Perempuan Terbaik yang Pergi Itu
Dia segera dibawa ke Puskesmas untuk kemudian dirujuk ke Rumah Sakit swasta di Tuban, berjarak sekitar 25 km dari rumahnya. Sampai di rumah sakit, bayinya lahir normal. Namun tak berumur lama. Bayi itu pun meninggal.
Mendengar kabar bayi belum bernama itu meninggal, diam-diam, aku lega. Sebab biasanya kalau bayi sudah meninggal, ibunya akan tertolong. Apalagi setelah itu keadaan Yuk Tim juga membaik. Dia makin sadar dan bisa diajak berkomunikasi.
Tapi sebuah kabar mengagetkan kembali datang pada Minggu siang. Yuk Tim kritis. Maka kami semua, saudaranya yang jauh dari rumah, harus segera pulang. Aku di Bali. Kak Alhan di Jakarta. Kak Hid di Riau. Kami semua sepakat pulang sore itu juga. Aku ikut penerbangan pertama yang aku dapat sore itu, pukul 18.20 Wita.
Minggu malam aku tiba di Surabaya. Yuk Tim yang semakin kritis sudah dirujuk ke rumah sakit terbesar di Jawa Timur, RSUD dr Soetomo.
Aku menemuinya di ruang Resusitasi. Kakinya dingin. Pucat. Dia terbaring dengan bantuan pernafasan di mulutnya. Lebih dari lima dokter menanganinya. “Harapannya kecil,” jawab salah satu dokter yang aku tanya tentang bagaimana kondisinya.
Ternyata benar. Aku tak tak pernah bisa lagi berbincang dengannya. Aku hanya bisa bertemu dengan sekitar 10 menit. Itu pun dia sudah tidak sadar. Setelah itu, denyut nadi dan nafasnya semakin hilang. Lalu, dia pergi untuk selamanya.
Seperti namanya, aku yakin, kakak perempuan terbaik kami itu pergi dalam keadaan Husnul Khotimah..
- Pulang Marilah Pulang. Mari Pulang Bersama-sama..
- Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan
- Kuatnya Perempuan dalam Adat Lamongan
- Perempuan-perempuan Itu Hanyalah Korban
- Aneka Rupa Satu Agama
Page 2 of 2 | Previous page
PanDe Baik:
July 31st, 2009 at 6:32 am
Dear Anton. Turut Berduka dari Pande sekeluarga. Semoga Amal Ibadah Beliau mampu diteruskan oleh adik-adiknya kelak. Manusia terbaik biasanya selalu disayang oleh-NYA…
[Reply]
wira:
July 31st, 2009 at 12:16 pm
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk Pak Anton sekeluarga besar, semoga keluarga yang ditinggalkan bisa tabah..
[Reply]
Cadink:
July 31st, 2009 at 2:20 pm
Turut berduka cita..
[Reply]
Tumik:
August 1st, 2009 at 3:15 pm
Masih terngiang betul ucapan teraKhir ketika dia masih bisa berucap sempurna, rabo siang 22 Juli 2009, ketika aku meminta doa untuk ujian skripsiku, 23 Juli, dia bilang dengan bangga bahwa dia akan selalu mendukung semua saudaranya. Dia bertutur, betapa bangganya dia dengan keluarga yang kita miliki sekarang. Satu sama lain saling melengkapi, saling memberi support, saling bahu membahu. Masih terngiang seKali kata-kata itu. Mungkin itulah pesan, bahwa kita harus selalu bisa melengkapi satu sama lain, sebagai saudara yang dia banggakan.
[Reply]
pushandaka:
August 1st, 2009 at 8:33 pm
Wah, aku ikut sedih ya Ton.
Tapi, keracunan air ketuban itu maksudnya bagaimana? Ada yang bisa jelasin ndak? Maklum, calon suami nih..
[Reply]
gede_adhy:
August 4th, 2009 at 12:42 pm
Turut berduka cita Um dan saya pikir pasti Um bangga punya kakak demikian
[Reply]
ekabelog:
August 4th, 2009 at 6:00 pm
Turut Berduka Cita…
jadi ingat sama Sahabat ku yang belum lama ini juga meninggalkan saya….
[Reply]
Ridlon:
August 13th, 2009 at 2:33 pm
“Usia manusia adalah bagaimana dia akan selalu terkenang (karena budi pekertinya), bukan karena lamanya dia hidup” (Ahmad Syauqi)
kebaikan pekertinya akan membuatnya selalu ada bersama kita… semoga Allah menerima segala amal ibadah dan menghapus segla dosa. amin
[Reply]
R-wati:
August 25th, 2009 at 4:01 pm
turut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya….
membaca blogmu kayaknya aku kenal dengan kakakmu… tapi, sampai saat ini aku masih meraba-raba, coz aku juga punya teman sekolah waktu masih duduk di MTs Muhammadiyah Sedayulawas
[Reply]
Gentry Amalo:
August 29th, 2009 at 12:35 am
aaah.. maafkan aku terlalu lama melanglang buana pada dunia maya nun jauh disana, hingga aku terlambat mengetahui jika dirimu berduka, turut berduka untuk mu ton,.. semua memang harus terjadi jika memang waktuNYA sudah tiba.
Kadang perpisahan dan kepergian seseorang yang kita hormati menjadi begitu pedih serta menyedihkan, karena banyak hal yang belum bisa kita penuhi untuk dijalani bersama orang yang kita sayangi itu.
Tapi dibalik kepergian orang yang kita sayangi justru mendatangkan banyak kenangan manis kita terhadap orang itu.
Semoga mbak mu bahagia di rumah barunya karena sudah bertemu dan berkumpul bersama sang Pencipta, Ameen..
[Reply]
nupha auzzora:
January 26th, 2011 at 9:44 pm
bunda memang yg terbaik yg pernah ada
[Reply]