menjelekkan gede arya…anda coba lihat yang memberi gelar gede arya ini HYang Bramaraja ke XI nah eksistensi Hyang Bramaraja ini juga lagi digugat dan dipertanyakan….coba buka halaman facebook KERATON IBU MAJAPAHIT NUSANTARA anda cermati dan beri penilain dan anda kaji sendiri :)

    ReplyReply

    [Reply]

  24. anjas permana permalink
    January 23, 2013

    mau jadi raja atau tidak, menurut saya bukan masalah… yang jadi masalah, apakah ada orang yang memiliki prestasi seperti dia..???
    rektor termuda, doktor termuda, pendiri the sukarno center, penggagas pembuatan bhagawad gita dan patung ganesha terbesar didunia, apa itu bisa disaingi oleh orang lain..???
    saya rasa tidak…
    bahkan sayapun apabila memiliki prestasi seperti dia, saya akan bangga dan memasukkan ke koran agar semua orang tau kalau pemuda bali ada yang memiliki kualitas berkaliber dunia. saya bukan mendukung, tapi secara pribadi saya iri dengan kemampuan dia, dan saya mencoba wujudkan rasa iri tersebut dengan kegiatan positif guna membangun bali.
    setidaknya itu lebih baik daripada sekedar menghujat menghujat dan menghujat.
    dan sekali lagi, apabila saya memiliki kualitas sekelas doktor aryaweda, saya pun tak akan sungkan menunjukkan bahkan mungkin mengangkat diri sebagai raja.

    ReplyReply

    [Reply]

  25. trah ksatrya arya wang bang sidemen permalink
    March 19, 2013

    saya masih gak ngerti,knpa AW mengaku dan memaksakan diri mnjadi raja???? bukannya d bali raja itu d akui secara adat ???? terlalu berobsesi mungkin,sampai si AW seperti itu .. jujur saya juga menentang keberadaan orng ini .. saya akui AW memang pintar,tapi karna saking pintarnya,si AW jadi GILA .. hahahaha ..

    ReplyReply

    [Reply]

  26. segara putra permalink
    April 12, 2013

    Gelar Raja majapahit Di Bali, klo Raja majapahit Dijawa siapa ya? ngaku2 jadi raja ktanya pinter Ga malu ngku2 jadi Raja, omong masih kayak TK ngakunya sarjana… Saya adalah Raja Ayodya pura dibali (ngakak:D hahahhahahahahahahwwkwkwkkwkwkwk)

    ReplyReply

    [Reply]

  27. adninafilza permalink
    April 18, 2013

    Waduhhhhh..ketinggalan kereta.nie….comentnya….sepanjang apapun nama dan gelarnya…yg terpenting fisi dan misinya…menjadikanbali semakin ajeg..bali hrs bangga donk…!!….kalo mau jd raja…mungkin raja d hati pengikutnya…..peace!!!….pak arya….

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

Switch to our mobile site