Referensi tentang jurnalisme warga di Indonesia masih langka.
Citizen Journalism: Pandangan, Pemahaman, dan Pengalaman adalah buku kedua tentang tema jurnalisme warga di Indonesia yang aku baca. Penulis buku ini Pepih Nugraha, read more…
Seorang teman mengirimkan hasil ASEAN Blogger Festival di Solo.
Aku sendiri tidak ikut ke sana. Salah satunya karena tabrakan dengan pekerjaan. Salah lainnya karena biar teman-teman lain yang ikut. Biar tidak elu lagi elu lagi tiap kali ada kopdaran para blogger.
Kata pertama ketika mendapat buku ini adalah, “Gila!”
Ungkapan tersebut campuran antara rasa kagum dan jengah. Kagum karena ternyata ini ada anak baru gede alias abege yang masih SMA tapi sudah menulis buku tentang Bali. Ketika anak-anak seumurannya lebih banyak menggalau dan menggaul, Nilam Rahma Hanjayani, lahir pada 8 Maret 1996, sudah menulis buku ini.
Kerennya lagi, Nilam ini bukan orang Bali ataupun Hindu. Dia juga tidak tinggal di Bali. Tapi, ternyata dia bisa menuliskan tentang hal amat penting bagi orang-orang Hindu di Bali, jejak sejarah pura-pura di sepanjang Sungai Pakerisan, Bali.
Flores itu salah satu medan paling berat.
Dari ujung ke ujung, jalanan sepanjang pulau ini naik turun berliku-liku dengan kondisi jalan banyak rusak. Tiap kali ke sini, aku merasa harus bersiap menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Naik turun. Berliku-liku. Kadang-kadang harus turun dulu karena jalanan rusak.
Ini adalah foto suasana pelatihan internet di Maumere sore ini.
Pelatihan sejak kemarin hingga besok sore ini diikuti delapan peserta dari mitra VECO Indonesia di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di antaranya dari Asosiasi Petani Kakao Nangapenda (SIKAP) Ende, Jaringan Petani Wulanggitang (Jantan) Flores Timur. Adapun LSM yang ikut ada Ayu Tani dan Bangwita.
Berikut adalah pengumpulan informasi tentang kecelakaan pesawat Lion Air Sabtu lalu melalui aplikasi media sosial Storify.
Pengumpulan informasi ini hanya untuk menunjukkan bagaimana peran warga sekarang dalam memberitakan sebuah peristiwa. Tak ada lagi monopoli media arus utama. Bahkan, dalam kasus tertentu, pewarta warga justru menjadi penyampai pertama.
Ada hal baru di pos-pos polisi yang aku lewati pagi ini.
Di pos polisi ujung Jalan Melati, Denpasar misalnya ada spanduk berisi tulisan larangan memberi dan menerima suap. Pos polisi di perempatan Jalan Sudirman – Jl Raya Niti Mandala Renon – Jalan Dewi Sartika pun berisi spanduk sama.






























